ESOP atau phantom shares: saham nyata dibayar dengan kerumitan

|Penulis: Tim Redaksi QUASA|6 mnt baca| 1
ESOP atau phantom shares: saham nyata dibayar dengan kerumitan

Untuk startup Indonesia, ESOP lebih sesuai bila karyawan memang diharapkan menjadi pemegang saham dan perusahaan siap mengelola perubahan kepemilikan. Phantom shares lebih sesuai bila imbalan cukup mengikuti nilai perusahaan tanpa menambah pemegang saham, asalkan perusahaan mampu menyediakan kas saat pembayaran tiba. Panduan insentif karyawan Indonesia menjelaskan bahwa opsi ESOP dapat menggunakan saham baru atau saham yang sudah ada, sedangkan phantom shares memberi pembayaran tunai yang terkait nilai saham atau kinerja perusahaan tanpa menerbitkan saham.

Pertukaran biayanya berbeda. Penerbitan saham baru dapat mengurangi persentase pemilik lama; penggunaan saham lama memindahkan kepemilikan dari pemilik yang menjualnya. Phantom shares mempertahankan jumlah saham, tetapi kenaikan nilai perusahaan dapat memperbesar tagihan tunai. Vesting dapat mengatur kapan hak diperoleh dalam kedua skema, tanpa mengubah perbedaan antara kepemilikan dan klaim pembayaran itu.

Kapan karyawan benar-benar menjadi pemilik?

Karyawan yang telah memperoleh saham dengan hak suara ikut memberikan suara dalam RUPS perseroan.

Dalam ESOP berbentuk opsi, pemberian opsi dan kepemilikan saham adalah dua tahap berbeda. Opsi yang sudah vested memberi karyawan hak untuk membeli saham menurut ketentuan program; karyawan baru menjadi pemegang saham setelah opsi dilaksanakan dan saham diperoleh. UU Perseroan Terbatas mengaitkan hak menghadiri RUPS, memberikan suara, dan menerima dividen dengan saham yang telah dicatat atas nama pemiliknya dalam daftar pemegang saham.

Hak suara juga bergantung pada klasifikasi saham. Anggaran dasar perseroan dapat mengatur saham dengan atau tanpa hak suara, sehingga janji kepemilikan perlu menyebut jenis saham yang kelak diterima karyawan. Penerima unit phantom tetap berada di luar daftar pemegang saham karena unit tersebut adalah hak berdasarkan ketentuan program, bukan saham yang diterbitkan kepadanya. Ia memperoleh pembayaran sesuai rumus dan pemicu yang disepakati, tetapi unit itu sendiri tidak memberinya suara dalam RUPS.

Dilusi bergantung pada asal saham

Bila ESOP dipenuhi melalui penerbitan saham baru, jumlah saham bertambah ketika penerbitan dilakukan. Sebagai ilustrasi matematis, jika saham baru memberi karyawan 1% dari seluruh saham setelah penerbitan, bagian gabungan pemilik sebelumnya menjadi 99%. Sebelum opsi dilaksanakan, saham itu belum berada di tangan karyawan; meski demikian, jumlah opsi yang dijanjikan perlu diperhitungkan saat pemilik menilai potensi dilusi.

Jika karyawan membeli saham yang sudah dimiliki pemegang saham lama, jumlah saham perseroan tetap. Bagian penjual berkurang dan bagian karyawan bertambah. Perbedaan ini penting bagi founder: kalimat “memberi 1% saham” belum menjelaskan apakah seluruh pemilik lama akan terdilusi atau seorang pemilik akan mengalihkan bagiannya. Pada phantom shares, tidak ada perpindahan persentase kepemilikan. Biaya ekonominya muncul sebagai kewajiban pembayaran menurut ketentuan program, yang dapat meningkat seiring nilai perusahaan.

Berapa kas pada tiga nilai perusahaan?

Hak phantom sebesar 1% menghasilkan pembayaran berbeda pada tiga nilai ekuitas hipotetis.

Contoh ini sepenuhnya hipotetis. Anggap seorang karyawan telah memperoleh seluruh haknya atas pembayaran phantom sebesar 1% dari nilai ekuitas perusahaan saat exit. Pada nilai ekuitas Rp10 miliar, perusahaan perlu membayar Rp100 juta. Pada Rp30 miliar, pembayaran menjadi Rp300 juta; pada Rp80 miliar, menjadi Rp800 juta. Perhitungan tersebut mengandaikan hak atas nilai penuh, tanpa batas pembayaran atau penyesuaian lain dalam kontrak.

Jika karyawan memegang 1% saham nyata pada tiga nilai ekuitas yang sama, nilai kotor teoritis bagiannya juga Rp100 juta, Rp300 juta, dan Rp800 juta. Nilai itu tidak otomatis menjadi tagihan kas bagi perusahaan saat exit: hasil yang diterima bergantung pada harga penjualan saham dan ketentuan transaksi. Bila saham diperoleh lewat opsi, karyawan juga harus memperhitungkan harga pelaksanaan yang dibayarnya. Perbandingan nilai kotor ini belum memasukkan pajak, biaya transaksi, maupun hak ekonomi yang berbeda antarjenis saham.

