Todoist atau TickTick: integrasi tim dibayar dengan kalender lebih sederhana

|Penulis: Tim Redaksi QUASA|6 mnt baca
Todoist atau TickTick: integrasi tim dibayar dengan kalender lebih sederhana

TickTick lebih cocok jika pekerjaan Anda terutama bersifat pribadi dan perlu dijadwalkan bersama kebiasaan harian. Todoist Business lebih tepat ketika beberapa orang harus berbagi proyek, membagi tanggung jawab, dan menghubungkan tugas dengan alat kerja lain. Pilihan Todoist itu membawa kalender untuk proyek tim, tetapi rangkaian perencanaan pribadi bawaannya lebih sederhana daripada TickTick.

Perbedaannya terlihat saat sebuah tugas berubah dari rencana seseorang menjadi pekerjaan bersama. Menentukan kapan revisi dikerjakan adalah persoalan kalender; memastikan penulis, penyunting, dan penerbit mengetahui tanggung jawab serta akses masing-masing adalah persoalan pengelolaan tim. Karena itu, biaya langganan perlu dibandingkan menurut pekerjaan yang ditangani, bukan hanya menurut banyaknya fitur.

Perencanaan pribadi: tugas dan kebiasaan dalam satu alur

TickTick memberi tempat bagi pengguna yang ingin melihat daftar tugas, jadwal, dan kebiasaan sebagai bagian dari rutinitas yang sama. Pelacak kebiasaan dan pengatur waktu fokus melengkapi tugas yang memiliki tenggat. Ini berguna jika aktivitas berulang, seperti membaca atau berolahraga, ingin dipantau terpisah dari pekerjaan proyek tanpa membuka aplikasi lain.

Todoist memusatkan perhatian pada tugas dan proyek. Tanggal jatuh tempo, prioritas, label, dan filter membantu memilah pekerjaan yang datang dari berbagai konteks. Bagi pekerja yang sudah memiliki kalender atau pengatur waktu pilihan sendiri, susunan ini bisa lebih sesuai: aplikasi tugas tetap menjadi tempat mencatat apa yang harus dilakukan, sedangkan alat lain menangani bagian hari yang sudah terjadwal.

Bayangkan pekerja lepas yang mencatat revisi klien, jadwal pengerjaan, dan kebiasaan membaca pagi; ini contoh ilustratif, bukan hasil pengujian aplikasi. TickTick cocok bila ia ingin mengatur semuanya dalam satu alur. Jika sebagian besar harinya justru dihabiskan untuk menangkap permintaan dari banyak proyek dan memilah prioritas, kelebihan pelacak kebiasaan mungkin tidak menentukan pilihannya.

Time blocking: keduanya punya kalender, dengan cakupan berbeda

Untuk menempatkan tugas ke dalam blok waktu, TickTick memberi lebih banyak alat perencanaan pribadi di sekeliling kalender. Pengguna dapat memberi durasi pada tugas, melihat jadwal melalui beberapa tampilan, lalu mengaitkan rencana hari itu dengan kebiasaan dan sesi fokus. Keuntungan praktisnya terasa ketika daftar pekerjaan perlu diubah menjadi alokasi waktu yang terlihat.

Todoist Pro juga menyediakan tampilan kalender dan durasi tugas; Business menambahkan kalender untuk proyek tim. Jadi, memilih Todoist tidak berarti menyerahkan penjadwalan. Kalender Todoist lebih langsung melayani pengelolaan tugas dan proyek, sedangkan TickTick menempatkan kalender di tengah rangkaian alat untuk mengatur hari seseorang.

Bila jadwal sering bergeser, pertanyaan yang membedakan keduanya ialah apa yang harus ikut terlihat saat sebuah blok dipindahkan. Jika kebiasaan, tugas, dan waktu fokus perlu dibaca bersama, TickTick memberi konteks lebih lengkap. Jika yang perlu dipindahkan terutama tanggal dan durasi tugas, sementara rapat tetap dikelola di kalender lain, kalender Todoist dapat mencukupi.

Pembagian tugas: kapan daftar bersama tidak cukup

Todoist Business mempunyai keunggulan yang lebih jelas ketika pekerjaan perlu dimiliki dan dikelola oleh tim. Rincian paket Todoist mencantumkan ruang kerja bersama, hingga 500 proyek tim, folder proyek, peran dan izin, catatan aktivitas, serta penagihan terpusat. Paket itu juga memuat tampilan kalender untuk proyek tim, sehingga pengaturan akses dan penjadwalan berada dalam ruang kerja yang sama.

