AI membuat 99% konten baru Pocket FM—manusia tetap menentukan cerita

Melalui wawancara TechCrunch pada 10 September 2026, CEO sekaligus salah satu pendiri Pocket FM, Rohan Nayak, mengatakan AI digunakan untuk memproduksi 99% konten baru dan mendukung 93% katalog keseluruhan platform cerita audio asal India itu. Namun, manusia tetap memasok ide dan penceritaan yang menjadi dasar setiap proyek.
Pengungkapan tersebut bertepatan dengan tonggak bisnis perusahaan induknya, Pocket Entertainment. Dalam pengumuman resmi Pocket Entertainment, perusahaan menyatakan revenue run rate telah melampaui US$500 juta, ekosistem kreatornya menghasilkan lebih dari 2,6 juta jam konten secara tahunan, retensi pendapatan Pocket FM naik dari 44% menjadi 76%, dan perpustakaannya berkembang menjadi lebih dari 770.000 judul.
AI terlibat luas, tetapi tidak menggantikan asal cerita

Angka untuk konten baru mengukur seberapa luas AI digunakan dalam proses produksi, bukan persentase cerita yang diciptakan mesin tanpa campur tangan manusia. Pocket FM menempatkan perangkat AI di sekitar pekerjaan kreatif: kreator menentukan premis, karakter, konflik, dan arah naratif, kemudian teknologi membantu mengembangkan bahan tersebut menjadi konten audio dalam skala besar.
Perbedaan cakupan juga menjelaskan mengapa porsi konten baru lebih tinggi daripada porsi katalog keseluruhan. Katalog mencakup materi yang dibuat sebelum pemakaian perangkat tersebut meluas, sedangkan produksi baru mencerminkan alur kerja perusahaan saat ini. Kedua angka itu tidak menunjukkan berapa banyak kalimat, adegan, atau keputusan editorial yang dibuat oleh manusia.
Ringkasan tbreak pada 11 September 2026 juga mencatat bahwa AI dipakai pada 99% konten baru dan 93% katalog, sementara kreator manusia tetap mengembangkan ide serta cerita. Karena itu, istilah AI-powered lebih tepat dibaca sebagai keterlibatan AI di dalam alur produksi, bukan bukti bahwa seluruh serial dibuat dan diterbitkan secara otonom.
Dari ide manusia ke audio dan pasar lain

Informasi yang tersedia menggambarkan rantai produksi bertahap, bukan satu perintah yang langsung menghasilkan serial lengkap. Berdasarkan fungsi yang disebutkan perusahaan dan wawancara eksekutifnya, alur tersebut dapat diringkas sebagai berikut:
- Ide dan penceritaan: kreator manusia menentukan konsep, karakter, konflik, dan arah narasi.
- Pengembangan naskah: perangkat penulisan berbantuan AI mengolah bahan cerita menjadi materi yang dapat diproduksi.
- Produksi suara: teknologi text-to-speech membantu mengubah materi tertulis menjadi episode audio.
- Adaptasi dan lokalisasi: konten disiapkan untuk bahasa serta pasar yang berbeda.
- Distribusi dan pengukuran respons: episode disalurkan kepada pendengar, lalu sinyal keterlibatan membantu perusahaan mengenali cerita yang dapat diperluas.
Alur ini memungkinkan satu gagasan manusia dikembangkan menjadi lebih banyak episode dan versi bahasa. Meski demikian, Pocket FM belum membuka pembagian kontribusi manusia dan mesin untuk setiap judul, termasuk siapa yang menyetujui naskah akhir, memeriksa kesinambungan karakter, menilai kualitas suara, atau memvalidasi lokalisasi.
Belum diketahui pula apakah tingkat pengawasan manusia sama untuk semua genre, bahasa, dan pasar. Ketiadaan rincian tersebut membatasi kesimpulan tentang seberapa mandiri sistem bekerja setelah sebuah ide diserahkan oleh kreator.
Produksi dan retensi naik bersamaan, bukan bukti sebab-akibat

Katalog yang lebih besar memberi Pocket FM lebih banyak peluang untuk mencocokkan cerita dengan selera pendengar. Manajemen mengaitkan peningkatan retensi pendapatan sebagian dengan tersedianya lebih banyak pilihan, tetapi penjelasan itu belum membuktikan bahwa otomasi merupakan penyebab tunggal kenaikan retensi.
Perusahaan juga memperluas pasar, menambah genre, menjalankan kerja sama lisensi dan adaptasi, serta membuka konten buatan pengguna. Semua perubahan tersebut berlangsung ketika penggunaan AI meningkat, sehingga data publik belum dapat memisahkan kontribusi masing-masing faktor terhadap keterlibatan pendengar ataupun pertumbuhan bisnis.
Hal serupa berlaku untuk klaim penghematan biaya dan percepatan produksi. Pocket FM belum memublikasikan metodologi yang memperlihatkan apakah perhitungannya mencakup pengembangan model, komputasi, penyuntingan, pemeriksaan mutu, lisensi, dan kompensasi kreator. Tanpa rincian itu, klaim efisiensi menunjukkan perbandingan versi perusahaan, bukan hasil audit biaya independen.
Revenue run rate bukan pendapatan tahunan teraudit
Annualized revenue run rate adalah proyeksi laju pendapatan berdasarkan periode terkini. Dalam kasus Pocket FM, perhitungannya dilakukan dengan mengalikan pendapatan bulanan terbaru dengan dua belas. Hasilnya menggambarkan berapa besar pendapatan selama setahun jika laju bulan tersebut bertahan, bukan jumlah yang telah dibukukan dalam satu tahun fiskal yang selesai.
Perbedaan ini penting karena pendapatan bulanan dapat berubah akibat ekspansi pasar, musim, iklan, dan pembayaran pengguna untuk membuka episode. Istilah ARR dalam pengumuman Pocket Entertainment juga tidak otomatis sama dengan annual recurring revenue berbasis kontrak yang lazim dipakai perusahaan perangkat lunak berlangganan.
Sampai saat ini, bukti terbuka menunjukkan bahwa AI telah memasuki hampir seluruh produksi baru Pocket FM dan manusia masih menentukan fondasi ceritanya. Yang belum tersedia ialah laporan pendapatan tahunan teraudit, pembagian tugas manusia dan mesin pada tingkat judul, metodologi penghematan biaya, serta analisis yang dapat memisahkan pengaruh otomasi dari ekspansi dan perubahan bisnis lainnya.
Baca juga:
Berlangganan buletin kami
Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.