Rumus phantom dapat menghasilkan angka lain walaupun unitnya disebut setara 1%. Program yang hanya membayar kenaikan nilai memakai selisih antara nilai awal dan nilai saat pemicu terjadi, bukan seluruh nilai saat exit. Pemicu pembayaran pun menentukan kebutuhan kas: pembayaran yang dijadwalkan pada tanggal tetap harus didanai meskipun belum ada penjualan perusahaan. Sebaliknya, pembayaran saat exit dapat diselaraskan dengan transaksi, tetapi perusahaan tetap perlu menetapkan dari mana dan kapan dana untuk karyawan disediakan.

Cliff mengubah hasil ketika karyawan keluar

Jadwal vesting menentukan bagian hak yang telah diperoleh sebelum hubungan kerja berakhir. Penjelasan vesting Carta menggambarkan pola empat tahun dengan cliff satu tahun: 25% hak diperoleh setelah tahun pertama, kemudian sisanya bertambah setiap bulan. Ini contoh pola, bukan jadwal wajib bagi setiap startup Indonesia; ketentuan programlah yang menentukan hasil bagi karyawan tertentu.

Dengan pola hipotetis itu, karyawan yang keluar pada bulan ke-10 belum memperoleh bagian paketnya. Jika ia keluar pada bulan ke-18, bagian yang telah vested mencapai 37,5%: 25% pada akhir tahun pertama dan 12,5% selama enam bulan berikutnya. Pada contoh phantom 1% berbasis nilai penuh dengan nilai ekuitas Rp30 miliar, bagian yang telah vested setara Rp112,5 juta. Angka tersebut belum berarti pembayaran langsung jatuh tempo, karena waktu pencairan mengikuti pemicu dalam program.

Pada ESOP berbentuk opsi, karyawan yang keluar setelah cliff mungkin masih harus melaksanakan opsi yang telah vested dalam tenggat yang ditentukan. Bila ia sudah memperoleh saham, pertanyaannya bergeser ke syarat pengalihan atau pembelian kembali saham tersebut. Untuk phantom shares, aturan program perlu menentukan apakah hak yang telah vested tetap berlaku setelah karyawan keluar, termasuk bila exit terjadi belakangan. Dua orang dengan masa kerja sama dapat menerima hasil berbeda jika ketentuan keluar mereka berbeda.

Administrasi saham dan kewajiban kas

ESOP memerlukan keputusan tentang asal saham, jumlah yang dialokasikan, harga pelaksanaan opsi, klasifikasi saham, serta pencatatan ketika kepemilikan berubah. Persyaratan penawaran efek juga perlu diperhatikan jika rancangan program menjangkau banyak peserta atau melibatkan perusahaan terbuka. Peraturan OJK tentang penawaran efek membedakan penawaran umum berdasarkan cara penawaran, jumlah pihak yang ditawari atau membeli, serta nilai penawaran dalam kondisi tertentu. Penerapannya bergantung pada rancangan penawaran, bukan semata-mata pada label ESOP.

Phantom shares menghindari pekerjaan menerbitkan atau mengalihkan saham kepada peserta, tetapi membutuhkan administrasi hak yang teliti. Perusahaan harus mencatat unit tiap karyawan, bagian yang telah vested, dasar penilaian, pemicu pembayaran, dan perlakuan ketika hubungan kerja berakhir. Untuk rencana berbasis nilai penuh, penilaian perusahaan yang meningkat dapat memperbesar kebutuhan kas meski perusahaan belum menerima uang dari transaksi apa pun. Kesederhanaan tabel pemegang saham karena itu harus ditimbang bersama kemampuan membayar tagihannya.

Memilih menurut kondisi perusahaan dan karyawan

Urutan keputusan yang berguna dimulai dari sumber pembayaran dan tujuan insentif, lalu beralih ke kesiapan mengelola saham:

  • Jika pembayaran tunai besar saat pemicu sulit dijamin, sementara pemilik siap menerima dilusi atau mengalihkan saham, ESOP patut dipertimbangkan. Tentukan asal saham sejak awal agar biaya kepemilikannya terlihat.
  • Jika perusahaan ingin mempertahankan struktur pemegang saham dan mempunyai sumber kas yang masuk akal saat pembayaran, phantom shares dapat memenuhi tujuan partisipasi finansial. Uji rumusnya pada beberapa nilai perusahaan, termasuk nilai yang jauh lebih tinggi dari perkiraan awal.
  • Jika karyawan perlu menjadi pemilik dengan hak korporasi yang ditentukan, pilih instrumen saham dan jelaskan klasifikasinya. Jika yang ditawarkan hanya bagian dari hasil ekonomi perusahaan, jelaskan rumus phantom tanpa menyebutnya sebagai kepemilikan.
  • Untuk kedua skema, tentukan akibat keluar sebelum dan sesudah cliff. Pada opsi, sertakan tenggat pelaksanaan; pada phantom shares, tentukan apakah hak yang telah vested tetap dibayar dan kapan.

Baca juga:

Bagikan:

Berlangganan buletin kami

Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.

0