Indodax atau Pintu: “gratis” belum menghitung spread dan likuiditas

|Penulis: Tim Redaksi QUASA|6 mnt baca
Indodax atau Pintu: “gratis” belum menghitung spread dan likuiditas

Pintu instan memudahkan jual beli dengan harga akhir yang ditampilkan, sedangkan Indodax memberi ruang untuk menentukan harga order. Namun, biaya trading terpisah yang tidak dikenakan di Pintu belum membuat seluruh rangkaian transaksi gratis: penjelasan harga Pintu menyebut biaya sudah masuk ke harga akhir dan spread beli–jual dapat berubah mengikuti kondisi pasar.

Untuk memilih yang lebih murah, bandingkan jumlah aset yang diperoleh dari rupiah yang sama, lalu rupiah yang kembali ketika jumlah aset itu dijual dan dananya ditarik. Pintu instan cocok jika kemudahan menerima kuotasi akhir lebih penting; Indodax memberi kendali lebih besar bagi pengguna yang bersedia menilai spread, antrean order, dan kemungkinan order belum terisi. Tidak ada pemenang biaya yang berlaku untuk semua aset dan ukuran transaksi.

Kuotasi instan dan order book menghasilkan harga dengan cara berbeda

Pada transaksi instan Pintu, pengguna memasukkan nominal lalu menerima atau menolak harga yang ditawarkan. Harga di halaman pasar adalah perkiraan, sedangkan harga akhir mengikuti waktu dan volume ketika transaksi dikonfirmasi. Karena itu, angka pada grafik tidak dapat dipakai sebagai pengganti kuotasi beli dan jual untuk nominal yang hendak diperdagangkan.

Di pasar dengan order book seperti Indodax, limit order memungkinkan pengguna memasang harga tertentu. Order tersebut dapat menunggu jika belum ada pihak yang bersedia bertransaksi pada harga itu. Market order mengambil penawaran yang tersedia untuk mempercepat eksekusi; jika jumlah pada harga terbaik tidak mencukupi, sisa order bergerak ke tingkat harga berikutnya dan harga rata-ratanya berubah.

Spread adalah selisih antara harga jual terendah yang ditawarkan dan harga beli tertinggi yang diajukan di order book. Membeli lalu segera menjual pada pasar yang tidak berubah biasanya berarti melewati selisih tersebut. Kuotasi instan juga memiliki selisih harga beli dan jual, meskipun pengguna tidak melihat antrean order yang membentuk harga akhirnya.

Biaya trading bergantung pada mode, sisi, dan jenis order

Pintu instan perlu dibedakan dari Pintu Pro Spot. Pada pemeriksaan 4 Oktober 2026, tarif resmi Pintu Pro Spot mencantumkan biaya normal sejak 1 Oktober 2026 sebesar 0,12% untuk maker atau 0,17% untuk taker pada sisi beli maupun jual, ditambah biaya CFX 0,00555% pada kedua sisi dan PPh 22 sebesar 0,21% saat menjual. Pintu Pro menyediakan market order dan limit order; tarif dapat berubah karena promosi atau penyesuaian lain.

Di Indodax, rincian biaya perlu dicocokkan dengan pasar IDR atau USDT, sisi beli atau jual, serta cara order terisi. Pada pemeriksaan 4 Oktober 2026, rincian resmi Indodax menyatakan struktur biaya menyeluruh disesuaikan mulai 1 Oktober 2026; transaksi Lite dimulai dari Rp10.000, order langsung di Pro memerlukan sedikitnya Rp25.000, dan penarikan rupiah ke rekening bank dikenai Rp10.000 dengan minimum Rp100.000 serta tambahan Rp1.000 bila memakai SMS OTP. Rincian biaya trading yang berlaku bagi akun ditampilkan pada profil pengguna.

Nama tombol order tidak cukup untuk menentukan tarif. Limit order yang langsung mengambil penawaran tersedia dapat dikenai biaya taker; limit order yang menunggu untuk dipasangkan mengikuti perlakuan maker sesuai aturan pasar. Perbandingan biaya efektif perlu memakai komponen yang tampil untuk transaksi bersangkutan, bukan mengasumsikan setiap limit order mendapat tarif terendah.

Jumlah pasangan tidak menunjukkan kedalaman pasar tertentu

Order besar pada pasangan BTC/IDR di Indodax melewati beberapa tingkat penawaran beli sehingga harga eksekusi rata-ratanya berubah.

Likuiditas yang relevan adalah likuiditas pasangan aset yang dipilih, pada sisi order dan nominal yang akan dieksekusi. Pada pemeriksaan 4 Oktober 2026, statistik Indodax di CoinGecko menampilkan ratusan pasangan perdagangan. CoinGecko memisahkan jumlah pasangan dari penilaian likuiditas: metodologinya memasukkan konsistensi volume dan kedalaman order book, sementara Trust Score bursa juga mempertimbangkan faktor lain seperti keamanan, regulasi, dan bukti cadangan.

