
Pendanaan fintech naik 206%—Ajaib menjadi satu-satunya cek US$270 juta Indonesia

Laporan Tracxn yang diulas The Business Times pada 15 Oktober 2026 mencatat pendanaan fintech Asia Tenggara naik 206% menjadi US$2,3 miliar pada Januari–September, sementara jumlah putaran turun 44% menjadi 42 dan Ajaib menerima US$270 juta dalam Seri C. Lonjakan nilai itu datang bersama penyusutan frekuensi pendanaan, sehingga besarnya modal yang masuk tidak menggambarkan peluang yang sama bagi setiap perusahaan.
Dalam rincian Singapore Business Review, Jakarta Barat menempati posisi kedua pusat pendanaan fintech kawasan dengan US$270 juta yang seluruhnya berasal dari Ajaib, sedangkan Singapura menghimpun US$1,9 miliar atau 83% total regional. Bagi Indonesia, sorotan pada Jakarta Barat berarti satu transaksi mengangkat peringkat kota, bukan gelombang pendanaan yang tersebar di antara banyak startup lokal.
Satu putaran membentuk angka Jakarta Barat

Dalam pengumuman Ajaib, perusahaan menyebut investasi strategis US$270 juta dari SBI Holdings dan mengatakan total dana yang dihimpunnya sejak 2019 telah melampaui US$500 juta. Investasi yang diumumkan pada Agustus itu memberi Ajaib tempat di antara penerima modal terbesar dalam periode laporan regional. Rincian tentang putaran investasi Ajaib berkaitan langsung dengan transaksi yang membentuk angka Jakarta Barat.
Kesamaan nilai putaran Ajaib dan total Jakarta Barat mempunyai konsekuensi statistik yang jelas: seluruh pendanaan yang diatribusikan kepada kota tersebut dalam daftar ini bertumpu pada satu perusahaan. Peringkat kota menunjukkan tempat perusahaan yang menerima modal, sementara ukuran pasar Indonesia memerlukan hitungan seluruh perusahaan Indonesia di berbagai kota. Daftar yang juga menempatkan Jakarta sebagai entri tersendiri memperlihatkan mengapa angka Jakarta Barat tidak dapat diperlakukan sebagai total nasional.
Jika dibandingkan dengan total kawasan, putaran Ajaib kira-kira setara 12% modal fintech yang dihimpun selama periode laporan; hasil ini dihitung dari nilai putaran dan total regional di atas, dengan pembulatan. Porsi sebesar itu cukup untuk membuat satu kota menonjol dalam peringkat, tetapi ukuran transaksi tetap harus dipisahkan dari jumlah perusahaan yang berhasil memperoleh dana. Yang naik adalah nilai pendanaan regional, bukan banyaknya putaran.
Empat transaksi menyerap hampir semua pertumbuhan

