ORI atau SBR: kupon tetap menukar perlindungan saat bunga naik

|Penulis: Tim Redaksi QUASA|6 mnt baca| 1
ORI atau SBR: kupon tetap menukar perlindungan saat bunga naik

ORI lebih sesuai bila Anda mengutamakan kupon tetap dan kemungkinan menjual investasi sebelum jatuh tempo. SBR lebih sesuai bila Anda ingin kupon yang dapat naik mengikuti BI-Rate dan mampu menahan sebagian besar pokok sampai jatuh tempo. Uraian Kementerian Keuangan tentang SBN ritel membedakan ORI yang berkupon tetap dan dapat diperdagangkan dari SBR yang kuponnya mengambang dengan batas minimal.

Pilihan ini membawa pertukaran yang jelas. Kupon ORI tidak bertambah ketika bunga acuan naik, sementara nilai yang diterima jika ORI dijual bergantung pada harga pasar. Kupon SBR dapat menyesuaikan diri, tetapi pemiliknya tidak bisa menjual SBR di pasar sekunder; akses ke pokok sebelum jatuh tempo bergantung pada fasilitas pencairan sebagian yang dijadwalkan pemerintah.

Bagaimana kupon merespons perubahan BI-Rate?

Kupon ORI ditetapkan untuk seluruh masa kepemilikan hingga jatuh tempo. Besarnya pembayaran lebih mudah diperkirakan, tetapi seri yang sudah dimiliki tidak memperoleh kenaikan kupon ketika BI-Rate naik. Pada SBR, kupon mengambang dihitung dari suku bunga acuan ditambah selisih tetap yang ditentukan saat penerbitan, dengan kupon awal sebagai batas minimal.

FAQ resmi SBR012 menjelaskan bahwa penyesuaian kupon dilakukan setiap tiga bulan, bukan setiap kali BI-Rate berubah. Jika hasil perhitungan baru masih di bawah batas minimal, kupon yang dibayar tetap pada batas itu. Jika kupon sempat naik lalu bunga acuan turun, kupon dapat ikut turun pada periode penyesuaian berikutnya, tetapi tidak melewati batas minimal seri tersebut.

Karena mekanisme itu, angka kupon awal mempunyai arti berbeda bagi kedua instrumen. Pada ORI, angka tersebut tetap berlaku hingga jatuh tempo. Pada SBR, angka awal menjadi lantai bagi kupon berikutnya; kenaikan di atasnya bergantung pada perhitungan saat penyesuaian. Perbandingan hasil investasi juga harus memperhitungkan harga jual bila ORI dilepas sebelum jatuh tempo.

Menjual ORI memberi akses dana dengan harga yang belum pasti

Harga jual ORI di pasar sekunder dapat berada di atas atau di bawah harga beli meski kuponnya tetap.

ORI dapat dijual kepada investor lain setelah masa minimum kepemilikan yang berlaku untuk serinya. Kebebasan itu berguna bila kebutuhan dana muncul sebelum jatuh tempo, sekaligus membuka peluang keuntungan ketika harga jual lebih tinggi daripada harga beli. Sebaliknya, penjualan pada harga lebih rendah dapat mengurangi hasil investasi, bahkan setelah pemilik menerima beberapa pembayaran kupon.

Perubahan bunga membantu menjelaskan arah risikonya. Penjelasan moneter Bank Indonesia menyebut kenaikan suku bunga dapat menekan harga obligasi. Ketika tingkat hasil yang tersedia di pasar meningkat, kupon tetap dari ORI yang sudah terbit bisa menjadi kurang menarik bagi pembeli. Penurunan tingkat hasil pasar dapat mendukung harga, tetapi harga transaksi tetap ditentukan oleh kondisi pasar saat investor menjual.

Sebagai ilustrasi bersyarat, bila ORI bernominal Rp10 juta dibeli pada harga 100% lalu dijual pada 98% dari nominal, nilai penjualan pokoknya Rp9,8 juta. Penjualan pada 102% menghasilkan Rp10,2 juta dari pokok. Contoh ini hanya menunjukkan pengaruh harga: kupon yang telah diterima, kupon berjalan, dan biaya transaksi perlu diperhitungkan tersendiri untuk mengetahui hasil bersih. Kemampuan menjual seluruh kepemilikan tidak berarti investor dapat menentukan harga yang akan tersedia tepat saat uang dibutuhkan.

Early redemption SBR membuka sebagian pokok

Early redemption SBR melepaskan sebagian pokok pada jadwal tertentu, sementara sisanya menunggu jatuh tempo.

SBR tidak mempunyai jalur penjualan di pasar sekunder. Pemerintah menyediakan early redemption, yaitu pelunasan sebagian pokok sebelum jatuh tempo pada periode pengajuan yang ditentukan. Investor yang mungkin membutuhkan kembali seluruh modal tidak memperoleh keleluasaan yang sama seperti pemegang ORI, meskipun nilai pokok yang dicairkan melalui fasilitas tersebut tidak bergantung pada harga jual obligasi.

