
Upwork atau Fiverr: potongan 20% ditukar dengan alur lebih sederhana

Untuk pekerja lepas pemula di Indonesia, Fiverr lebih cocok bila jasa dapat ditawarkan sebagai paket dengan hasil, harga, dan waktu penyerahan yang jelas. Ketentuan penghasilan Fiverr menyebut pekerja lepas menerima 80% dari nilai pesanan yang selesai, sehingga potongan platformnya 20%. Upwork lebih lentur untuk pekerjaan yang perlu dinegosiasikan: halaman biaya Upwork mencantumkan biaya layanan 0%–15% untuk penghasilan dari kontrak berbasis jam, harga tetap, maupun Project Catalog.
Perbedaan utamanya terletak pada cara pekerjaan ditawarkan. Di Fiverr, pekerja lepas menyiapkan Gig agar klien dapat menemukan dan memesan layanan yang sudah dirumuskan. Di Upwork, pekerja lepas dapat menanggapi lowongan dengan proposal, membahas kebutuhan klien, lalu menyepakati kontrak; platform itu juga memiliki Project Catalog untuk layanan berpaket. Karena itu, pilihan awal bergantung pada apakah pekerjaan Anda lebih mudah dijelaskan sebagai produk siap pesan atau sebagai solusi untuk kebutuhan tiap klien.
Berapa penghasilan setelah potongan platform?
Dengan nilai pekerjaan yang sama, potongan Fiverr menghasilkan bagian pekerja lepas yang lebih kecil daripada rentang hasil yang ditampilkan Upwork. Perbandingan berikut adalah hitungan bersyarat dalam dolar AS, sebelum biaya penarikan, konversi mata uang, dan pajak. Ujung 0% pada rentang Upwork bukan tarif yang dijamin untuk setiap lowongan; biaya yang berlaku bergantung pada kontrak dan ketentuannya.
- Jika nilai pekerjaan US$100, bagian pekerja lepas menjadi US$80 di Fiverr dan US$85–US$100 di Upwork.
- Jika nilai pekerjaan US$500, bagiannya menjadi US$400 di Fiverr dan US$425–US$500 di Upwork.
- Jika nilai pekerjaan US$1.000, bagiannya menjadi US$800 di Fiverr dan US$850–US$1.000 di Upwork.
Pada contoh US$500, selisih bagian pekerja lepas adalah US$25 bila kontrak Upwork dikenai biaya 15%, dan US$100 bila biayanya 0%. Selisih itu berasal dari persentase biaya platform, bukan dari anggapan bahwa kedua platform akan menawarkan klien, harga pasar, atau peluang mendapat pesanan yang sama. Untuk menilai sebuah tawaran nyata, persentase Upwork yang ditampilkan pada proposal atau kontrak lebih berguna daripada memakai satu angka tetap untuk seluruh pekerjaan.
Potongan atas penghasilan juga berbeda dari biaya mencari pekerjaan. Upwork menggunakan Connects untuk mengirim proposal; bila perlu membelinya, pengeluaran itu muncul sebelum ada kontrak dan tidak terlihat dalam hitungan hasil bersih di atas. Sementara itu, angka dolar yang tersisa setelah potongan belum sama dengan rupiah yang masuk ke rekening pekerja lepas di Indonesia: kurs, metode pencairan, kemungkinan biaya penyedia pembayaran, dan kewajiban pajak masih perlu diperhitungkan.
Bagaimana pekerjaan pertama diperoleh?
Jalur proposal Upwork cocok ketika keahlian yang sama dapat menjawab kebutuhan klien yang berlainan. Seorang penerjemah, misalnya, dapat menyesuaikan penawaran untuk panjang naskah, tenggat, dan jenis penyuntingan yang diminta dalam tiap lowongan. Keuntungan alur ini ialah ruang untuk membahas cakupan serta harga sebelum bekerja; konsekuensinya, pekerja lepas harus memilih lowongan yang relevan dan menulis proposal yang menjawab kebutuhan khusus klien.
Di Fiverr, titik awalnya adalah Gig yang dapat ditemukan klien. Panduan pembuatan Gig Fiverr menjelaskan bahwa penjual menentukan cakupan, harga, waktu penyerahan, dan revisi; layanan dapat memakai satu harga atau hingga tiga paket. Panduan itu juga menyebut Gig dibuat melalui komputer dan ditinjau sebelum tampil di pasar. Alurnya lebih ringkas bagi pekerja lepas yang sudah tahu persis hasil yang akan diserahkan, tetapi menyiapkan Gig sendiri tidak mendatangkan pesanan.
