Digital twin masuk agenda infrastruktur, tetapi talenta menjadi penentu

Pada 26 Agustus 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menempatkan digital twin bersama AI, pusat data, dan semikonduktor sebagai fondasi ekonomi digital Indonesia. Arahan itu disampaikan secara daring dalam The 13th International Conference on ICT for Smart Society; siaran pers Kemenko Perekonomian membingkainya sebagai upaya meningkatkan produktivitas, daya saing, dan pertumbuhan yang inklusif.
Pada perkembangan yang sama, pemerintah menempatkan infrastruktur, talenta, dan investasi sebagai tiga pilar penguatan ekosistem AI. Laporan ANTARA pada 27 Agustus juga mencatat bahwa digital twin telah diarahkan untuk menjembatani lingkungan digital dan fisik, termasuk dalam visi kota cerdas Ibu Kota Nusantara dan modernisasi infrastruktur ketenagalistrikan. Statusnya tetap berupa arah kebijakan dan pengembangan, bukan pengumuman bahwa seluruh proyek infrastruktur telah menerapkan digital twin.
Dari agenda ekonomi digital ke infrastruktur

Masuknya digital twin ke agenda nasional memperkuat arah yang sebelumnya sudah terlihat di sektor pekerjaan umum. Dalam catatan resmi FIDIC Asia Pacific Conference di Bali pada Agustus 2025, Direktorat Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PU mencantumkan BIM, IoT, dan digital twin sebagai teknologi dalam strategi pembangunan infrastruktur menuju Visi Indonesia Emas 2045.
Dua perkembangan tersebut berhubungan, tetapi tidak identik. Arahan Airlangga mencakup ekosistem ekonomi digital secara luas, sedangkan paparan Kementerian PU menempatkan teknologi itu dalam konteks rekayasa, konstruksi, dan pembiayaan infrastruktur. Keduanya belum menetapkan proyek baru, kewajiban penggunaan, anggaran khusus, standar pertukaran data, atau jadwal penerapan nasional.
Karena itu, istilah “masuk agenda” perlu dibaca sebagai pengakuan atas peran teknologi dan kebutuhan ekosistem pendukung. Belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa setiap jalan, jembatan, gedung, bendungan, atau jaringan utilitas publik telah memiliki representasi digital yang terhubung dengan kondisi lapangan.
Digital twin membutuhkan rantai kerja yang utuh

Implikasi bagi tenaga kerja tidak berhenti pada munculnya satu jabatan bernama spesialis digital twin. Sistem semacam ini baru dapat mendukung keputusan ketika informasi desain, kondisi fisik, dan data operasi memiliki identitas yang konsisten serta dapat ditelusuri. Nilainya ditentukan oleh rangkaian pekerjaan sejak data dikumpulkan sampai hasil analisis dinilai oleh pihak yang bertanggung jawab atas aset.
Peta peran tersebut dapat dibagi menjadi lima lapisan yang saling bergantung:
- Pengumpulan dan pengendalian data mencatat kondisi lapangan, lokasi, waktu, metode pengukuran, serta data yang hilang atau tidak wajar.
- Pemodelan BIM menyusun informasi desain dan konstruksi agar komponen fisik dapat dikaitkan dengan model, dokumen, jadwal, dan catatan operasi.
- Integrasi IoT dan sistem menghubungkan perangkat lapangan, basis data, serta platform proyek sehingga pembaruan masuk ke catatan komponen yang tepat.
- Analisis dan simulasi membaca perubahan kondisi, membandingkan skenario, dan menilai konsekuensi sebelum rekomendasi diteruskan.
- Keputusan teknik melibatkan insinyur, kontraktor, pengelola aset, dan pemilik proyek untuk mempertimbangkan keselamatan, biaya, risiko, serta kewenangan tindakan.
Rantai itu menjelaskan mengapa talenta menjadi penentu. Model BIM yang rinci kehilangan kegunaan jika penamaan aset di lapangan berbeda. Sensor juga tidak otomatis menghasilkan keputusan apabila pembacaannya tidak dikalibrasi, tidak memiliki konteks teknik, atau tidak dapat dihubungkan dengan komponen yang benar.
Keahlian digital harus bertemu pengetahuan konstruksi
Kebutuhan kompetensi berada di pertemuan antara teknologi informasi dan pekerjaan rekayasa. Di sisi digital, proyek memerlukan kemampuan mengelola struktur informasi BIM, basis data, integrasi antarsistem, perangkat IoT, visualisasi, keamanan, dan analisis. Di sisi teknik, hasilnya harus dipahami dalam konteks desain, metode konstruksi, mekanikal-elektrikal, keselamatan, pemeliharaan, dan operasi aset.
Kolaborasi lintas profesi bukan sekadar pelengkap. Tim data dapat menemukan pola atau anomali, tetapi insinyur lapangan perlu menentukan apakah pola itu masuk akal secara fisik. Koordinator BIM memahami hubungan antarobjek dalam model, sedangkan pengelola aset menentukan informasi yang diperlukan untuk inspeksi, pemeliharaan, atau respons terhadap gangguan.
Kualitas data juga merupakan bagian dari pekerjaan, bukan hanya fitur perangkat lunak. Tata nama komponen, versi model, hak akses, dokumentasi perubahan, validasi sumber, dan jejak persetujuan menentukan apakah informasi dapat dipercaya. Tanpa disiplin tersebut, representasi digital yang terlihat lengkap justru dapat menciptakan kepastian semu bagi pengambil keputusan.
Implementasi masih menunggu keputusan operasional

Yang telah terkonfirmasi dari perkembangan 26 Agustus 2026 adalah posisi digital twin dalam agenda ekonomi digital pemerintah dan penekanan pada infrastruktur, talenta, serta investasi sebagai penopang transformasi. Di sektor pekerjaan umum, BIM, IoT, dan digital twin juga telah disebut dalam pembicaraan strategis. Yang belum diumumkan adalah mandat nasional baru beserta cakupan proyek, standar data, anggaran, target tenaga kerja, dan ukuran keberhasilannya.
Perkembangan berikutnya perlu terlihat pada keputusan yang lebih konkret: aset atau proyek yang diprioritaskan, pihak yang bertanggung jawab atas mutu data, cara sistem saling bertukar informasi, mekanisme pembiayaan, serta indikator manfaat bagi operasi infrastruktur. Rincian tersebut akan menunjukkan apakah kebutuhan tenaga kerja berkembang menjadi jabatan khusus atau terutama berupa peningkatan kompetensi pada peran yang sudah ada.
Dengan demikian, agenda teknologinya sudah terlihat, tetapi hasilnya belum dapat dinilai dari pengumuman kebijakan saja. Digital twin pada infrastruktur akan bergantung pada kemampuan organisasi menghubungkan pekerjaan lapangan, model BIM, perangkat IoT, analisis data, dan keputusan teknik dalam satu alur yang dapat dipertanggungjawabkan.
Berlangganan buletin kami
Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.