Untuk membeli dengan market order, lihat jumlah aset yang tersedia pada sisi jual di beberapa tingkat harga, bukan hanya harga jual terendah. Untuk menjual, sisi beli yang menentukan. Volume perdagangan harian menggambarkan aktivitas selama suatu periode, tetapi tidak menjamin seluruh nominal bisa dipenuhi seketika pada harga teratas.

Kuotasi Pintu instan untuk nominal penuh dapat dibandingkan dengan perkiraan harga rata-rata eksekusi Indodax untuk nominal penuh. Jika hanya harga terbaik Indodax yang dipakai, order besar tampak lebih murah daripada hasil yang mungkin diterima setelah menyapu beberapa tingkat penawaran. Sebaliknya, limit order dapat menjaga batas harga tetapi menimbulkan risiko transaksi tertunda atau hanya terisi sebagian.

Batas transaksi dan penarikan memengaruhi rupiah bersih

Biaya penarikan tetap terasa lebih besar terhadap transaksi kecil. Pada pemeriksaan 4 Oktober 2026, ketentuan penarikan Pintu menetapkan biaya Rp4.500 per penarikan rupiah dan minimum penarikan Rp50.000; batas maksimum bergantung pada bank tujuan dan juga berlaku sebagai batas harian kumulatif. Dana hasil penjualan yang berada di bawah minimum penarikan belum dapat langsung dikirim ke rekening.

Dibandingkan dengan tarif Indodax yang disebut sebelumnya, selisih biaya untuk satu penarikan tanpa SMS OTP adalah Rp5.500. Selisih itu bisa menentukan hasil transaksi kecil, tetapi dapat tertutup oleh perbedaan harga beli, harga jual, atau biaya trading ketika nominal membesar. Jika dana ditarik berkali-kali, biaya tetap dikenakan pada setiap penarikan; jika dibiarkan sebagai saldo rupiah di platform, biaya penarikan belum terjadi.

Simulasi nominal sama: hasil berubah ketika ukuran transaksi berubah

Berikut contoh hipotetis, bukan kuotasi pasar atau tarif trading Indodax yang diamati. Anggap modal Rp1.000.000, harga acuan aset Rp100.000 per unit, dan harga acuan tidak bergerak selama pembelian serta penjualan. Kuotasi Pintu diasumsikan Rp100.500 untuk membeli dan Rp99.500 untuk menjual, tanpa biaya trading terpisah. Untuk Indodax, asumsikan harga rata-rata beli Rp100.200, harga rata-rata jual Rp99.800, serta biaya ilustratif 0,2% pada masing-masing sisi. Diasumsikan pula seluruh order terisi pada harga rata-rata tersebut; biaya penarikan memakai tarif resmi yang telah dijelaskan.

Dalam skenario itu, Rp1.000.000 membeli sekitar 9,950249 unit di Pintu. Penjualan kembali menghasilkan sekitar Rp990.050, sehingga setelah penarikan Rp4.500 tersisa sekitar Rp985.550. Di Indodax, biaya beli ilustratif menyisakan Rp998.000 untuk memperoleh sekitar 9,960080 unit. Penjualannya menghasilkan sekitar Rp994.016 sebelum biaya jual; setelah biaya jual ilustratif dan penarikan Rp10.000, dana bersih sekitar Rp982.028. Dengan asumsi tersebut, Pintu menghasilkan rupiah bersih lebih banyak untuk transaksi kecil ini.

Jika modal pada skenario yang sama menjadi Rp10.000.000, hasil bersih Pintu sekitar Rp9.895.998, sedangkan Indodax sekitar Rp9.910.279. Selisih harga per unit kini berlaku pada jumlah aset yang lebih besar, sementara biaya penarikan tetap; urutan hasil pun berbalik. Pergantian pemenang ini adalah akibat aritmetika dari asumsi contoh, bukan bukti bahwa salah satu platform selalu memberi harga lebih baik pada nominal besar.

Simulasi menganggap saldo rupiah awal sudah tersedia, tidak memasukkan biaya metode deposit, dan menganggap kedalaman pasar cukup pada harga yang ditetapkan. Dalam transaksi nyata, kuotasi instan dapat berubah sebelum konfirmasi dan market order dapat terisi pada beberapa harga. Karena itu, ukuran pembanding yang menjawab pilihan pengguna adalah rupiah bersih dari aset, nominal, waktu, dan cara penarikan yang sama.

Baca juga:

Bagikan:

Berlangganan buletin kami

Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.

0