Xendit vs Midtrans: biaya tetap Rp4.000 mengubah pilihan bisnis kecil

|Penulis: Tim Redaksi QUASA|5 mnt baca| 1
Xendit vs Midtrans: biaya tetap Rp4.000 mengubah pilihan bisnis kecil

Untuk bisnis kecil yang menerima QRIS, virtual account, dan kartu, Midtrans lebih murah dalam simulasi yang memakai daftar tarif internasional Xendit. Daftar harga internasional Xendit memasang biaya pemrosesan Rp4.000 di atas biaya metode untuk transaksi Indonesia: QRIS 0,7%, sejumlah virtual account bank Rp9.000, serta kartu Visa atau Mastercard 2,9% ditambah Rp2.000. Tambahan tetap itu mengambil porsi besar dari pesanan kecil.

Tarif publik Midtrans mencantumkan QRIS 0,7%, virtual account Rp4.000, dan kartu kredit 2,9% ditambah Rp2.000 per transaksi, tanpa lapisan biaya pemrosesan tetap pada tiga metode tersebut. Pada QRIS senilai Rp30.000, biaya dasar yang dihitung dari kedua daftar itu adalah Rp210 di Midtrans dan Rp4.210 di Xendit. Hasil perbandingan bergantung pada tarif Xendit yang berlaku untuk akun merchant.

Dua daftar Xendit menghasilkan pilihan berbeda

Halaman biaya Xendit untuk Indonesia menampilkan virtual account aggregator Rp4.000, kartu 2,9% ditambah Rp2.000, dan QRIS 0,7% tanpa baris pemrosesan Rp4.000 terpisah. Ini berbeda dari daftar internasional yang menjadi dasar simulasi di sini. Jika penawaran merchant mengikuti halaman Indonesia, biaya dasar yang tercetak untuk ketiga metode itu setara dengan tarif Midtrans yang dibandingkan; hasil simulasi dengan tambahan Rp4.000 tidak berlaku begitu saja.

Perbedaan tersebut paling besar pengaruhnya pada virtual account. Daftar internasional Xendit menempatkan biaya metode bank dan biaya pemrosesan sebagai dua komponen, sedangkan halaman Indonesia menampilkan satu tarif aggregator. Kedua struktur dipublikasikan oleh perusahaan, tetapi halaman-halaman itu tidak menunjukkan bahwa setiap merchant menerima tarif yang sama. Karena itu, kesimpulan biaya dalam perbandingan ini dibatasi pada struktur tarif yang disebut di setiap perhitungan.

Simulasi pada Rp30.000, Rp100.000, dan Rp1 juta

Angka berikut adalah biaya dasar untuk satu transaksi berhasil, sebelum tambahan PPN yang relevan. Setiap pasangan berurutan menunjukkan Midtrans lalu Xendit versi daftar internasional. Virtual account Xendit diwakili bank yang dikenai biaya metode Rp9.000; angka itu tidak mewakili setiap produk atau kontrak virtual account Xendit.

  • Rp30.000: QRIS Rp210 versus Rp4.210; virtual account Rp4.000 versus Rp13.000; kartu Rp2.870 versus Rp6.870.
  • Rp100.000: QRIS Rp700 versus Rp4.700; virtual account Rp4.000 versus Rp13.000; kartu Rp4.900 versus Rp8.900.
  • Rp1.000.000: QRIS Rp7.000 versus Rp11.000; virtual account Rp4.000 versus Rp13.000; kartu Rp31.000 versus Rp35.000.

Di pesanan QRIS Rp30.000, biaya pemrosesan tetap Xendit sendiri melampaui biaya metode QRIS sebesar Rp210. Pada Rp1 juta, tambahan nominalnya masih Rp4.000, tetapi hanya setara 0,4% dari nilai transaksi. Selisih rupiah antargateway untuk metode yang sama tetap, sementara porsinya terhadap harga jual mengecil ketika nilai pesanan naik.

Pada virtual account contoh, selisihnya Rp9.000 baik untuk pesanan kecil maupun besar. Penyebabnya adalah biaya metode Rp9.000 dan biaya pemrosesan Rp4.000 pada daftar internasional Xendit, dibanding satu biaya Rp4.000 di Midtrans. Untuk kartu Visa atau Mastercard, persentase dan biaya metode dasarnya sama dalam dua daftar yang dipakai; tambahan biaya pemrosesan Xendit menjadi pembeda.

