NASA membuka tender stasiun penerus ISS—proposal ditunggu 8 Desember

|Penulis: Tim Redaksi QUASA|5 mnt baca| 1
NASA membuka tender stasiun penerus ISS—proposal ditunggu 8 Desember

NASA, melalui pengumuman 9 Oktober 2026, membuka permintaan proposal final bagi perusahaan AS untuk mengembangkan stasiun komersial penerus fungsi ISS di orbit rendah Bumi. Proposal ditunggu hingga 8 Desember 2026, sementara kontrak awal diperkirakan diberikan kepada sedikitnya dua perusahaan pada musim semi 2027. Tender ini memulai persaingan pengembangan, belum memilih satu stasiun untuk mengambil alih seluruh kegiatan ISS.

Calon operator harus menawarkan rencana yang layak secara teknis untuk merancang, membangun, menguji, memperoleh sertifikasi, dan mengoperasikan tujuan orbit tersebut. Mereka juga diminta menanamkan modal sendiri dan mencari pelanggan di luar NASA. Dengan susunan itu, NASA berupaya mempertahankan tempat kerja bagi awaknya setelah ISS pensiun tanpa menanggung seluruh biaya dan risiko usaha calon penyedia.

Yang diminta mencakup stasiun dan perjalanan awak

Konsep habitat komersial menghubungkan kendaraan awak dengan ruang kegiatan di orbit, sesuai cakupan layanan yang diminta NASA.

Pengadaan ini mencakup layanan penerbangan manusia dari awal hingga akhir, bukan sekadar pembangunan modul di orbit. Perusahaan perlu menunjukkan bagaimana awak akan mencapai fasilitas, bekerja dengan aman di dalamnya, dan kembali ke Bumi. Rancangan habitat, kendaraan pengangkut, jadwal misi, dan proses sertifikasi karena itu harus saling cocok sebagai satu layanan yang bisa digunakan NASA.

Kebutuhan NASA berangkat dari pekerjaan yang sekarang berlangsung di ISS: penelitian, pengembangan teknologi, pelatihan awak, serta persiapan misi ke Bulan dan Mars. Stasiun komersial kelak harus menyediakan kemampuan yang sesuai untuk kegiatan tersebut. Pada saat yang sama, fasilitas milik perusahaan perlu memiliki alasan bisnis untuk beroperasi di luar pesanan pemerintah, karena NASA ingin menjadi pelanggan, bukan satu-satunya penopang pasar.

Persyaratan layanan menyeluruh juga membuat harga sebuah habitat saja tidak cukup untuk menilai tawaran. Biaya membawa awak dan kargo, dukungan selama mereka tinggal, serta kepulangan harus masuk dalam perencanaan misi. Kegagalan satu bagian dapat membuat fasilitas yang telah berada di orbit tetap belum siap melayani awak NASA.

Pemenang tahap awal masih menghadapi seleksi berikutnya

Beberapa rancangan habitat orbit menjalani tahap pengujian terpisah dalam persaingan pengembangan penerus ISS.

NASA berencana memilih beberapa kontraktor untuk pengembangan awal agar lebih dari satu rancangan dapat maju. Kontraknya memakai harga tetap serta mekanisme pesanan kerja yang dapat diterbitkan sesuai kebutuhan. Pemilihan pertama memberi perusahaan pekerjaan pengembangan, tetapi tidak otomatis menjadikannya penyedia akhir layanan awak di orbit rendah.

Tahap berikutnya berupa persaingan pesanan kerja untuk desain akhir, pengujian dan evaluasi, sertifikasi, serta layanan. Urutan itu memisahkan kemampuan menyusun rancangan yang menjanjikan dari kemampuan membuktikan sistem siap digunakan manusia. Kontraktor yang lolos lebih dahulu tetap harus menunjukkan kemajuan dan memenuhi persyaratan keselamatan sebelum NASA membeli layanan operasionalnya.