TickTick mendukung daftar bersama dan penugasan, sehingga koordinasi ringan tidak otomatis menuntut Business. Dua orang yang hanya perlu mengetahui tugas masing-masing dalam satu daftar mungkin sudah mendapatkan fungsi yang mereka cari. Kebutuhannya berubah ketika proyek harus dikelompokkan, akses dibedakan, dan pekerjaan tetap mudah dikelola saat anggota tim berganti.

Dalam alur ilustratif dari penulis ke penyunting lalu ke penerbit, daftar bersama dapat menampung tugas pada setiap tahap. Ruang kerja tim menjadi lebih bernilai bila beberapa proyek berjalan sekaligus dan orang yang mengelolanya perlu mengatur siapa yang dapat masuk ke tiap proyek. Di titik itu, kelengkapan kalender pribadi TickTick tidak menggantikan kontrol proyek dan izin dalam Todoist Business.

Integrasi menentukan tempat tugas masuk ke pekerjaan tim

Keunggulan integrasi Todoist relevan jika tugas muncul dari percakapan atau perlu dicatat bersama waktu pengerjaannya. Perbandingan The Digital Project Manager mencantumkan Microsoft Teams dan Toggl Track di antara integrasi Todoist, sementara kedua aplikasi sama-sama memiliki koneksi ke layanan kalender dan otomatisasi tertentu. Dengan demikian, keputusan tidak bergantung pada ada atau tidaknya integrasi sama sekali, melainkan pada alat kerja yang benar-benar dipakai tim.

TickTick menawarkan jalan lain untuk pengguna pribadi: kalender, pelacak kebiasaan, dan alat fokus berada di dalam aplikasi tugas itu sendiri. Todoist lebih masuk akal ketika tim sudah bekerja melalui layanan pesan, kalender, atau pencatatan waktu dan ingin tugas terhubung ke layanan tersebut. Integrasi membantu memindahkan informasi antaralat; peran dan izin Business mengatur pekerjaan setelah informasi itu masuk ke ruang kerja tim.

Biaya tahunan per orang: bandingkan kemampuan yang dibeli

Paket Premium TickTick tercantum seharga US$49,99 per tahun untuk satu pengguna, dengan beberapa tampilan kalender, durasi tugas, dan pengingat email. Versi gratisnya menyediakan kalender dasar dan membatasi kapasitas daftar serta kebiasaan. Dengan demikian, harga Premium paling tepat dibaca sebagai biaya memperluas perencanaan pribadi, meskipun daftar dapat dibagikan.

Harga standar Todoist Pro adalah US$60 per pengguna per tahun pada penagihan tahunan. Selisih terhadap TickTick Premium adalah US$10,01 per orang per tahun. Pro memberi kalender dan durasi tugas, tetapi keputusan membayarnya lebih masuk akal bila struktur pengelolaan tugas dan hubungan dengan alat lain lebih penting bagi Anda daripada pelacak kebiasaan bawaan.

Tarif Todoist Business adalah US$96 per pengguna per tahun pada penagihan tahunan. Itu berarti tambahan US$36 per orang dibanding Pro. Untuk contoh ilustratif tim beranggotakan lima orang, biaya tahunan Business menjadi US$480; lima langganan TickTick Premium pada harga yang tercantum menjadi US$249,95. Angka kedua membeli langganan pribadi bagi tiap orang, sedangkan Business membeli ruang kerja dan pengelolaan tim, sehingga selisih tagihan tidak menunjukkan bahwa kedua susunan memberi kontrol yang sama.

Harga dolar AS tersebut merupakan dasar perbandingan paket, bukan kepastian jumlah yang akan muncul dalam rupiah. Kanal pembelian, kurs, dan pajak dapat memengaruhi tagihan akhir. Yang lebih menentukan ialah apakah biaya tambahan Business dipakai untuk mengelola proyek dan akses bersama, atau tim hanya membutuhkan beberapa daftar yang dapat dibagikan.

Pilihan untuk pekerjaan yang Anda jalankan

Pilih TickTick ketika pekerjaan sebagian besar dikelola sendiri dan Anda akan memakai kalender, durasi tugas, serta pelacak kebiasaan secara rutin. Pilih Todoist Pro jika fokusnya ialah menangkap dan mengatur tugas sambil mempertahankan alat kalender atau pencatatan waktu yang sudah digunakan.

Untuk tim kecil, kebutuhan akan daftar bersama saja belum tentu menuntut langganan Business. Namun, ketika proyek perlu dikelompokkan dalam satu ruang kerja, akses harus diatur, dan pembayaran ingin dikelola bersama, Todoist Business memberi kemampuan yang berbeda dari langganan perencanaan pribadi TickTick. Pada kebutuhan itulah biaya tambahan dan kalender yang lebih sederhana menjadi pertukaran yang masuk akal.

Baca juga:

Bagikan:

Berlangganan buletin kami

Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.

0