Teknologi dan Inovasi

Australia ingin memberi tombol keluar dari algoritma—denda bisa tembus A$109,2 juta

|Penulis: Tim Redaksi QUASA|4 mnt baca| 4
Australia ingin memberi tombol keluar dari algoritma—denda bisa tembus A$109,2 juta

Australia belum mematikan algoritma media sosial. Dalam rilis resmi bertanggal 8 September 2026, pemerintah memperkenalkan proposal My Feed, My Way yang akan memberi pengguna Australia di atas 16 tahun pilihan antara rekomendasi personal dan konten dari akun yang mereka ikuti; pelanggaran kewajiban kehati-hatian yang menyertainya dapat terkena penalti hingga A$109,2 juta.

Proposal itu masih berada pada tahap konsultasi dan belum berlaku sebagai hukum. Belum ada tombol baru yang wajib muncul, daftar final platform yang tercakup, ataupun tanggal penerapan; pemerintah berencana membawa legislasi ke parlemen setelah menerima masukan.

Yang berubah adalah feed bawaan, bukan seluruh algoritma

Pengguna memilih feed akun yang diikuti sebagai pengganti rekomendasi personal.

My Feed, My Way dirancang untuk mengubah siapa yang menentukan isi feed bawaan. Platform media sosial akan diminta mengirim notifikasi kepada pengguna baru maupun lama, kemudian menawarkan dua pilihan: konten yang dipersonalisasi oleh sistem rekomendasi atau unggahan dari teman dan kreator yang telah mereka ikuti.

Laporan ABC News tentang proposal tersebut menggunakan TikTok, Instagram, dan Facebook sebagai contoh platform yang dapat terkena kewajiban serta menjelaskan bahwa pengguna direncanakan dapat mengubah pilihannya kembali. Ketiga nama itu belum merupakan daftar layanan final yang ditetapkan oleh undang-undang.

Karena itu, istilah “keluar dari algoritma” tidak berarti semua pemrosesan otomatis dihentikan. Proposal berfokus pada rekomendasi personal di feed utama, bukan pada sistem pencarian, moderasi, keamanan, atau fungsi teknis lain; materi yang dipublikasikan juga belum menjamin bahwa feed akun yang diikuti akan selalu tersusun secara kronologis.

Anak akan mendapat pembatasan yang lebih ketat

Akun pengguna di bawah 16 tahun beroperasi tanpa rekomendasi personal dan gulir tanpa akhir.

Skema pilihan feed diumumkan untuk pengguna media sosial yang berusia di atas 16 tahun. Bagi pengguna yang belum mencapai usia 16 tahun, rancangan mengambil pendekatan berbeda: fitur desain yang dinilai berdampak negatif pada perilaku tidak boleh beroperasi pada layanan media sosial mereka.

Dalam teks exposure draft Digital Duty of Care, kategori tersebut mencakup fitur rekomendasi, penggunaan yang bergantung pada akun masuk, feed tanpa akhir, umpan balik keterlibatan, dan konten berbatas waktu. Dokumen yang sama mengatur perlindungan lebih luas bagi pengguna di bawah 18 tahun dari materi seperti pornografi, promosi gangguan makan, gagasan bermusuhan terhadap perempuan dan kesetaraan gender, glorifikasi kejahatan atau aksi berbahaya, serta perundungan dan materi lain yang dapat menyebabkan bahaya serius.

Kewajiban perlindungan anak yang lebih luas tidak hanya menyentuh media sosial. Kerangka Digital Duty of Care ditujukan kepada layanan daring, sehingga gim, aplikasi, chatbot AI, layanan pesan, dan jenis layanan digital lain dapat menghadapi kewajiban keselamatan sesuai cakupan aturan akhirnya. Namun, ketentuan khusus yang menghentikan fitur desain bagi anak yang belum berusia 16 tahun dirumuskan untuk layanan media sosial.

Ada satu batas usia yang masih perlu diperjelas. Bahasa publik menawarkan pilihan feed kepada orang yang “di atas 16 tahun”, sementara perlindungan desain khusus berlaku bagi anak yang “belum mencapai 16 tahun”; perlakuan terhadap pengguna yang tepat berusia 16 tahun perlu dipastikan dalam teks atau instrumen akhir.

Desain tombol dan cakupan platform belum ditetapkan

Exposure draft tidak menggambar tombol atau menentukan satu antarmuka yang harus disalin semua platform. Kerangkanya memberi menteri kewenangan menetapkan layanan dan user empowerment tools melalui instrumen legislatif, termasuk alat yang memungkinkan pengguna mengendalikan jenis konten yang direkomendasikan kepada mereka.

Perbedaan antara pengumuman dan teks rancangan menentukan apa yang nantinya dirasakan pengguna. Pemerintah telah menggambarkan hasil yang diinginkan—notifikasi dan pilihan feed bawaan—tetapi cara menyimpan pilihan, frekuensi penawaran ulang, metode memastikan usia pengguna, serta layanan yang wajib menyediakan alat itu masih dapat berubah melalui konsultasi dan aturan pelaksana.

Platform juga masih mungkin memakai algoritma untuk mengurutkan konten dari akun yang diikuti selama aturan akhir tidak melarangnya. Kepatuhan dapat berbentuk pemisahan feed rekomendasi dan feed akun yang diikuti, pengaturan permanen yang mudah diubah, atau desain lain yang memenuhi instrumen final; belum ada satu model teknis yang telah diwajibkan.

Denda maksimum baru relevan jika rancangan menjadi hukum

Tim kepatuhan meninjau kewajiban keselamatan digital dan risiko sanksi maksimum A$109,2 juta.

Exposure draft menetapkan penalti perdata sebesar 60.000 penalty units untuk kegagalan memenuhi Digital Duty of Care. Nilai A$109,2 juta yang dipakai pemerintah adalah batas maksimum yang dapat dihadapi badan usaha, bukan denda yang sudah dijatuhkan dan bukan sanksi otomatis untuk setiap masalah pada pilihan feed.

eSafety Commissioner direncanakan mengawasi kepatuhan dan penegakan. Besarnya sanksi dalam perkara nyata akan bergantung pada kewajiban final, bentuk pelanggaran, bukti yang tersedia, tindakan regulator, dan proses hukum yang digunakan.

Jadwal berlakunya pun belum dapat dihitung dari tanggal pengumuman. Jika rancangan disahkan tanpa perubahan pada ketentuan permulaannya, bagian utama Digital Duty of Care akan mulai berlaku setelah berakhirnya masa 12 bulan sejak Royal Assent; sebelum itu masih ada konsultasi, penyelesaian teks, pembahasan parlemen, dan penyusunan instrumen pelaksana.

Jadi, keadaan saat ini tetap berupa proposal: pengguna belum memiliki hak hukum baru untuk memilih feed, platform belum terikat pada desain tombol tertentu, dan algoritma belum diwajibkan mati. Kejelasan berikutnya bergantung pada hasil konsultasi, naskah yang diajukan ke parlemen, dukungan politik, serta aturan rinci yang menentukan layanan dan alat kendali pengguna.

Baca juga:

Bagikan:

Berlangganan buletin kami

Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.

0