Saturn punya pola 10 sisi—keunikan heksagon utaranya kini dipertanyakan

Rilis ESA/Hubble pada 2 September 2026 mengungkap gelombang atmosfer raksasa bersisi sepuluh yang mengelilingi kutub selatan Saturnus. Pola yang ditemukan melalui rangkaian pengamatan Hubble itu berada di dalam aliran jet, menembus beberapa lapisan atmosfer, dan menjadi pola jet besar bersisi teratur pertama yang teramati di belahan selatan planet tersebut; hasil penelitiannya diterbitkan di Science Advances.
Temuan ini mempertanyakan keunikan heksagon utara dalam batas yang spesifik: kini ada dua gelombang poligonal besar yang diketahui di Saturnus. Namun, keduanya belum dapat disebut kembar; laporan Associated Press menyebut panjang satu sisi decagon melampaui 16.700 kilometer dan pergeserannya ke timur sekitar 10 kilometer per jam, sementara heksagon praktis menetap dan telah terlihat oleh wahana antariksa selama lebih dari 40 tahun.
Jejak awal datang dari pengamatan berbasis darat

Decagon tidak dikenali dari satu potret yang langsung memperlihatkan bentuk sempurna. Petunjuk awal berupa pita bergelombang samar muncul dalam citra Saturnus yang dihimpun dari observatorium berbasis darat. Agustín Sánchez-Lavega dari University of the Basque Country bersama astronom amatir Trevor Barry dan Jean-Paul Oger kemudian menandai struktur mencurigakan tersebut.
Kronologi pengamatan NASA mencatat bahwa pita itu pertama dikenali dalam citra darat pada 2024, terlihat lebih meyakinkan pada 2025, lalu ditemukan kembali dalam data Hubble hingga 2023; karena citra Cassini sampai 2017 tidak menunjukkan formasi selatan berumur panjang, tim memperkirakan pola tersebut mungkin terbentuk dalam jeda 2017–2023 ketika kutub selatan sulit diamati dari Bumi.
Urutan ini memisahkan waktu pengenalan dari kemungkinan waktu pembentukan. Decagon sudah terekam dalam arsip Hubble sebelum pengamat mengenalinya sebagai pola bersisi sepuluh. Kontribusi astronom amatir tetap menentukan karena petunjuk merekalah yang mendorong peneliti menyusun kembali observasi dari beberapa tahun dan mengikuti struktur itu sepanjang rotasi Saturnus.
Hubble kemudian memberi tampilan yang lebih tajam tanpa pengaburan atmosfer Bumi. Rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa garis yang semula halus menjadi semakin tegas, sehingga temuan ini bukan sekadar penafsiran atas satu bingkai atau satu kondisi pencahayaan.
Decagon selatan bukan salinan heksagon utara

Perbedaan terpenting terletak pada kestabilan dan geraknya. Heksagon utara hampir tidak bergeser terhadap sistem koordinat Saturnus, sedangkan decagon selatan bermigrasi perlahan ke timur. Sudut-sudut pola selatan karena itu tidak terus berada pada bujur yang sama.
Lokasinya juga berlawanan: heksagon mengelilingi kutub utara, sementara decagon berada di sekitar kutub selatan. Keduanya merupakan gelombang atmosfer yang mengikuti aliran jet, tetapi jumlah sisi tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa mekanisme pembentukannya identik.
Dalam ukuran, decagon sangat besar—satu sisinya saja lebih panjang daripada diameter Bumi. Namun, skala tidak membuktikan daya tahan. Heksagon mempunyai catatan pengamatan lintas dekade, sedangkan pola selatan baru dapat ditelusuri dalam rangkaian data beberapa tahun dan belum diketahui apakah akan menetap.
Karena itu, frasa bahwa keunikan heksagon “dipertanyakan” tidak berarti heksagon telah kehilangan seluruh keistimewaannya. Yang gugur adalah anggapan bahwa Saturnus hanya mempunyai satu pola jet raksasa dengan batas poligonal. Rekor kestabilan heksagon utara masih belum tertandingi.
Pengamatan pada beberapa panjang gelombang mengungkap kedalaman pola
Posisi tampak decagon sedikit berubah ketika Saturnus diamati pada panjang gelombang berbeda. Setiap rentang panjang gelombang menelusuri ketinggian atmosfer yang berlainan, sehingga pergeseran itu menunjukkan bahwa bentuk tersebut bukan sekadar batas warna pada puncak awan.
Gelombangnya memanjang secara vertikal melalui beberapa lapisan atmosfer. Temuan ini penting karena model pembentukan harus menjelaskan struktur tiga dimensi, bukan hanya geometri sepuluh sisi yang terlihat dari atas.
Pola poligonal dapat muncul ketika gelombang yang berkelok terperangkap dalam aliran jet, tetapi penjelasan umum itu belum menyelesaikan kasus Saturnus. Belum diketahui mengapa gelombang selatan membentuk sepuluh sisi, kondisi apa yang memicunya, atau mengapa pola serupa tidak terlihat dalam pengamatan terdahulu.
Mengapa decagon mungkin masih berkembang

Dugaan bahwa decagon masih berkembang bertumpu pada perubahan yang benar-benar teramati: pola tersebut menjadi semakin jelas sepanjang rangkaian pengamatan, sementara posisinya terus bergeser. Ini merupakan petunjuk tentang keadaan dinamisnya, bukan bukti bahwa bentuk itu pasti akan tumbuh atau bertahan.
Statusnya berbeda dari heksagon yang telah menunjukkan ketahanan dalam periode panjang. Decagon dapat menjadi lebih teratur, mencapai konfigurasi stabil, terus berubah, atau akhirnya terurai. Data yang tersedia belum dapat menentukan hasil mana yang paling mungkin.
Pengamatan lanjutan dengan Hubble, James Webb Space Telescope, teleskop berbasis darat, dan pemodelan komputer diperlukan untuk memetakan hubungan antara awan, kabut, angin, serta suhu pada ketinggian berbeda. Perubahan musim yang membuat belahan selatan semakin mudah diamati juga akan memberi rangkaian data yang lebih lengkap.
Untuk saat ini, kesimpulannya terbatas tetapi jelas: Saturnus memiliki gelombang atmosfer sepuluh sisi yang terkonfirmasi di selatan, selain heksagon berumur panjang di utara. Decagon memberi ilmuwan pembanding baru untuk menguji bagaimana aliran jet planet raksasa membentuk pola poligonal, tetapi umur, penyebab, dan bentuk akhirnya masih menjadi pertanyaan terbuka.
Baca juga:
Berlangganan buletin kami
Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.