
Pendanaan startup Asia Tenggara US$7,25 miliar—satu transaksi mendominasi

Ringkasan riset DealStreetAsia bertanggal 25 September 2026 mencatat pendanaan ekuitas startup Asia Tenggara sebesar US$7,25 miliar lewat 217 transaksi pada semester pertama 2026, termasuk putaran Seri C DayOne senilai US$4,5 miliar; jumlah transaksi berada pada titik terendah setidaknya sejak 2018. Total modal naik tajam, tetapi besarnya satu putaran membuat angka utama itu belum menunjukkan pemulihan yang merata.
Menurut liputan The Business Times, perusahaan berkantor pusat di Singapura meraih sekitar US$6,7 miliar lewat 145 transaksi, atau 92% nilai regional, sedangkan Indonesia memperoleh US$104 juta dari 17 transaksi. Vietnam mencatat US$340 juta lewat 10 transaksi dan Malaysia US$203 juta lewat 27 transaksi. Lima putaran terbesar mengambil 75,5% total kawasan, sementara jumlah keseluruhan transaksi turun 5% dibanding semester yang sama tahun sebelumnya.
DayOne mengubah makna lonjakan modal
Putaran DayOne menyumbang sekitar 62,1% dari seluruh nilai pendanaan: US$4,5 miliar dibagi US$7,25 miliar. Jika transaksi operator pusat data tersebut dikeluarkan, putaran lain secara gabungan bernilai sekitar US$2,75 miliar. Satu perusahaan dengan demikian menjelaskan sebagian besar nilai kawasan, sementara seluruh penerima dana lainnya berbagi bagian yang lebih kecil.
Porsi lima putaran terbesar, 75,5%, setara sekitar US$5,47 miliar. Setelah mengurangi putaran DayOne, empat putaran besar lainnya bersama-sama bernilai kira-kira US$0,97 miliar. Sekitar US$1,78 miliar tersisa untuk 212 transaksi di luar kelompok lima teratas. Perhitungan ini memakai total dan persentase yang telah dibulatkan dalam publikasi, sehingga hasilnya adalah perkiraan konsentrasi, bukan nilai pasti masing-masing putaran.
Perbandingan tahunan juga perlu menyebut ukuran kenaikannya dengan tepat. Dari US$1,86 miliar pada semester pertama tahun sebelumnya, total kawasan menjadi hampir 3,9 kali lipat, atau bertambah sekitar 290%. Tanpa DayOne, nilai US$2,75 miliar masih sekitar 48% lebih tinggi daripada pembanding itu. Modal di luar satu transaksi memang meningkat dalam perbandingan tahunan, tetapi pertambahannya jauh lebih kecil daripada kesan yang diberikan total US$7,25 miliar.
Singapura menyerap modal, Indonesia tidak menikmati putaran besar
Perusahaan berkantor pusat di Singapura menerima sekitar dua pertiga jumlah transaksi, tetapi lebih dari sembilan persepuluh nilai pendanaan. Selisih antara porsi transaksi dan porsi modal itu menunjukkan mengapa nominal regional sangat peka terhadap satu putaran raksasa. Bahkan setelah DayOne dikeluarkan dari hitungan, Singapura tetap menjadi penerima modal terbesar; sisanya tidak otomatis berpindah ke perusahaan di negara tetangga.
Ukuran geografis yang dipakai adalah lokasi kantor pusat penerima dana. Karena itu, modal yang dihimpun perusahaan berkantor pusat di Singapura tidak sama dengan jumlah uang yang seluruhnya dibelanjakan di negara tersebut. Perusahaan yang menghimpun dana melalui Singapura dapat memakai modal untuk ekspansi lintas negara. Pembedaan ini penting ketika angka regional dipakai untuk menilai pasar domestik: lokasi badan usaha penerima dan lokasi penggunaan dana menjawab pertanyaan yang berbeda.
Di Indonesia, US$104 juta setara sekitar 1,4% dari nilai kawasan. Angka itu berasal dari 17 transaksi, sehingga tidak menunjukkan bahwa semua perusahaan Indonesia berhenti mendapat pendanaan. Namun, tidak ada perusahaan Indonesia dalam kelompok putaran ekuitas terbesar kawasan yang tercatat dalam liputan tersebut. Bagi pasar Indonesia, kombinasi ini lebih informatif daripada total regional saja: modal masuk, tetapi negara ini tidak ikut mencatat putaran yang mendorong lonjakan paling besar.
Jumlah transaksi dan tahap awal belum ikut pulih
Uraian TNGlobal mencatat 195 transaksi tahap awal, turun 11% secara tahunan, meski nilai pendanaannya naik 56% menjadi US$1,72 miliar; median putaran Seri A juga turun dari US$11,6 juta pada semester kedua 2025 menjadi US$8 juta. Kenaikan uang pada tahap awal dengan transaksi yang lebih sedikit menunjukkan modal terkumpul melalui kelompok kesepakatan yang lebih sempit. Perbandingan median Seri A memakai dua semester berbeda dan tidak berarti setiap perusahaan menerima cek yang lebih kecil.
Jumlah transaksi merupakan ukuran lain untuk menilai seberapa luas pendanaan menjangkau perusahaan. Ketika nilai total naik sementara banyaknya kesepakatan turun, kedua indikator itu mengirim sinyal yang berlainan: investor menempatkan nominal besar, tetapi tidak menambah frekuensi pendanaan. Bagi startup yang mencari modal awal atau lanjutan, total kawasan saja tidak menggambarkan peluang pada setiap tahap usaha.
Data ini mencatat transaksi yang selesai dan modal yang dihimpun, bukan jumlah perusahaan yang mengajukan pendanaan atau ditolak investor. Karena itu, penurunan jumlah transaksi tidak dapat sendirian menjelaskan apakah penyebabnya perubahan selera investor, lebih sedikit pencari modal, atau keduanya. Yang sudah terlihat ialah konsentrasi nilai pada DayOne dan beberapa putaran besar, sementara volume transaksi kawasan melemah.
Publikasi yang tersedia mencakup semester pertama 2026. Data periode berikutnya diperlukan untuk mengetahui apakah frekuensi transaksi akan ikut naik dan apakah modal akan tersebar ke lebih banyak perusahaan, termasuk di Indonesia. Untuk saat ini, kenaikan nilai pendanaan sudah terukur; pemulihan yang merata belum terlihat dalam jumlah kesepakatan.
Baca juga:
Artikel terkait


M Village meraih US$26 juta setelah valuasinya lebih dari dua kali lipat

Ajaib mendapat US$270 juta—modal baru dibawa ke Asia Tenggara

Ajaib mendapat US$270 juta—SBI kini memiliki 20% sahamnya

Bessemer menghimpun US$5,75 miliar—70% investasinya tetap tahap awal

Breedr meraih US$27 juta—rekam jejak sapi menjadi aset bisnis
Berlangganan buletin kami
Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.