Adobe menunjuk Anil Chakravarthy—era Narayen berakhir pada 1 Desember

Adobe mengumumkan dari San Jose pada 3 September 2026 bahwa Anil Chakravarthy akan menjadi presiden dan CEO serta anggota dewan direksi mulai 1 Desember 2026. Dalam pengumuman korporat Adobe, dewan juga menetapkan Shantanu Narayen sebagai executive chair setelah masa jabatannya sebagai CEO berakhir pada tanggal yang sama.
Artinya, Chakravarthy sudah ditunjuk sebagai penerus, tetapi belum menjabat CEO sampai 1 Desember. Narayen tidak meninggalkan perusahaan: ia akan bekerja bersama Chakravarthy selama transisi dan tetap memegang peran pengawasan sebagai executive chair.
Pergantian CEO berlaku pada 1 Desember

Sampai tanggal efektif tersebut, Chakravarthy tetap memimpin bisnis Customer Experience Orchestration dan operasi lapangan global Adobe. Mulai 1 Desember, ia mengambil alih tanggung jawab sebagai presiden dan chief executive officer sekaligus memperoleh kursi di dewan direksi.
Perubahan itu mengakhiri masa Narayen sebagai CEO, bukan seluruh keterlibatannya di Adobe. Pembagian jabatan tersebut menjaga kesinambungan di tingkat dewan sambil memindahkan kendali operasional sehari-hari kepada Chakravarthy.
Penunjukan ini juga menutup proses suksesi yang dibuka kepada publik pada Maret 2026, ketika Adobe menyatakan Narayen akan mundur setelah penerus dipilih. Laporan Reuters pada 3 September mencatat bahwa Narayen telah menjadi CEO selama lebih dari 18 tahun dan saham Adobe turun 1,7% dalam perdagangan setelah jam bursa seusai pengumuman.
Reaksi tersebut hanya menggambarkan pergerakan pasar dalam sesi singkat, bukan penilaian akhir terhadap kepemimpinan Chakravarthy. Namun, waktunya memperlihatkan bahwa investor menghubungkan pergantian CEO dengan pertanyaan yang lebih luas mengenai kemampuan Adobe mempertahankan bisnis perangkat lunaknya di tengah perkembangan AI.
Chakravarthy membawa pengalaman perangkat lunak perusahaan

Chakravarthy bergabung dengan Adobe pada Januari 2020 sebagai executive vice president dan general manager bisnis Digital Experience. Pada September 2020, tanggung jawabnya diperluas ke operasi lapangan global, lalu pada Desember 2021 ia dipromosikan menjadi presiden Digital Experience dan operasi lapangan global.
Perannya mencakup hubungan dengan pelanggan perusahaan, penjualan, layanan profesional, dan keberhasilan pelanggan. Ringkasan DPA mengenai penunjukan tersebut juga mencatat keterlibatannya dalam pengembangan Adobe CX Enterprise, GenStudio, Brand Visibility, perluasan Adobe Experience Platform, serta akuisisi dan integrasi Workfront dan Semrush.
Sebelum bergabung dengan Adobe, Chakravarthy menjabat CEO Informatica selama empat tahun. Ia sebelumnya memegang posisi eksekutif di Symantec dan VeriSign serta bekerja di McKinsey & Company. Rekam jejak itu menempatkan seorang pemimpin dengan pengalaman data, perangkat lunak perusahaan, operasi komersial, dan integrasi akuisisi di puncak Adobe.
Latar belakang tersebut membantu menjelaskan mengapa dewan memilihnya, tetapi tidak berarti Adobe telah mengumumkan pergeseran produk. Pernyataan perusahaan hanya menetapkan ambisi Chakravarthy untuk mendorong perangkat lunak agentik bagi kreativitas, produktivitas, dan pengalaman pelanggan; belum ada perubahan khusus yang diumumkan untuk Photoshop, Illustrator, Premiere Pro, Creative Cloud, harga langganan, atau jadwal peluncuran produk.
AI menjadi konteks bisnis, bukan pengumuman produk

Chakravarthy akan mengambil alih ketika AI generatif memperluas pilihan untuk membuat dan menyunting konten. Bagi Adobe, perkembangan ini sekaligus membuka ruang untuk otomatisasi baru dan meningkatkan tekanan dari perangkat yang menawarkan alur kerja berbasis AI di bidang desain serta pengalaman pelanggan.
Pengalamannya di Customer Experience Orchestration relevan karena Adobe berusaha menghubungkan pembuatan konten, data pelanggan, pemasaran, dan perangkat lunak agentik. Tantangannya bukan sekadar menambahkan fitur generatif, melainkan menunjukkan bahwa rangkaian produknya menghasilkan nilai yang cukup jelas bagi pelanggan individual maupun perusahaan.
Meski demikian, penunjukan seorang pemimpin dari bisnis pengalaman digital tidak membuktikan bahwa prioritas Adobe akan bergeser dari aplikasi kreatif ke pelanggan korporasi. Kesimpulan semacam itu baru dapat dinilai setelah perusahaan menjelaskan alokasi investasi, sasaran pertumbuhan, organisasi produk, dan keputusan operasional di bawah CEO baru.
Apa yang masih belum diketahui
Fakta yang sudah ditetapkan adalah struktur dan jadwal suksesi: Chakravarthy menjadi presiden, CEO, dan anggota dewan pada 1 Desember 2026, sementara Narayen beralih menjadi executive chair. Pengumuman tersebut tidak memuat perubahan harga, lisensi, susunan paket, ataupun peta jalan baru untuk produk Adobe.
Karena itu, arti langsung pergantian ini berada pada pusat tanggung jawab perusahaan. Era Narayen sebagai CEO berakhir pada 1 Desember, tetapi kesinambungan tetap dipertahankan melalui jabatan barunya; arah strategi Chakravarthy baru akan terlihat dari keputusan bisnis dan produk yang diumumkan setelah transisi berlaku.
Baca juga:
Berlangganan buletin kami
Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.