DCA atau lump sum: dana siap belum berarti harus masuk sekaligus

|Penulis: Tim Redaksi QUASA|6 mnt baca| 2
DCA atau lump sum: dana siap belum berarti harus masuk sekaligus

Dana investasi yang sudah tersedia tidak otomatis harus masuk sekaligus. Menurut Mandiri Sekuritas, lump sum menempatkan seluruh dana di pasar sejak awal, sedangkan dollar cost averaging (DCA) membaginya menjadi pembelian rutin; pilihan yang sesuai bergantung pada tujuan, kondisi keuangan, dan toleransi risiko. Dengan lump sum, seluruh dana langsung mengikuti pergerakan harga. Dengan DCA, risiko membeli semuanya tepat sebelum penurunan tersebar, tetapi sebagian kas belum ikut menikmati kenaikan.

Jika dana ditujukan untuk investasi jangka panjang dan penurunan segera setelah pembelian masih dapat ditanggung, masuk sekaligus memberi paparan pasar lebih lama. Jika penurunan awal kemungkinan besar membuat investor membatalkan rencana, jadwal pembelian bertahap dapat lebih mudah dipertahankan. Pilihannya bergantung pada sumber dana, waktu dana akan dibutuhkan, dan kemampuan menghadapi nilai investasi yang berubah.

Dana yang sudah ada berbeda dari gaji yang baru akan datang

Perbandingan kedua strategi harus dimulai dari uang yang benar-benar tersedia. Seseorang yang menerima dana besar sekarang dapat membeli aset dengan seluruh dana hari ini atau membaginya untuk beberapa tanggal pembelian. Dalam pilihan kedua, saldo yang belum digunakan tetap berada di luar aset tujuan. Itulah kas yang menunggu dan dapat menimbulkan biaya peluang.

Setoran dari penghasilan bulanan adalah situasi lain. Gaji bulan depan belum tersedia untuk dibelikan aset hari ini, sehingga berinvestasi segera setelah setiap gaji diterima tidak sama dengan menahan sebagian dana besar yang sudah ada. Mencampur kedua situasi itu dapat membuat DCA seolah tidak mempunyai biaya menunggu. Bagi pemilik dana besar, setiap jeda pembelian adalah keputusan untuk sementara tetap memegang kas.

Perbedaan sumber dana juga memengaruhi disiplin. Setoran yang mengikuti tanggal gajian dapat menjadi kebiasaan yang sesuai dengan arus kas. Untuk dana yang sudah tersedia, jadwal cicilan perlu mempunyai nominal dan tanggal yang jelas agar keputusan membeli tidak berubah setiap kali pasar bergerak.

Apa yang terjadi saat harga naik, turun, atau berakhir datar?

Setoran DCA dengan nominal sama memperoleh jumlah unit reksa dana saham berbeda ketika harga pembelian berubah.

Bandingkan dana awal dan aset yang sama, lalu nilai keduanya pada tanggal akhir yang sama. Hasilnya ditentukan oleh jalur harga selama pembelian bertahap, bukan hanya oleh harga pada awal dan akhir periode. Skenario berikut bersifat bersyarat; jalur harga yang sebenarnya baru diketahui setelah terjadi.

  • Harga terus naik. Lump sum cenderung unggul karena seluruh dana membeli pada harga awal dan mengikuti setiap kenaikan. Pembelian DCA berikutnya memperoleh lebih sedikit unit untuk nominal setoran yang sama, sementara kas yang menunggu melewatkan sebagian kenaikan.
  • Harga turun selama masa pembelian. DCA membuat sebagian dana terhindar dari penurunan awal dan membeli lebih banyak unit pada harga berikutnya yang lebih rendah. Pada tanggal pembandingan, hasilnya bisa lebih baik daripada lump sum. Unit yang sudah dibeli tetap bisa merugi jika harga terus turun.
  • Harga berakhir datar. Bila harga pada setiap tanggal pembelian sama, jumlah unit kedua strategi juga sama sebelum hasil kas dan biaya diperhitungkan. Bila harga sempat turun lalu kembali ke titik awal, DCA bisa mengumpulkan lebih banyak unit. Bila harga sempat naik lalu kembali, pembelian di tengah dapat mengurangi jumlah unit yang diperoleh.