Titik impas berada di antara metode pembayaran

Dengan tarif dasar tersebut, tidak ada nominal transaksi yang membuat Xendit versi daftar internasional lebih murah daripada Midtrans untuk metode yang sama. Selisihnya selalu Rp4.000 pada QRIS dan kartu, serta Rp9.000 pada virtual account contoh. Titik impas justru terjadi ketika biaya dua metode dibandingkan di dalam gateway yang sama. Perhitungan berikut mengabaikan PPN, sehingga batas setelah pajak bisa bergeser.

Di Midtrans, biaya QRIS sebesar 0,7% menyamai biaya virtual account Rp4.000 pada nilai transaksi sekitar Rp571.429. Di Xendit versi daftar internasional, biaya QRIS 0,7% ditambah Rp4.000 menyamai virtual account Rp13.000 pada sekitar Rp1.285.714. Akibatnya, pada transaksi Rp1 juta dalam simulasi, virtual account lebih murah daripada QRIS di Midtrans, sedangkan urutannya terbalik di Xendit.

Kartu juga dapat lebih murah daripada virtual account pada pesanan tertentu meskipun tarif persentasenya lebih besar. Biaya kartu menyamai virtual account di sekitar Rp68.966 pada Midtrans dan Rp241.379 pada Xendit versi daftar internasional. Batas itu hanya membandingkan biaya merchant; pelanggan tetap memilih metode menurut ketersediaan dan kebiasaan pembayaran mereka.

Campuran metode menentukan total bulanan

Perbandingan satu pesanan belum menggambarkan biaya usaha yang menerima beberapa metode. Pada tarif dasar dalam simulasi ini, jumlah pembayaran QRIS dan kartu masing-masing menambah selisih Rp4.000, sedangkan setiap virtual account contoh menambah selisih Rp9.000. Total omzet saja tidak cukup untuk menghitung perbedaan biaya tanpa mengetahui jumlah transaksi berhasil menurut metode.

Misalnya, secara bersyarat ada 100 pembayaran berhasil dengan nilai masing-masing Rp100.000: 70 melalui QRIS, 20 melalui virtual account bank dalam contoh, dan 10 melalui kartu Visa atau Mastercard. Biaya dasarnya Rp178.000 di Midtrans dan Rp678.000 di Xendit versi daftar internasional, selisih Rp500.000. Jika lebih banyak pembeli memakai virtual account contoh, selisih naik lebih cepat karena jarak biaya metode itu paling besar.

PPN mengubah potongan akhir

Simulasi memisahkan tarif dasar dari dana bersih yang diterima merchant. Daftar internasional Xendit menandai biaya metode QRIS 0,7% sebagai sudah termasuk PPN, sementara penjelasan umumnya menyebut biaya Xendit sebelum pajak. Dokumentasi PPN Xendit menjelaskan perhitungan pajak efektif 11% atas biaya layanan di Indonesia dan pemotongannya saat penyelesaian pembayaran. PPN tidak perlu ditambahkan lagi pada komponen metode QRIS yang ditandai inklusif; perlakuan komponen pemrosesan perlu mengikuti rincian tagihan akun.

Midtrans menandai tarif QRIS dan kartu sebagai biaya di luar PPN, serta menjelaskan bahwa PPN dipotong dari biaya transaksi. Perbandingan Software Listing justru menggolongkan QRIS Midtrans sebagai sudah termasuk PPN; simulasi ini mengikuti keterangan tarif resmi Midtrans yang ditautkan di awal. PPN atas layanan pembayaran dihitung dari biaya yang menjadi dasar pajak, bukan otomatis dari seluruh nilai penjualan dalam simulasi.

Keputusan untuk usaha kecil

Jika penawaran Xendit memakai daftar internasional dan pembeli sering membayar pesanan kecil, Midtrans unggul pada biaya dasar ketiga metode yang dibandingkan. Perbedaan itu paling mudah terlewat pada QRIS: persentase metode sama, tetapi pembayaran kecil menanggung tambahan tetap dengan porsi besar terhadap harga jual. Bila akun Xendit mengikuti struktur pada halaman Indonesia, perbandingan harus memakai tarif tersebut. Kontrak merchant, campuran metode pembayaran, dan perlakuan PPN akhirnya menentukan biaya yang dipotong dari penjualan.

Baca juga:

Bagikan:

Berlangganan buletin kami

Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.

0