Pada seri SBR015 yang memiliki pilihan tenor dua dan empat tahun, ketentuan resmi SBR015 membatasi early redemption hingga 50% dari total kepemilikan investor, dengan syarat kepemilikan minimal Rp2 juta pada setiap mitra distribusi. Seri tersebut juga menetapkan periode pengajuan tersendiri untuk masing-masing tenor. Ketentuan seri terdahulu dapat memakai dasar perhitungan per pemesanan pembelian, sehingga batas dan jadwal yang berlaku perlu dibaca menurut seri yang dimiliki.

Misalnya, untuk kepemilikan Rp10 juta yang memenuhi syarat dan batas 50%, jumlah pokok yang dapat diajukan dalam ilustrasi ini paling banyak Rp5 juta. Sisa pokok tetap mengikuti jatuh tempo, sementara kupon setelah pencairan dihitung atas kepemilikan yang tersisa. Fasilitas ini membantu bila kebutuhan kas dapat diperkirakan dan hanya mencakup sebagian dana; kebutuhan mendadak di luar periode pengajuan tetap sulit dipenuhi dari pokok SBR.

Tenor dan waktu keluar harus dibandingkan per seri

ORI maupun SBR diterbitkan dalam seri dengan tanggal jatuh tempo tersendiri. Materi resmi ORI029 mencantumkan pilihan tenor tiga dan enam tahun serta masa minimum kepemilikan sebelum ORI029 dapat dipindahtangankan. Pilihan tenor SBR015 yang disebut sebelumnya berbeda, dan setiap tenornya memiliki jadwal early redemption sendiri.

Tenor yang lebih pendek mendekatkan pelunasan pokok pada kebutuhan dana yang sudah terjadwal. Tenor lebih panjang memperlama penerimaan kupon, tetapi juga memperpanjang waktu investor menunggu pelunasan bila memilih SBR. Bagi pemegang ORI yang berencana menjual lebih awal, tanggal jatuh tempo bukan satu-satunya tanggal penting: masa minimum kepemilikan menentukan kapan penjualan boleh dilakukan, sedangkan harga pasar menentukan berapa dana yang kembali.

Tiga skenario bunga dan akibatnya

Skenario berikut menunjukkan akibat dari arah bunga yang berbeda tanpa mengasumsikan keputusan Bank Indonesia berikutnya. Perubahan BI-Rate masuk ke perhitungan kupon SBR pada jadwal penyesuaian. Pada ORI, kupon tetap sama, sedangkan harga jual dapat bergerak bersama kondisi pasar obligasi.

  • BI-Rate naik. Kupon ORI yang sudah diterbitkan tidak berubah. Kupon SBR dapat meningkat pada penyesuaian berikutnya jika hasil perhitungan melampaui batas minimalnya. Kenaikan tingkat hasil pasar cenderung menekan harga obligasi berkupon tetap, sehingga pemegang ORI yang harus menjual saat itu menghadapi risiko kerugian harga. Pemegang SBR mendapat peluang kenaikan kupon, tetapi hanya dapat mengakses sebagian pokok melalui early redemption sesuai jadwal.
  • BI-Rate tetap. Kupon ORI tetap, sedangkan kupon SBR mengikuti hasil perhitungan pada tingkat acuan yang berlaku dan tidak turun di bawah batas minimal. Stabilnya bunga acuan tidak menjamin harga ORI akan diam, karena transaksi masih bergantung pada penawaran dan permintaan pasar. Jika dana mungkin diperlukan seluruhnya sebelum jatuh tempo, perbedaan jalur keluar tetap lebih penting daripada harapan perubahan kupon.
  • BI-Rate turun. Kupon ORI tetap pada tingkat semula. Kupon SBR yang sebelumnya berada di atas batas minimal dapat turun pada penyesuaian berikutnya; bila sudah berada di batas itu, penurunan acuan tidak menurunkannya lebih jauh. Penurunan tingkat hasil pasar dapat mendukung harga ORI dan membuka peluang keuntungan saat dijual, tetapi tidak menjanjikan harga tertentu pada tanggal penjualan.

Mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan dana?

ORI memberi pilihan untuk melepas seluruh kepemilikan setelah masa minimum, dengan konsekuensi menerima harga pasar yang bisa menghasilkan capital gain atau capital loss. SBR memberi kupon yang berpeluang mengikuti kenaikan bunga serta batas minimal saat bunga turun, dengan konsekuensi sebagian besar pokok perlu ditahan sampai jatuh tempo.

Jika tanggal dan jumlah kebutuhan dana sudah diketahui, tenor serta jadwal pencairan seri menjadi pembanding pertama. Jika kebutuhan dapat muncul lebih awal dan mendekati seluruh modal, kemampuan menjual ORI lebih berguna, selama risiko harganya dapat diterima. Jika dana memang bisa ditahan dan pencairan sebagian sudah cukup, mekanisme kupon SBR menawarkan perlindungan yang lebih langsung terhadap kenaikan bunga acuan.

Baca juga:

Bagikan:

Berlangganan buletin kami

Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.

0