Otter mulai memeriksa satelit mati—hasil pertamanya baru datang 2027

|Penulis: Tim Redaksi QUASA|4 mnt baca
Otter mulai memeriksa satelit mati—hasil pertamanya baru datang 2027

Otter 24C milik Starfish Space diluncurkan dengan roket Falcon 9 dari Vandenberg, California, pada 1 Oktober 2026; pembaruan misi NASA menjadwalkan inspeksi satelit yang tidak beroperasi mulai pada 2027. Dalam misi Small Spacecraft Propulsion and Inspection Capability (SSPICY) yang diperkirakan berlangsung sekitar dua tahun, wahana itu ditugaskan memeriksa hingga empat satelit asal Amerika Serikat di orbit rendah Bumi. Peluncuran sudah terjadi, tetapi hasil pengamatan atas sasaran baru dapat diperoleh setelah Otter mendekati objek tersebut.

GeekWire mencatat Otter sebagai satu dari 130 muatan Transporter-18, serta mengutip salah satu pendiri Starfish Space, Trevor Bennett, yang menyebut tujuan misi ini “provide this commercial inspection service on a number of these different spacecraft”. Otter terpisah dari tahap atas roket sedikit lebih dari satu jam setelah lepas landas dan mulai diaktifkan untuk operasi di orbit. Sebelum bertemu sasaran, wahana masih harus melewati tahap penyiapan dan pemeriksaan sistem.

Jarak antara peluncuran dan kunjungan pertama

Transporter-18 menyelesaikan perjalanan Otter ke orbit awalnya. Setelah pemisahan dari roket, Starfish Space perlu memastikan sistem wahana bekerja, lalu merencanakan perubahan orbit untuk mencapai objek yang dipilih. Setiap pertemuan menuntut pengaturan lintasan dan kecepatan relatif: berada di orbit rendah Bumi yang sama tidak otomatis menempatkan dua wahana cukup dekat untuk saling mengamati.

Urutan itu menjelaskan mengapa keberhasilan peluncuran belum setara dengan keberhasilan inspeksi. Data tentang sasaran memerlukan pendekatan terkendali, penentuan posisi dan gerak objek relatif terhadap Otter, serta citra yang bisa dikaitkan dengan keadaan orbitnya. Jadwal mulai inspeksi pada tahun berikutnya memberi ruang bagi penyiapan wahana dan perjalanan menuju sasaran; tanggal kunjungan pertama belum diumumkan.

Objek sasaran dan informasi yang dicari

Rincian teknis SSPICY dari NASA menyebut Otter 24C berbobot 335 kilogram dan kriteria sasaran mencakup objek asal Amerika Serikat berukuran menengah, dekat dengan orbit penempatan awal wahana, serta berada di orbit melingkar setidaknya 400 kilometer di atas Bumi. Rincian itu memasukkan satelit, badan roket, dan benda lain yang tidak beroperasi sebagai calon sasaran. Rencana peluncuran yang lebih baru menyebut hingga empat satelit, sehingga pilihan objek akhir akan menentukan urutan operasi.

Otter dirancang mendekat sampai jarak ratusan meter untuk mengamati keadaan objek. Pengamatan akan mencatat kondisi permukaan, bentuk, dan rincian orbitnya. Bagi calon misi servis, perbedaan itu penting: benda yang memiliki bagian menonjol atau menunjukkan kerusakan dapat memerlukan cara pendekatan yang berbeda. Inspeksi menyediakan gambaran keadaan aktual sebelum tindakan yang melibatkan kontak dipertimbangkan.

Karena sasaran tidak beroperasi, Otter tidak bisa mengandalkan wahana tujuan untuk mengatur pertemuan atau memperlihatkan bagian tertentu. Wahana inspeksi harus membaca perubahan posisi dan orientasi melalui sensornya sendiri sambil menjaga jarak. Citra dari satu sudut dapat melewatkan detail penting; pengamatan perlu dipasangkan dengan informasi geometri dan gerak agar keadaan objek dapat ditafsirkan dengan lebih tepat.

Propulsi, navigasi visual, dan lengan Manta

Propulsi listrik berdaya dorong rendah memungkinkan Otter berpindah antarsasaran dan mendekat secara bertahap. Perubahan lintasan dibangun lewat manuver yang direncanakan, sementara posisi sasaran harus terus diperbarui selama pendekatan. Pada tahap dekat, ketepatan penentuan jarak dan arah menjadi sama pentingnya dengan kemampuan mesin mengubah orbit.

CETACEAN menghitung posisi serta gerak sasaran relatif terhadap Otter dengan visi komputer dan sensor, termasuk kamera stereoskopik. Hasilnya diteruskan ke CEPHALOPOD, perangkat lunak pemandu otonom yang menilai langkah pendekatan dan keputusan membatalkannya bila diperlukan. Hubungan keduanya membentuk rangkaian pengamatan dan kendali: sensor membaca keadaan, sistem navigasi menaksir gerak, lalu pemandu memilih manuver berikutnya. Kemampuan itu harus bekerja ketika sasaran tidak menyediakan bantuan untuk pertemuan.

Lengan robotik berengsel Manta mengarahkan dorongan mesin sehingga Otter dapat mengendalikan arah dorongnya selama bermanuver. Perangkat lain, Nautilus, adalah penjepit mekanis yang dirancang agar Otter dapat merapat pada permukaan atau tonjolan wahana lain, termasuk yang tidak dilengkapi fasilitas perapatan. Tujuan demonstrasi SSPICY berhenti pada inspeksi; Otter tidak dijadwalkan merapat ke sasaran dalam operasi ini. Perangkat tersebut dipasang pada bus wahana yang dikembangkan Astro Digital.

Data inspeksi sebagai bekal penanganan sampah antariksa

Satelit yang berhenti bekerja tetap bergerak di orbit dan dapat pecah atau bertabrakan dengan objek lain. Untuk memutuskan apakah suatu benda dapat diperbaiki, dilayani, atau dibantu keluar dari orbit, operator perlu mengetahui keadaan fisik dan geraknya, bukan sekadar perkiraan lokasi. Itulah nilai praktis inspeksi jarak dekat: informasi tentang permukaan, bentuk, dan gerak mempersempit ketidakpastian sebelum wahana lain mencoba mendekat lebih jauh.

SSPICY menguji kemampuan memperoleh informasi itu melalui wahana komersial yang dapat berpindah di antara beberapa objek. Keberhasilan peluncuran membawa Otter ke tahap operasi di orbit, sedangkan manfaatnya untuk servis atau pembuangan bergantung pada keberhasilan pendekatan dan mutu data yang dikumpulkan. Tonggak berikutnya ialah inspeksi pertama yang dijadwalkan mulai pada 2027; dari pengamatan itulah data tentang kondisi sasaran baru bisa diperoleh.

Baca juga:

Bagikan:

Berlangganan buletin kami

Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.

0