Ajaib atau Stockbit: biaya hampir sama, data real-time membedakan tagihan

|Penulis: Tim Redaksi QUASA|5 mnt baca| 4
Ajaib atau Stockbit: biaya hampir sama, data real-time membedakan tagihan

Untuk perdagangan saham Indonesia, biaya dasar Ajaib dan Stockbit hampir sama. Tarif saham Ajaib menetapkan biaya beli 0,1513% dan jual 0,2513% untuk transaksi di bawah Rp150 juta; tarifnya turun menjadi 0,1412% dan 0,2412% pada Rp150 juta–Rp1,5 miliar, lalu 0,1311% dan 0,2311% di atas Rp1,5 miliar. Menurut rincian Stockbit Sekuritas, fee beli sebesar 0,15% dan jual 0,25%, sementara konfirmasi perdagangan dengan total transaksi harian di atas Rp10 juta dikenai bea meterai Rp10.000.

Perbedaan tagihan yang lebih terasa muncul ketika investor masuk rentang biaya data real-time Stockbit atau membuat order Ajaib yang memenuhi tarif lebih rendah. Ketentuan datafeed Stockbit memberi contoh biaya Rp16.650 untuk total beli dan jual Rp50 juta dalam sebulan, pada kategori Rp20 juta–Rp100 juta; tagihannya dipotong dari rekening dana nasabah pada bulan berikutnya. Karena itu, pilihan yang lebih murah bergantung pada nilai tiap transaksi, jumlah perdagangan bulanan, dan hari ketika bea meterai timbul.

Selisih fee dasar kecil; ukuran order Ajaib menentukan tarif

Pada tarif dasar, selisih kedua sekuritas hanya 0,0013 poin persentase untuk sisi beli maupun jual. Jika nilai satu order Rp10 juta, perbedaannya Rp130. Untuk investor yang membeli sedikit demi sedikit, akumulasi perdagangan tahunan yang besar tidak otomatis membuat setiap order Ajaib masuk tarif lebih rendah: rentang tarifnya dinyatakan menurut nilai transaksi. Simulasi di bawah menerapkan tarif pada nominal masing-masing order, bukan pada total yang dikumpulkan sepanjang tahun.

Biaya jual dalam perbandingan ini menggunakan persentase yang dipublikasikan masing-masing sekuritas; pajak penjualan yang telah tercakup di dalam tarif tidak ditambahkan lagi. Nilai beli dan jual dalam profil hipotetis sengaja dibuat sama supaya pengaruh biaya terlihat tanpa perubahan harga saham. Angka tersebut menggambarkan biaya transaksi, bukan laba atau rugi investasi. Pembiayaan, layanan berbayar lain, serta biaya transfer dana juga berada di luar hitungan.

Datafeed mengikuti bulan, meterai mengikuti hari

Stockbit menghitung kategori datafeed dari gabungan nilai beli dan jual selama satu bulan. Artinya, frekuensi order saja tidak menentukan tagihannya: beberapa order kecil dapat masuk kategori biaya bila jumlahnya mencapai rentang tersebut. Sebaliknya, bulan tanpa volume pada rentang pengenaan yang dijelaskan Stockbit tidak diberi biaya datafeed dalam simulasi. Biaya atas bulan perdagangan terakhir tetap dihitung sebagai beban tahun itu meskipun pemotongan dananya berlangsung pada bulan berikutnya.

Bea meterai bekerja dengan satuan waktu berbeda. Daftar biaya Ajaib juga mencantumkan bea meterai Rp10.000 untuk transaksi saham di atas Rp10 juta per hari; daftar yang sama menyebut tambahan biaya broker 0,1% untuk Market Order. Dua hari dengan transaksi yang sama-sama melewati ambang meterai berarti dua konfirmasi yang dikenai bea, sedangkan beli dan jual pada satu hari dihitung dalam total hari itu. Perhitungan berikut memakai tarif transaksi reguler tanpa tambahan Market Order.

Empat profil: biaya perdagangan selama setahun

Seluruh profil berikut hipotetis. Pada kedua sekuritas, pola transaksi dan jumlah hari yang terkena meterai dibuat identik. Untuk bulan dengan volume dalam kategori datafeed yang dijelaskan Stockbit, perhitungan memakai Rp16.650 per bulan. Pemisahan ini memperlihatkan apakah selisih akhir berasal dari fee order, data real-time, atau jumlah konfirmasi perdagangan yang terkena meterai.

