Pekerja diminta ikut memilih AI sebelum dibeli—bukan setelah masalah muncul

|Penulis: Tim Redaksi QUASA|5 mnt baca| 1
Pekerja diminta ikut memilih AI sebelum dibeli—bukan setelah masalah muncul

Pada 23 September 2026, rangkuman Digital Futures at Work Research Centre (Digit) mendorong pekerja dan serikat dilibatkan sebelum alat AI dibeli, ketika tujuan dan pilihan teknologinya masih dapat diubah. Rangkuman diskusi peneliti dan perwakilan serikat di Inggris itu mengusulkan perundingan tentang tujuan alat, penggunaan data, dampak pada jumlah staf dan beban kerja, serta perlindungan pekerja. Peserta juga mengusulkan uji coba, masukan pekerja, dan evaluasi berulang sebelum penerapan diperluas.

Diskusi bertajuk Negotiating AI at Work berlangsung di Brighton Centre pada 14 September 2026; agenda TUC Congress mencatatnya sebagai acara yang diselenggarakan Digit. Rangkuman yang terbit sesudah forum itu berisi usulan tentang cara menentukan penggunaan AI di tempat kerja, bukan keputusan pembelian tertentu atau aturan baru yang berlaku di Indonesia. Bagi pekerja, waktu untuk memengaruhi keputusan adalah sebelum perusahaan mengunci pilihan pemasok dan rancangan penerapan.

Mengapa suara pekerja dibutuhkan sebelum pembelian

Persoalan yang diangkat forum bukan sekadar apakah pekerja menyukai AI. Pembelian alat dapat menetapkan jenis data yang dikumpulkan, tugas yang diotomatisasi, dan ukuran produktivitas yang kemudian dipakai untuk menilai staf. Jika pekerja baru dimintai pendapat setelah pilihan itu dibuat, keberatan mereka lebih mudah berubah menjadi laporan masalah operasional daripada masukan untuk mengubah keputusan awal.

Para peserta menggambarkan penerapan alat tanpa konsultasi bermakna di layanan publik, ritel, pekerjaan sosial, dan pergudangan. Mereka juga menyoroti risiko yang tidak selalu terlihat dalam janji penghematan waktu: pekerjaan tambahan untuk memeriksa keluaran, tekanan produktivitas, pengawasan, bias, serta berkurangnya ruang bagi penilaian profesional. Itu adalah pengalaman dan kekhawatiran yang dibahas dalam forum, bukan hasil pengukuran tunggal yang dapat digeneralisasi ke setiap alat.

Desakan tersebut sejalan dengan surat TUC kepada pemerintah Inggris. Pada 11 September 2026, laporan The Register menguraikan permintaan TUC agar pekerja mendapat suara, hak berunding sebelum AI termasuk teknologi algoritmik dan pengawasan diterapkan, serta bagian yang adil dari manfaatnya. Permintaan itu masih merupakan agenda kebijakan, bukan hak baru yang telah berlaku.

Pertanyaan yang perlu masuk rapat pra-pengadaan

Untuk tim di Indonesia, inti forum dapat diterjemahkan menjadi daftar pertanyaan sebelum calon alat dipilih. Daftar berikut adalah format redaksional, bukan formulir resmi forum atau ketentuan hukum. Jawaban perlu menunjuk pada tugas dan alat yang spesifik: alat untuk membantu menulis laporan, misalnya, menimbulkan persoalan berbeda dari sistem yang menilai kinerja pekerja.

  • Tujuan: Masalah kerja apa yang hendak diselesaikan? Tugas mana yang akan dibantu atau diubah, dan apa pembanding untuk menilai apakah hasilnya memang lebih baik daripada proses sekarang?
  • Data: Data pekerja, pelanggan, dan hasil kerja apa yang boleh diproses? Siapa yang bisa mengaksesnya, apa batas penggunaannya, dan bagaimana perubahan tujuan penggunaan akan disetujui?
  • Pemilik keputusan: Siapa yang memilih pemasok, menyetujui uji coba, dan memutuskan penerapan luas? Pada titik mana pekerja dapat mengusulkan perubahan atau menolak penggunaan yang berdampak pada pekerjaannya?
  • Staf dan beban kerja: Apakah tugas, pelatihan, penilaian kinerja, atau kebutuhan jumlah staf akan berubah? Siapa yang menanggung waktu untuk memeriksa hasil dan memperbaiki kesalahan alat?
  • Perlindungan: Keputusan apa yang harus tetap berada pada manusia? Bagaimana pekerja mengajukan keberatan jika keluaran alat keliru atau data dipakai di luar tujuan yang disepakati?

