Kena tipu online? Lapor IASC cepat, tetapi dana belum tentu kembali

|Penulis: Tim Redaksi QUASA|5 mnt baca| 5
Kena tipu online? Lapor IASC cepat, tetapi dana belum tentu kembali

Jika Anda baru saja mentransfer uang kepada penipu, segera kirim rincian transaksi melalui portal resmi Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) agar bank atau penyedia jasa pembayaran dapat menindaklanjuti rekening tujuan. Siapkan bukti transfer, data rekening Anda dan penerima, serta percakapan dengan pelaku. Setelah mengirim formulir, simpan nomor laporan untuk memantau penanganannya.

Buat juga laporan polisi di kantor polisi terdekat. IASC membuka jalur koordinasi finansial untuk mengupayakan penundaan transaksi dan penelusuran dana, sedangkan laporan polisi membuka jalur penyelidikan pidana. Kedua laporan diperlukan; tindakan terhadap rekening penerima belum berarti uang Anda pasti dapat dikembalikan.

Urutan kerja dalam 30 menit pertama

Gunakan waktu awal untuk mencatat transaksi dan mengirim laporan selagi rincian pembayaran mudah ditemukan. Urutan berikut adalah panduan praktis, bukan tenggat resmi IASC atau janji bahwa rekening akan segera diblokir. Jika seluruh bukti belum terkumpul, dahulukan data transaksi yang akurat dan lanjutkan menyiapkan dokumen pendukung yang diminta formulir.

  1. Hentikan pembayaran lanjutan yang diminta pelaku. Dari riwayat transaksi, catat waktu, nominal, bank atau penyedia jasa pembayaran pengirim, serta nama dan nomor rekening atau akun penerima persis seperti yang tercantum pada bukti.
  2. Simpan bukti transfer dan percakapan dalam bentuk digital. Catat urutan singkat dari kontak awal, permintaan pembayaran, hingga transfer; sertakan akun, nomor telepon, iklan, atau situs yang memang muncul dalam komunikasi.
  3. Buka portal IASC dan mulai laporan dengan data yang telah siap. Anda juga dapat menghubungi bank atau penyedia jasa pembayaran pengirim melalui kanal resminya untuk memberitahukan transaksi tersebut.
  4. Setelah formulir terkirim, simpan nomor laporan. Gunakan bukti dan kronologi yang sama saat membuat laporan polisi agar kedua jalur merujuk pada transaksi yang tepat.

Kecepatan berguna karena uang dapat berpindah lagi dari rekening penerima pertama. Dalam perkara korban yang melapor pada 19 dan 20 Agustus 2025 setelah kehilangan Rp254 juta, siaran pers Satgas PASTI mencatat penelusuran hingga tujuh lapisan transaksi yang melibatkan 36 rekening pada 13 bank dan penyedia jasa pembayaran. Karena itu, laporkan rekening tujuan yang Anda ketahui dari bukti transfer tanpa menunggu informasi tentang seluruh rekening berikutnya.

Bukti apa yang perlu disiapkan?

Formulir menghubungkan identitas pelapor dengan transaksi dan rekening penerima. Kumpulkan data dalam empat kelompok agar Anda dapat menyalin detail dari bukti, bukan mengandalkan ingatan ketika mengisi laporan.

  • Identitas dan kontak: nama lengkap, nomor identitas, alamat, nomor telepon aktif, alamat email, serta foto atau pindaian dokumen identitas. Jika melapor mewakili korban, siapkan surat kuasa dan identitas korban.
  • Rekening asal dan tujuan: nama bank atau penyedia jasa pembayaran, nomor rekening atau akun, dan nama pemilik pada kedua sisi transfer. Salin ejaan nama penerima sebagaimana tampil pada bukti transaksi, meskipun berbeda dari nama yang dipakai pelaku saat menghubungi Anda.
  • Rincian pembayaran: tanggal, waktu, dan nominal setiap transfer, disertai bukti bahwa transaksi berhasil. Tangkapan layar dari aplikasi perbankan atau bukti transaksi digital dapat membantu menunjukkan detail tersebut.
  • Jejak komunikasi: tangkapan layar percakapan dan, jika ada, iklan, akun media sosial, atau situs yang mengarahkan Anda untuk membayar. Susun kronologi ringkas dari kontak awal sampai Anda menyadari dugaan penipuan.