Batas pekerjaan menjadi penting ketika klien meminta tambahan di luar paket. Paket desain untuk satu hasil akhir, misalnya, perlu membedakan revisi atas hasil tersebut dari permintaan membuat hasil baru; tanpa batas itu, waktu kerja dapat bertambah sementara harga pesanan tetap. Di Upwork, kebutuhan serupa dapat dibahas saat menyusun proposal dan kontrak. Kedua jalur tetap memerlukan penjelasan yang jelas, hanya waktunya berbeda: sebelum Gig dipublikasikan atau saat menanggapi proyek klien.
Bagaimana jika proyek berlanjut atau cakupannya berubah?
Upwork memberi pilihan langsung antara kontrak berbasis jam dan harga tetap. Kontrak jam lebih sesuai ketika tugas berkembang selama pekerjaan berlangsung, sedangkan harga tetap membantu bila hasil dan anggaran dapat disepakati sejak awal. Proyek berulang tidak harus dipecah menjadi layanan siap pesan yang sama setiap kali: hubungan kerja dapat mengikuti cakupan kontrak yang disepakati dengan klien.
Fiverr juga memiliki cara menangani pekerjaan di luar paket, sehingga layanan di sana tidak terbatas pada pesanan satu kali. Namun, ketentuan kerja per jam Fiverr membatasi opsi tersebut bagi pekerja lepas Level One ke atas dan mensyaratkan perkiraan sedikitnya delapan jam dalam penawaran khusus berbasis jam. Bagi akun yang baru dimulai, Gig dengan harga dan hasil yang ditetapkan lebih dulu tetap menjadi jalur yang paling relevan untuk dibandingkan dengan kontrak jam Upwork.
Perbedaan ini terasa pada pekerjaan yang sulit dipatok sejak awal, seperti pemeliharaan situs dengan daftar tugas yang berubah dari minggu ke minggu. Kontrak jam memungkinkan pembayaran mengikuti waktu kerja yang disepakati, sementara paket tetap meminta batas hasil dan revisi yang lebih tegas. Sebaliknya, untuk pekerjaan berulang dengan keluaran yang seragam, paket dapat mempersingkat pembicaraan harga dan cakupan pada setiap pesanan. Jenis proyek, bukan semata besar potongan, menentukan apakah keluwesan kontrak itu bernilai bagi pekerja lepas.
Apakah Fiverr terbukti lebih mudah digunakan?
Dalam studi kegunaan berbasis SUS, skor rata-rata yang dilaporkan ialah 61,01 untuk Fiverr dan 49,80 untuk Upwork, dari 103 responden berusia 18–26 tahun yang merupakan mahasiswa atau lulusan muda. Pembagian jumlah responden per platform berbeda antara abstrak dan bagian hasil makalah tersebut. Sampel ini memberi gambaran pengalaman kelompok yang diteliti, tetapi tidak mewakili semua pekerja lepas Indonesia ataupun mengukur kemudahan memperoleh klien dan penghasilan.
Skor kegunaan situs juga menjawab pertanyaan yang berbeda dari keputusan memilih cara menjual jasa. Seseorang yang sudah memiliki layanan dengan hasil dan revisi yang tetap mungkin lebih mudah memulai lewat Gig. Orang yang perlu memahami masalah klien sebelum menentukan harga bisa merasa jalur proposal lebih sesuai, meskipun ada lebih banyak keputusan sebelum kontrak dimulai. Dalam kedua kasus, kemudahan memakai antarmuka tidak dengan sendirinya menunjukkan peluang mendapat pekerjaan pertama.
Platform mana yang lebih sesuai?
Pilih Fiverr bila Anda dapat menetapkan hasil, tenggat, revisi, dan harga sebelum calon klien datang, serta menerima bagian pendapatan setelah potongan platform. Pilih Upwork bila pekerjaan biasanya membutuhkan pembahasan per klien, berlangsung terus, atau lebih masuk akal ditagih menurut jam. Untuk layanan yang bisa dijual dengan kedua cara, hitungan pada nilai pekerjaan yang sama menunjukkan harga dari alur paket Fiverr: bagian pekerja lepas lebih kecil, sementara keputusan tentang cakupan dan harga dapat diselesaikan sebelum pesanan masuk.
Baca juga:
Artikel terkait


Todoist atau TickTick: integrasi tim dibayar dengan kalender lebih sederhana

Trello atau ClickUp: kesederhanaan murah berhadapan dengan kontrol proyek

Coursera atau Udemy: sertifikat terstruktur dibayar dengan fleksibilitas

Claude AI untuk pemula: pahami batas lima jam sebelum mulai

Canva atau Adobe Express: paket murah belum tentu memberi workflow termudah
Berlangganan buletin kami
Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.