  • Pembeli rutin kecil. Investor membeli saham senilai Rp1 juta setiap bulan dan tidak menjual. Total pembelian setahun Rp12 juta, tetapi setiap bulan berada di bawah rentang biaya datafeed dan setiap hari pembelian berada di bawah ambang meterai. Fee tahunan Ajaib menjadi Rp18.156; Stockbit Rp18.000. Selisihnya Rp156 sepanjang tahun, sehingga kebutuhan fitur lebih berarti bagi profil ini daripada perbedaan tarif dasar.
  • Beli dan jual pada hari yang sama. Setiap bulan investor membeli saham senilai Rp15 juta dan menjual saham senilai Rp15 juta pada satu hari perdagangan. Volume bulanan Rp30 juta masuk kategori datafeed, sedangkan total harian Rp30 juta memicu satu bea meterai per bulan. Dalam setahun, Ajaib berjumlah Rp844.680, terdiri dari fee Rp724.680 dan meterai Rp120.000. Stockbit berjumlah Rp1.039.800: fee Rp720.000, meterai Rp120.000, serta datafeed Rp199.800.
  • Beli dan jual pada hari terpisah. Investor membeli Rp25 juta pada satu hari dan menjual Rp25 juta pada hari lain, setiap bulan. Volume Rp50 juta per bulan tetap berada dalam kategori datafeed yang sama, tetapi kini ada dua hari yang terkena meterai tiap bulan. Total tahunan Ajaib Rp1.447.800, termasuk meterai Rp240.000. Total Stockbit Rp1.639.800, termasuk meterai Rp240.000 dan datafeed Rp199.800. Perubahan jadwal perdagangan menaikkan meterai pada kedua pilihan.
  • Order besar dalam satu bulan. Investor membeli Rp200 juta dan menjual Rp200 juta pada hari berbeda, kemudian tidak bertransaksi lagi sepanjang tahun. Kedua order Ajaib memenuhi rentang tarif yang lebih rendah: fee beli dan jual berjumlah Rp764.800, atau Rp784.800 setelah dua bea meterai. Fee Stockbit berjumlah Rp800.000, menjadi Rp820.000 setelah meterai. Volume bulan itu berada di luar rentang Rp20 juta–Rp100 juta yang disebut dalam ketentuan datafeed Stockbit, sehingga simulasi tidak menambah biaya tersebut.

Pada profil beli dan jual bulanan, Stockbit mengenakan fee order sedikit lebih rendah, tetapi biaya datafeed membuat total tahunannya lebih tinggi. Pada profil order besar, penurunan tarif Ajaib menjadi faktor penentu. Meterai tidak memberi keunggulan kepada salah satu sekuritas ketika nilai dan hari perdagangan sama; komponen itu menunjukkan mengapa dua investor dengan omzet tahunan serupa bisa menerima tagihan berbeda jika jadwal transaksinya berlainan.

Alat analisis dan kemudahan penggunaan

Biaya tambahan dapat masuk akal bila fitur yang menyertainya memang dipakai. Dalam penilaian penggunaan Rankia, Stockbit lebih cocok untuk analisis mendalam melalui penyaring saham, grafik, data fundamental, dan komunitas, sedangkan Ajaib dinilai lebih sederhana bagi pemula. Itu penilaian atas pengalaman dan kelengkapan alat, bukan hasil pengukuran mutu eksekusi order atau imbal hasil investasi.

Investor yang sudah menentukan saham sebelum membuka aplikasi mungkin tidak banyak memakai alat analisis tambahan. Investor yang rutin menyaring emiten dan menelaah valuasi dapat menilai alat Stockbit berguna meskipun pada bulan tertentu muncul biaya datafeed. Untuk pilihan yang berpusat pada biaya, profil transaksi memberi jawaban lebih tepat: order kecil membuat fee keduanya nyaris setara, volume bulanan menengah perlu memasukkan datafeed, dan order besar perlu memakai rentang tarif Ajaib yang sesuai.

Baca juga:

Bagikan:

Berlangganan buletin kami

Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.

0