
IHSG jatuh 6,96%—tetapi 1,03 juta investor baru tetap masuk

Dalam siaran pers OJK pada 5 Oktober 2026, IHSG tercatat ditutup pada 6.071,14 setelah turun 6,96% sepanjang September 2026; investor asing menjual bersih saham Rp10,24 triliun, sementara jumlah investor pasar modal bertambah 1,03 juta menjadi 32,17 juta. Penurunan indeks menunjukkan tekanan harga, sedangkan pertambahan investor menunjukkan basis peserta pasar terus meluas.
Tekanan itu berlangsung ketika pasar keuangan global semakin bergejolak di tengah ketegangan geopolitik dan kenaikan suku bunga global. Laporan Katadata mencatat pembalikan arus investor asing dari beli bersih Rp1,19 triliun pada Agustus menjadi jual bersih pada September. Perubahan arah transaksi itu menyertai pelemahan IHSG, tetapi saldo transaksi bulanan saja tidak menunjukkan berapa besar penurunan indeks yang disebabkan oleh penjualan asing.
Lima ukuran pasar yang bergerak berbeda

Perbandingan Agustus dan September memperlihatkan bahwa harga, arus asing, selisih harga beli dan jual, nilai perdagangan, serta jumlah investor mengukur hal yang berlainan. Angka bulanan tersebut menggambarkan tekanan pada saham tanpa menyamakan penurunan harga dengan hilangnya aktivitas perdagangan:
- IHSG: ditutup pada 6.071,14 pada akhir September, turun 6,96% secara bulanan dan 29,79% sejak awal tahun.
- Arus investor asing di saham: berubah dari beli bersih Rp1,19 triliun pada Agustus menjadi jual bersih Rp10,24 triliun pada September.
- Rata-rata bid-ask spread: naik dari 1,17% menjadi 1,20%.
- Rata-rata nilai transaksi harian saham: turun dari Rp15,86 triliun menjadi Rp14,94 triliun.
- Jumlah investor pasar modal: bertambah 1,03 juta pada September menjadi 32,17 juta, atau naik 57,96% sejak awal tahun.
Spread adalah selisih antara harga penawaran beli dan jual. Perubahannya jauh lebih kecil daripada penurunan IHSG, sehingga rata-rata jarak harga untuk bertransaksi tidak melebar setajam koreksi indeks. Sementara itu, turunnya nilai transaksi harian menunjukkan bahwa nilai saham yang berpindah tangan setiap hari rata-rata lebih rendah daripada bulan sebelumnya.
Laporan Infobanknews menuliskan jual bersih asing Rp1,24 triliun untuk saham pada September. Untuk instrumen dan periode yang sama, rilis resmi OJK mencatat Rp10,24 triliun; angka resmi itulah yang digunakan dalam perbandingan di atas.
Arus asing menyertai penurunan IHSG
Jual bersih berarti nilai saham yang dijual investor asing melebihi nilai pembeliannya sepanjang bulan. Itu adalah saldo transaksi satu kelompok pelaku, bukan ukuran seluruh permintaan atas saham Indonesia. Saham yang dilepas tetap berpindah kepada pembeli, dengan harga yang terbentuk melalui transaksi di pasar.
Karena itu, pembalikan dari beli bersih ke jual bersih menunjukkan perubahan arus asing yang relevan bagi IHSG, tetapi tidak memberikan ukuran pasti dampaknya terhadap indeks. IHSG mengikuti perubahan harga saham penyusunnya; bobot dan pergerakan tiap saham ikut menentukan hasil akhir. Data agregat bulanan tersebut tidak merinci saham mana yang memberi kontribusi terbesar pada koreksi ataupun berapa banyak pembelian domestik yang menyerap penjualan asing.
Pasar saham tetap mencatat transaksi harian bernilai triliunan rupiah pada September, meskipun rata-ratanya turun dari Agustus. Spread yang hanya berubah tipis menunjukkan bahwa jarak rata-rata harga beli dan jual tidak melonjak sebanding dengan penurunan indeks. Namun, rata-rata itu tidak menggambarkan kemudahan menjual setiap saham secara terpisah: likuiditas masing-masing saham dapat berbeda.
Mengapa investor baru terus masuk?

Pertambahan investor menghitung peserta yang masuk ke statistik pasar modal, sedangkan IHSG mengukur perubahan nilai indeks saham. Investor baru dapat tercatat ketika harga turun karena pendaftaran dan pergerakan indeks adalah dua proses yang berbeda. Kenaikan jumlah peserta juga tidak menunjukkan kapan mereka membeli, berapa dana yang ditempatkan, atau apakah mereka memilih saham, reksa dana, maupun instrumen pasar modal lain.
Hasan Fawzi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, mengatakan, “Penambahan investor tercatat sebanyak 1,03 juta,” dalam laporan detikFinance mengenai konferensi pers OJK. Ia mengaitkan pertumbuhan jumlah investor dengan penguatan ekosistem digital industri pasar modal. Statistik yang dipublikasikan belum merinci pilihan instrumen atau nilai transaksi investor yang baru masuk pada September.
Perbedaan satuan menjadi penting saat pertambahan peserta dibandingkan dengan jual bersih asing. Satu investor baru menambah hitungan peserta, sedangkan saldo perdagangan dihitung dalam rupiah. Karena itu, besarnya tambahan investor tidak dengan sendirinya menunjukkan permintaan saham yang cukup untuk menahan penurunan harga. Cakupan investor pasar modal pun lebih luas daripada pemilik saham yang tercermin dalam IHSG.
Reksa dana melemah saat basis peserta bertambah
Tekanan September juga terlihat pada reksa dana. Laporan Liputan6 mencatat nilai aktiva bersih reksa dana sebesar Rp637,07 triliun pada akhir September 2026, turun 2,42% dibandingkan Agustus. Rilis OJK mencatat pula penarikan bersih dana investor reksa dana Rp10,43 triliun pada bulan itu.
Nilai aktiva bersih dapat berubah karena pergerakan harga aset dalam portofolio serta pembelian dan pencairan unit. Penarikan bersih menunjukkan dana keluar dari kelompok produk tersebut; angka itu tidak mengukur perubahan jumlah seluruh investor pasar modal. Dengan demikian, bertambahnya peserta pasar dapat berlangsung bersamaan dengan menyusutnya nilai aset dan keluarnya dana dari reksa dana.
Aktivitas penghimpunan dana korporasi memberi konteks lain: nilai penawaran umum sejak awal tahun hingga akhir September mencapai Rp186,03 triliun, sementara terdapat 29 rencana penawaran umum bernilai indikatif Rp26,47 triliun. Nilai penghimpunan tersebut adalah akumulasi sepanjang tahun berjalan, bukan dana yang seluruhnya masuk pada September. Rencana penawaran umum menunjukkan antrean penerbitan; pelaksanaannya masih bergantung pada minat investor, kondisi pasar, waktu penerbitan, dan biaya pendanaan.
Baca juga:
Artikel terkait


Saham atau reksa dana: kendali penuh dibayar dengan risiko konsentrasi

Reksa dana indeks atau ETF: indeks sama, cara transaksi berbeda

Indodax atau Pintu: “gratis” belum menghitung spread dan likuiditas

Securities crowdfunding: Rp1,82 triliun terkumpul, risikonya tetap nyata

Ajaib atau Stockbit: biaya hampir sama, data real-time membedakan tagihan
Berlangganan buletin kami
Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.