Periksa apakah nomor rekening, waktu, dan nominal tetap terbaca pada file yang akan diunggah. Simpan pula file aslinya. Jika nama atau identitas pelaku belum diketahui, pisahkan informasi yang tercatat pada transaksi dari pengakuan pelaku dalam percakapan; jangan mengisi dugaan sebagai fakta.

Cara mengirim laporan IASC

Di beranda IASC, pilih Lapor Sekarang, lalu isi data pelapor, pihak terlapor, kejadian, dan transaksi. Unggah dokumen yang diminta. Sebelum mengirim, cocokkan kembali nomor akun asal, nomor akun tujuan, nama penerima, waktu, dan nominal dengan bukti pembayaran; kesalahan pada data ini dapat menyulitkan pencocokan transaksi.

Satu formulir difokuskan pada transaksi dari satu rekening korban ke satu rekening terlapor. Jika uang dikirim ke beberapa rekening tujuan yang berbeda, Anda mungkin perlu membuat laporan terpisah untuk masing-masing pasangan rekening. Catat nomor laporan yang dihasilkan untuk setiap pengiriman agar perkembangan tiap transaksi dapat ditelusuri.

Laporan yang masuk terlebih dahulu diverifikasi oleh lembaga keuangan tempat korban bertransaksi. Setelah dinyatakan lengkap, laporan diteruskan kepada lembaga yang menaungi rekening terlapor untuk penundaan transaksi, pemeriksaan, dan penelusuran aliran dana. Jika uang terdeteksi berpindah ke lembaga lain, penanganan dapat berlanjut ke rekening berikutnya. Nomor laporan menandai awal proses tersebut, bukan keputusan tentang pengembalian uang.

Mengapa laporan polisi tetap diperlukan?

Polda Sumatera Utara terlibat dalam penyelidikan kasus penipuan keuangan yang dilaporkan melalui IASC.

Laporan polisi menjadi dasar bagi penegak hukum untuk menyelidiki dugaan tindak pidana dan menindak pelakunya. Bawalah identitas, bukti transfer, percakapan, kronologi, serta nomor laporan IASC agar petugas dapat mengaitkan kejadian dengan transaksi yang sudah Anda laporkan. Simpan bukti penerimaan laporan polisi untuk tindak lanjut jalur hukum.

Kedua jalur bekerja pada bagian masalah yang berbeda. Melalui IASC, lembaga keuangan menangani aliran uang dan berupaya mengamankan dana yang masih dapat dijangkau. Polisi menangani dugaan tindak pidana terhadap pelaku. Mengisi formulir IASC tidak otomatis membuat laporan polisi, dan menyerahkan bukti kepada polisi tidak otomatis memasukkan rincian transfer ke sistem IASC.

Memantau laporan dan peluang dana kembali

Bank pengirim menjadi pihak yang menghubungi korban secara resmi jika dana hasil penanganan IASC dapat dikembalikan.

Untuk memeriksa perkembangan, halaman Cek Status Laporan Penipuan meminta nomor laporan, nomor telepon pelapor, dan verifikasi captcha. Gunakan nomor telepon yang dicantumkan saat melapor. Hasil pemeriksaan dapat menampilkan tanggal pembaruan, lembaga dan rekening dalam aliran transaksi, status laporan, serta alasannya.

Status penundaan transaksi menunjukkan langkah penanganan pada rekening, bukan konfirmasi bahwa seluruh kerugian akan diganti. Yang diupayakan adalah pengamanan sisa dana yang masih ada ketika lembaga terkait bertindak. Jika uang telah dipindahkan lagi atau ditarik, jumlah yang dapat diselamatkan mungkin lebih kecil daripada nominal transfer awal.

Bila ada dana yang dapat dikembalikan, tunggu pemberitahuan resmi dari bank atau penyedia jasa pembayaran yang Anda gunakan untuk mengirim uang. Simpan nomor laporan IASC dan bukti laporan polisi saat berkomunikasi melalui kanal resmi lembaga tersebut. Permintaan transfer tambahan dari pihak yang mengaku bisa mempercepat pengembalian dana tidak perlu diikuti.

Baca juga:

Bagikan:

Berlangganan buletin kami

Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.

0