
Pendanaan startup 2026 tercatat 23 perusahaan—10 putaran tanpa nilai

Per 18 Oktober 2026, sensus 1001startup.id mencatat peristiwa pendanaan pada 23 dari 499 perusahaan rintisan Indonesia di basis datanya, termasuk 18 putaran ventura dengan 10 tanpa nominal dolar AS. Delapan entri ventura bernilai terbuka berjumlah US$88,9 juta. Hitungan perusahaan itu menggambarkan cakupan sensus pada tanggal pembekuan data, bukan seluruh transaksi pendanaan di Indonesia.
Daftar Plainwork Digital yang diperbarui pada 17 Oktober mencatat 16 putaran yang diberitakan secara publik sampai 16 Oktober 2026 melalui artikel Tech in Asia, TechNode Global, dan Fintech News. Di dalamnya ada 12 putaran ekuitas dan empat transaksi utang atau campuran; tujuh putaran ekuitas dengan nominal terbuka berjumlah US$322 juta. Selisih dengan sensus muncul karena satu daftar menghitung perusahaan dan beragam peristiwa, sedangkan daftar lain menghitung putaran dari kelompok publikasi tertentu.
Lima peristiwa berada di luar putaran ventura
Unit dalam sensus adalah perusahaan. Sistemnya menyimpan putaran terakhir pada setiap profil dan memilih perusahaan jika tanggal putaran terakhir itu jatuh pada 2026. Karena itu, sebuah perusahaan yang memperoleh dua bentuk pembiayaan pada tahun yang sama tetap dihitung sebagai satu perusahaan. Ketentuan tersebut juga berarti putaran lama pada perusahaan yang sama tidak menjadi baris tambahan dalam penghitungan ini.
Dari 23 perusahaan yang masuk, lima peristiwanya berbeda dari putaran modal ventura. BIKI dan DoctorTool masuk melalui hibah; nusaQu tercatat lewat urun dana sukuk; Bybit Indonesia atau NOBI melalui akuisisi; dan RANS Entertainment melalui penawaran saham perdana. Kategori tersebut menjelaskan mengapa angka perusahaan dengan peristiwa pendanaan lebih besar daripada jumlah putaran ventura di dalam sensus. Hibah, perubahan kepemilikan, penerbitan sukuk, dan penjualan saham di bursa juga tidak memiliki arti yang sama ketika menilai modal ventura ke perusahaan privat.
Delapan nominal yang terbuka tidak menggambarkan seluruh modal
Dalam kelompok putaran ventura, nilai terbesar yang tertera adalah sekitar US$27,4 juta untuk Waresix. Angka itu ditelusuri ke dokumen perusahaan, bukan nominal yang diumumkan lewat siaran pendanaan. Green Rebel Foods dan Jago Coffee masing-masing tercatat US$12,5 juta; berikutnya FLOQ US$11,3 juta, McEasy US$9 juta, Staffinc US$8,1 juta, SATURDAYS US$6,3 juta, dan SPUN US$1,8 juta. Nilai McEasy menggabungkan ekuitas serta utang ventura, sehingga penjumlahan US$88,9 juta bukan ukuran ekuitas murni.
Kolom nominal dolar AS kosong untuk AgriAku, Baskit, Bumame, Cekat.AI, Dash Electric, GreenTeams, JumpStart, LedgerOwl, Satu Dental, dan Sembuh AI. Pada nama terakhir, catatan memuat nilai dalam dolar Singapura, tetapi metode sensus tidak mengubahnya menjadi dolar AS untuk total tersebut. Kekosongan kolom dengan demikian tidak selalu berarti pembiayaannya sama sekali tanpa angka; yang dapat dikatakan adalah tidak ada nominal dolar AS yang dipakai dalam penjumlahan. Total US$88,9 juta adalah jumlah angka yang tersedia di sensus, sementara modal dalam entri yang kosong tidak dapat ditambahkan tanpa dasar yang sebanding.
Daftar putaran publik menghitung Baskit dua kali
Daftar itu mengecualikan akuisisi, hibah, dan IPO, tetapi menampung fasilitas utang serta putaran yang mencampur utang dengan ekuitas. Baskit memperlihatkan akibat pilihan itu: perusahaan tersebut memiliki baris ekuitas US$4,4 juta dan baris fasilitas utang US$3 juta pada tanggal yang sama. Dalam sensus perusahaan, Baskit hanya menambah satu entri dan kolom dolar AS pada entri itu dibiarkan kosong.
Kasus Baskit menunjukkan bahwa kolom kosong dalam satu daftar tidak berarti nominal transaksi tidak pernah diberitakan. Memasukkan dua nilainya ke total sensus juga akan mencampur data dengan aturan pencatatan yang berbeda.
Ajaib mengubah skala total yang diumumkan
Perbedaan nominal paling mencolok datang dari Ajaib, yang tercantum dalam daftar putaran publik tetapi tidak dalam kelompok 23 perusahaan pada sensus tersebut. Dalam pernyataan Ajaib, pendiri sekaligus CEO Anderson menyebut pendanaan Seri C senilai US$270 juta dari SBI Holdings dan menutup pesannya dengan kalimat, “This is just the beginning.” Nilai Ajaib sendiri setara sekitar 84% dari US$322 juta putaran ekuitas bernilai terbuka dalam daftar publik.
Waresix menunjukkan arah sebaliknya: nominalnya muncul dalam kelompok perusahaan yang dihitung sensus, tetapi perusahaan itu tidak ada dalam daftar putaran dari tiga kelompok publikasi tadi. Jago Coffee muncul pada kedua daftar, namun nominal yang dicatat berbeda, US$12,5 juta pada sensus dan US$12 juta pada daftar publik. Kedua ringkasan tidak menjelaskan selisih US$0,5 juta itu, sehingga nilainya perlu tetap dinyatakan menurut daftar masing-masing.
Daftar publik menempatkan median putaran ekuitas bernilai terbuka pada US$11,3 juta, jauh di bawah nilai transaksi Ajaib. Karena itu, besarnya total US$322 juta terutama mencerminkan satu putaran besar, bukan nilai yang lazim untuk setiap perusahaan dalam daftar.
Baca juga:
Artikel terkait


Daftar WLKP online: status kantor pusat tidak mudah diperbaiki setelah dipilih

Jurnal atau Accurate Online: biaya cabang dapat membalik paket termurah

QRIS tumbuh 75,8%—merchant perlu mengukur transaksi berhasil, bukan omzet

Daftar BPJS Ketenagakerjaan perusahaan: NPP harus ada sebelum masuk SIPP

Cap table startup: option pool bisa menggerus founder sebelum uang masuk
Berlangganan buletin kami
Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.