Pertanyaan tersebut memisahkan dua keputusan yang sering tercampur: apakah suatu tugas memerlukan alat AI, dan alat mana yang patut dipilih jika jawabannya ya. Pekerja dapat menerima tujuan tertentu tetapi mempertanyakan data yang diminta pemasok, atau mendukung uji coba terbatas sambil menolak pemakaian hasilnya untuk penilaian kinerja. Ruang untuk membedakan pilihan itu merupakan arti praktis dari keterlibatan sebelum pembelian.

Contoh rancangan uji coba 30 hari

Forum menganjurkan uji coba dengan umpan balik pekerja dan peninjauan berkelanjutan, tetapi tidak menetapkan durasi universal. Rancangan 30 hari ini hanya contoh yang dapat disesuaikan dengan jenis tugas; ia tidak menyatakan bahwa sebulan cukup untuk membuktikan keamanan atau manfaat semua alat. Tujuannya ialah membuat keputusan awal dapat diperiksa sebelum pemakaian diperluas.

  1. Hari awal: Tetapkan satu tugas yang akan diuji, tujuan yang terukur secara lokal, proses kerja pembanding, data yang diizinkan, peserta, pemilik keputusan, dan orang yang berwenang menghentikan uji coba. Catat pula kapan pekerja dimintai pendapat dan apakah masukannya dapat mengubah ruang lingkup percobaan.
  2. Selama percobaan: Amati hasil kerja bersama waktu yang diperlukan untuk memeriksa dan mengoreksi keluaran AI. Catat apakah pekerjaan berpindah ke staf lain atau justru menambah antrean pekerjaan; penghematan pada satu langkah belum tentu mengurangi beban seluruh tim.
  3. Jalur keberatan: Sediakan cara melaporkan kesalahan, penggunaan data di luar kesepakatan, dan tekanan memakai alat untuk tugas yang tidak disetujui. Tentukan siapa yang menanggapi laporan, kapan tanggapan diberikan, dan apakah pemakaian dihentikan sementara selama masalah diperiksa.
  4. Akhir periode: Bandingkan hasil dengan proses awal dan mintalah penilaian dari pekerja yang menjalankan tugas. Keputusan yang mungkin adalah berhenti, mengubah rancangan lalu menguji lagi, atau mempertimbangkan penerapan lebih luas dengan syarat yang tercatat.

Kriteria penghentian mesti disepakati sebelum percobaan, bukan dicari setelah persoalan terjadi. Contohnya adalah pemakaian data di luar tujuan awal, kesalahan yang tidak dapat diperiksa secara memadai, atau tambahan pekerjaan pemeriksaan yang tidak dapat ditanggung staf. Contoh ini bukan ambang resmi dari forum; ukuran yang layak akan bergantung pada tugas, jenis data, dan konsekuensi kesalahan di tempat kerja masing-masing.

Apa yang belum diputuskan

Forum di Brighton menghasilkan arah perundingan, bukan daftar alat yang telah disetujui atau hasil uji coba yang berlaku umum. Tuntutan kepada pemerintah Inggris juga belum dengan sendirinya memberi pekerja di Indonesia hak baru untuk ikut memilih pemasok. Yang masih perlu dibuktikan dalam penerapan usulan ini ialah apakah masukan pekerja benar-benar dapat mengubah keputusan pembelian, dan apakah dampak pada data serta beban kerja akan ditinjau lagi setelah alat dipakai.

Baca juga:

Bagikan:

Berlangganan buletin kami

Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.

0