Konsentrasi modal tampak lebih tajam ketika transaksi dikelompokkan menurut ukuran. Empat putaran bernilai sekurangnya US$100 juta menyerap sekitar US$2 miliar, atau 86% pendanaan regional, sedangkan keseluruhan pasar hanya mencatat 42 putaran. Dengan kata lain, kurang dari sepersepuluh putaran mengambil lebih dari empat perlima uang yang masuk. Perhitungan itu berasal dari empat putaran dibanding seluruh putaran dan dari porsi modal yang sudah disebut dalam laporan.
Di antara transaksi yang disebut, Ant International meraih US$1,2 miliar melalui Seri A dengan dukungan Alibaba dan Ant Group; Crypto.com memperoleh US$400 juta lewat Seri D yang didukung Citadel Securities; Ajaib berada setelah keduanya. Gabungan tiga nilai itu mencapai US$1,87 miliar, hasil penjumlahan transaksi yang telah dilaporkan. Dengan hampir seluruh kelompok jumbo sudah terbentuk dari tiga nama tersebut, persentase kenaikan agregat sangat sensitif terhadap beberapa penggalangan modal besar.
Total pembanding pada periode yang sama tahun sebelumnya adalah US$748 juta melalui 75 putaran. Modal tahun berjalan naik sekitar tiga kali lipat, tetapi jumlah putaran berkurang; kedua ukuran itu menjawab pertanyaan yang berbeda. Nilai total dapat melesat karena satu perusahaan memperoleh dana dalam jumlah sangat besar, sedangkan jumlah putaran menunjukkan seberapa luas aktivitas penggalangan modal terjadi. Laporan itu menghitung putaran, sehingga angka tersebut juga tidak otomatis sama dengan jumlah perusahaan unik yang menerima modal.
Singapura masih jauh di depan kota-kota lain
Dominasi Singapura membuat lonjakan Jakarta Barat terlihat menonjol tanpa mengubah pusat pendanaan kawasan. Ant International dan Crypto.com sama-sama berbasis di Singapura dalam pemeringkatan ini; gabungan putaran keduanya membentuk sebagian besar nilai yang dicatat untuk negara tersebut. Selisih skala antara Singapura dan Jakarta Barat juga berarti posisi kedua tidak menunjukkan persaingan yang ketat dalam nilai modal.
Di bawah Jakarta Barat, daftar kota menempatkan Taguig dengan US$60 juta, Kuala Lumpur US$35 juta, dan Jakarta US$10 juta. Nilai Jakarta dan Jakarta Barat tercatat terpisah, meskipun keduanya berada di Indonesia. Karena itu, angka satu kota tidak dapat disebut sebagai seluruh pendanaan fintech negara. Data yang tersedia lebih tepat memperlihatkan distribusi putaran besar di antara pusat perusahaan.
Perbandingan dengan Singapura juga memperjelas jenis ketimpangannya. Ajaib sendiri adalah transaksi besar, tetapi dua perusahaan yang berbasis di Singapura mengumpulkan modal jauh lebih besar secara gabungan. Hasilnya, Indonesia hadir dalam kelompok putaran teratas melalui satu nama, sementara sebagian besar nilai regional tetap tercatat pada perusahaan di Singapura. Ini adalah gambaran lokasi penerima modal dalam laporan, bukan ukuran langsung jumlah pengguna fintech atau besarnya pasar konsumen di tiap negara.
Pendanaan benih bergerak ke arah sebaliknya
Pada lapisan perusahaan yang lebih muda, jumlah modal justru menyusut. Pendanaan benih turun 46% menjadi US$53,3 juta dalam 18 putaran, dari US$99,5 juta melalui 46 putaran setahun sebelumnya; jumlah perusahaan yang pertama kali memperoleh dana juga turun 48% menjadi 17. Angka ini menjelaskan mengapa pertumbuhan dolar regional tidak boleh dibaca sebagai pemulihan yang merata dari perusahaan baru sampai perusahaan mapan.
Pendanaan tahap awal untuk Seri A dan Seri B naik 354% menjadi US$1,4 miliar, tetapi putaran Ant International yang sangat besar masuk dalam kelompok tersebut. Karena itu, kenaikan pada satu kategori tahap pun dapat dibentuk oleh satu penerima dominan. Ketika jumlah putaran keseluruhan dan pendanaan benih sama-sama melemah, pertumbuhan pada tahap awal lebih tepat dibaca bersama susunan transaksinya daripada sebagai ukuran tunggal kemudahan mencari modal.
Bagi pasar Indonesia, konsekuensi terdekat dari data ini adalah batas yang lebih jelas pada cerita Ajaib: transaksi tersebut menunjukkan adanya modal besar untuk satu platform investasi digital, sementara peluang perusahaan fintech lain masih perlu dinilai dari putaran yang mereka peroleh sendiri. Data setelah September akan menunjukkan apakah pendanaan berikutnya menjangkau lebih banyak perusahaan dan kota, atau konsentrasi seperti ini berlanjut.
Baca juga:
Artikel terkait


Ajaib mendapat US$270 juta—SBI kini memiliki 20% sahamnya

Ajaib mendapat US$270 juta—modal baru dibawa ke Asia Tenggara

Pendanaan startup 2026 tercatat 23 perusahaan—10 putaran tanpa nilai

OneByZero meraih US$20 juta—Indonesia masuk sembilan pasar ekspansi

OpenAI menunjuk pemimpin Asia Tenggara—Indonesia masuk mandat 600 juta orang
Berlangganan buletin kami
Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.