Harga tetap menuntut peserta memasukkan perkiraan biaya dan jadwal ke dalam tawaran mereka. Bagi NASA, persaingan bertahap memberi ruang untuk menilai kemajuan nyata sebelum memesan pekerjaan yang lebih besar. Bagi perusahaan, keputusan investasi harus dibuat lebih awal, saat pendapatan dari misi pada stasiun yang diusulkan masih bergantung pada pengembangan dan seleksi lanjutan.

Plafon kontrak berbeda dari pembayaran yang dijamin

Dokumen tender 80JSC027R0004 menetapkan minimum pesanan US$100 juta pada kontrak dan batas pesanan US$34,063 miliar. Ketentuannya menyatakan pemerintah tidak wajib memesan pekerjaan melebihi nilai minimum. Angka terbesar itu adalah plafon yang boleh dipesan menurut kontrak, bukan dana yang sudah dipastikan akan dibayarkan kepada pemenang.

Dokumen tersebut memisahkan pekerjaan pengembangan awal, pengembangan dan sertifikasi stasiun, layanan misi, layanan tambahan, serta studi khusus. Nilai kontrak yang terisi pada akhirnya mengikuti pesanan kerja yang benar-benar diterbitkan. Karena itu, menyebut plafon sebagai harga pembangunan satu stasiun akan mencampur batas pengadaan jangka panjang dengan belanja yang sudah menjadi kewajiban NASA saat tender dibuka.

Perbedaan itu juga menjelaskan pembagian risiko dengan industri. NASA menyediakan peluang kontrak dan dapat menjadi pelanggan penting, sedangkan operator harus membiayai sebagian pengembangan dan membuat fasilitasnya menarik bagi pasar lain. Jika permintaan dari pelanggan tambahan tumbuh, perusahaan berpeluang memperoleh pendapatan di luar misi NASA; jika permintaan itu lemah, modal yang telah ditanamkan tetap menjadi risiko perusahaan.

Calon peserta menyambut persaingan, belum memegang kontrak

Menjelang kemungkinan stasiun komersial mulai mengambil alih fungsi ISS paling cepat pada 2030, Marshall Smith, pemimpin proyek Starlab milik Voyager, mengatakan “The release of the RFP is an important milestone” dalam liputan yang juga memuat tanggapan Axiom Space dan Vast. Perusahaan-perusahaan itu menyambut atau menyatakan kesiapan menghadapi tender. Tanggapan awal mereka menunjukkan minat untuk bersaing, bukan daftar peserta resmi atau keputusan pemberian kontrak.

Setiap calon operator kini perlu menyatukan rancangan teknis dengan pembiayaan dan rencana layanan yang masuk akal. Stasiun yang dapat menampung awak tetapi tidak memiliki jalur transportasi yang memadai belum memenuhi kebutuhan misi secara utuh. Sebaliknya, rencana bisnis yang menjanjikan pelanggan lain masih harus ditopang kemampuan menguji dan mensertifikasi fasilitas sebelum awak NASA dapat menggunakannya.

Proposal mendahului peralihan dari ISS

Jarak antara tender dan pengoperasian stasiun baru masih diisi pekerjaan desain, pengujian, sertifikasi, dan persiapan misi. Rencana memilih beberapa kontraktor pada awalnya memberi NASA pilihan saat kemampuan masing-masing rancangan mulai terlihat. Pesanan untuk layanan awak baru menjadi tahap berikutnya setelah fasilitas dan sistem yang mendukungnya memenuhi persyaratan.

Keputusan terdekat bergantung pada proposal yang masuk: di situlah NASA akan melihat rancangan mana yang disertai jadwal, pembiayaan, dan rencana layanan paling meyakinkan. Sesudah batas pengajuan, perhatian beralih ke pemilihan kontraktor awal—langkah pertama yang akan menentukan calon fasilitas mana yang memperoleh dukungan untuk melanjutkan pengembangan menuju era setelah ISS.

Baca juga:

Bagikan:

Berlangganan buletin kami

Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.

0