Startup dan Bisnis

Ajaib mendapat US$270 juta—SBI kini memiliki 20% sahamnya

|Penulis: Tim Redaksi QUASA|4 mnt baca| 2
Ajaib mendapat US$270 juta—SBI kini memiliki 20% sahamnya

Pada 28 Agustus 2026, laporan Katadata mengenai pendanaan Ajaib mencatat investasi strategis US$270 juta dari SBI Holdings, yang membuat total pendanaan perusahaan sejak berdiri pada 2019 melampaui US$500 juta. Dana baru itu akan digunakan untuk memperluas perekrutan di Indonesia dan mendukung lini bisnis Ajaib di Asia Tenggara, dengan porsi terbesar diharapkan tetap ditanamkan di Indonesia.

Pada tanggal yang sama, pengumuman resmi SBI Holdings menyatakan grup keuangan Jepang tersebut memperoleh 20% saham Ajaib melalui anak usahanya, sehingga Ajaib menjadi perusahaan afiliasi yang dicatat dengan metode ekuitas. Transaksi itu memberi SBI kepemilikan minoritas strategis, bukan kendali penuh atas Ajaib.

Nilai investasi dan porsi saham mengukur hal berbeda

Transaksi SBI senilai US$270 juta menghasilkan kepemilikan 20% atas Ajaib Group.

Nilai investasi menunjukkan besarnya putaran pendanaan yang diumumkan, sedangkan porsi saham menunjukkan bagian kepemilikan SBI setelah transaksi. Keduanya tidak cukup untuk menjelaskan seluruh struktur kesepakatan karena perusahaan belum membuka rincian mengenai jenis saham, hak investor, komponen saham baru atau saham lama, maupun syarat ekonomi lainnya.

Karena itu, membagi nominal investasi dengan persentase kepemilikan hanya menghasilkan perkiraan aritmetis, bukan valuasi resmi. Perhitungan tersebut akan mengandaikan bahwa seluruh dana membeli saham dengan harga dan hak yang sama, padahal kondisi itu belum dijelaskan kepada publik.

Forbes menyebut putaran tersebut sebagai Seri C dan mencatat bahwa valuasi terbaru Ajaib tidak dipublikasikan, meski perusahaan menilai valuasinya meningkat dibandingkan putaran Seri B senilai US$153 juta pada 2021. Dengan demikian, nominal valuasi yang beredar dari perhitungan sederhana tidak dapat diperlakukan sebagai angka yang telah disepakati atau diumumkan kedua pihak.

Mengapa SBI memilih kepemilikan strategis

Bagi SBI, Ajaib menawarkan pijakan langsung di pasar investasi ritel Indonesia sekaligus bisnis yang mencakup instrumen keuangan konvensional dan aset digital. Ajaib bermula sebagai perusahaan sekuritas daring, kemudian berkembang menjadi platform yang menyediakan akses ke saham, obligasi, reksa dana, ETF, aset kripto, stablecoin, komoditas, valuta asing, pembayaran, dan simpanan.

Profil itu selaras dengan strategi SBI membangun jaringan bisnis aset digital di Asia. Grup Jepang tersebut telah memiliki kegiatan di bidang bursa aset kripto, penyediaan likuiditas, stablecoin, tokenisasi, dan infrastruktur blockchain. Ajaib memberi SBI mitra lokal yang telah memiliki operasi, merek, dan basis pengguna di Indonesia, sementara Ajaib memperoleh akses ke modal serta pengalaman keuangan lintas pasar milik SBI.

Status sebagai afiliasi metode ekuitas juga menunjukkan hubungan yang lebih dalam daripada kemitraan pemasaran atau distribusi biasa. Namun, belum ada informasi publik mengenai kursi dewan, hak veto, pembagian hak suara, atau keputusan operasional yang memerlukan persetujuan SBI. Produk bersama dan jadwal peluncurannya juga belum diumumkan.

Modal diarahkan ke perekrutan dan bisnis regional

Ajaib memperluas pengembangan produk dan perekrutan di Indonesia dengan modal baru.

Penggunaan dana yang paling konkret sejauh ini adalah perluasan perekrutan Ajaib di Indonesia. Perusahaan juga berencana menyalurkan modal ke berbagai lini bisnisnya di Asia Tenggara, tetapi belum memerinci negara, unit usaha, atau produk yang akan menerima alokasi.

Belum tersedia pula pembagian anggaran untuk teknologi, pengembangan produk, pemasaran, kepatuhan, perizinan, atau penambahan tenaga kerja. Artinya, pengumuman tersebut menetapkan arah penggunaan modal, tetapi belum menyediakan sasaran operasional yang dapat dipakai untuk mengukur pelaksanaannya.

Istilah bisnis regional tidak otomatis berarti Ajaib telah memutuskan masuk ke pasar baru. Sampai ada rincian tambahan, rencana itu lebih tepat dibaca sebagai ruang alokasi bagi operasi grup di kawasan, sedangkan komitmen yang paling jelas tetap berada pada penguatan kapasitas di Indonesia.

Dampaknya bagi persaingan platform investasi Indonesia

Dukungan strategis SBI memperbesar kapasitas Ajaib dalam persaingan platform investasi Indonesia.

Tambahan modal memperbesar kemampuan Ajaib membiayai pengembangan produk, teknologi, kepatuhan, dan operasi untuk jangka yang lebih panjang. Dalam persaingan platform investasi, kapasitas tersebut dapat digunakan untuk memperluas pilihan aset, memperbaiki pengalaman pengguna, menjaga keamanan, atau meningkatkan kualitas layanan.

Dukungan SBI berpotensi menjadi pembeda jika kemitraan itu menghasilkan akses ke likuiditas, teknologi tokenisasi, infrastruktur aset digital, atau produk lintas negara. Namun, dampak bagi nasabah belum dapat diukur sebelum kedua perusahaan mengumumkan integrasi atau layanan yang benar-benar diluncurkan.

Pendanaan besar juga tidak dengan sendirinya membuktikan kenaikan pangsa pasar Ajaib. Hasil akhirnya bergantung pada eksekusi, kepatuhan terhadap regulasi Indonesia, kualitas produk, serta kemampuan perusahaan memperoleh dan mempertahankan pengguna. Platform pesaing tetap dapat merespons melalui biaya, fitur, pilihan instrumen, dan kemitraan strategis lain.

Pada tingkat industri, transaksi ini menunjukkan bahwa investor internasional masih bersedia menempatkan modal besar pada perusahaan teknologi keuangan Indonesia. Namun, satu putaran pendanaan belum cukup untuk menyimpulkan bahwa pendanaan startup nasional secara keseluruhan telah pulih.

Rincian yang masih ditunggu

Keadaan transaksi yang telah terkonfirmasi mencakup masuknya SBI sebagai pemegang saham minoritas strategis, perubahan status Ajaib menjadi afiliasi metode ekuitas, peningkatan total pendanaan, serta rencana penggunaan modal untuk Indonesia dan operasi regional. Yang belum terbuka adalah valuasi resmi, struktur saham, hak tata kelola, alokasi anggaran, target perekrutan, dan bentuk produk bersama.

Perkembangan berikutnya akan terlihat dari realisasi penambahan tenaga kerja di Indonesia, pilihan bisnis yang diperbesar di Asia Tenggara, dan bentuk kolaborasi komersial kedua perusahaan. Sebelum rincian itu tersedia, konsekuensi yang dapat dipastikan adalah bertambahnya kapasitas pendanaan Ajaib dan masuknya SBI ke dalam struktur kepemilikannya.

Baca juga:

Bagikan:

Berlangganan buletin kami

Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.

0