Contoh hipotetis menunjukkan mengapa titik akhir saja tidak cukup. Jika harga per unit bergerak dari 100 ke 80 lalu kembali ke 100, setoran dengan nominal sama pada tiga tanggal memperoleh lebih banyak unit daripada pembelian seluruh dana pada harga awal 100. Ganti harga tengah menjadi 120, dan arah perbandingannya berbalik. DCA menjalankan tanggal yang ditetapkan sebelumnya; menunda pembelian sampai merasa harga sudah cukup rendah adalah keputusan waktu masuk yang berbeda.

Berapa harga dari kas yang menunggu?

Sebagian dana yang disiapkan untuk DCA masih menunggu, sementara dana yang masuk sekaligus sudah terpapar pasar.

Keunggulan utama lump sum adalah lebih lamanya seluruh modal berada di pasar ketika aset menghasilkan kenaikan. Dalam perhitungan Vanguard memakai imbal hasil MSCI World Index periode 1976–2022, investasi sekaligus mengungguli tiga pembelian bulanan pada 68% periode bergulir. Kekayaan dibandingkan setelah satu tahun, dengan asumsi seluruh investasi pada saham dan kas yang belum dipakai tidak menghasilkan bunga. Angka tersebut menggambarkan rancangan dan pasar yang diteliti, bukan peluang menang untuk setiap reksa dana Indonesia.

Kas yang menunggu tidak selalu menghasilkan nol. Bila ditempatkan pada instrumen yang memberi imbal hasil, sebagian biaya peluang dapat berkurang, selama dana tersedia saat tanggal pembelian tiba. Lamanya jadwal juga berpengaruh: semakin lama dana masuk secara bertahap, semakin lama sebagian modal tidak mengikuti kinerja aset tujuan. Namun, ketika harga jatuh tak lama setelah pembelian pertama, saldo yang belum masuk membatasi penurunan nilai total pada tahap itu. Investor menukar sebagian potensi hasil dengan paparan awal yang lebih kecil.

Apa yang ditunjukkan penelitian reksa dana Indonesia?

Penelitian Naufal Akbar Taufik di repositori UGM membandingkan kedua strategi pada tujuh reksa dana saham Indonesia yang dipilih berdasarkan kinerja Mei 2012, untuk periode Juni 2012 hingga Juni 2016. Abstraknya menyatakan imbal hasil lump sum lebih tinggi selama pengamatan, tetapi risikonya juga lebih besar; peneliti menyimpulkan kinerja investasi DCA lebih baik dalam perbandingan tersebut.

Hasil itu memperlihatkan bahwa imbal hasil tertinggi dan penilaian kinerja yang mempertimbangkan risiko dapat menunjuk ke strategi berbeda. Sampelnya terdiri dari produk pilihan pada periode tertentu, sehingga hasilnya tidak menetapkan jadwal yang akan unggul bagi dana yang diterima sekarang. Bagi investor yang sulit menahan penurunan awal, besarnya risiko yang sanggup ditanggung sama pentingnya dengan potensi hasil akhir.

Biaya transaksi ikut menentukan hasil bersih

DCA melibatkan lebih banyak pesanan daripada satu pembelian lump sum. Ketentuan prospektus OJK mensyaratkan informasi tentang tata cara dan batas pembelian unit penyertaan, harga pembelian, serta biaya pembelian jika ada. Karena ketentuannya dapat berbeda menurut produk, biaya dan batas pembelian perlu dilihat pada prospektus reksa dana yang dipilih.

Jika suatu kanal mengenakan biaya tetap per pesanan, memecah dana menjadi lebih banyak transaksi akan menambah biaya tetap keseluruhan. Jika biaya hanya berupa persentase yang sama dari setiap nominal pembelian, pemecahan dana tidak dengan sendirinya menaikkan total biaya persentase atas dana awal yang sama. Perbedaan ini terpisah dari perubahan harga unit: strategi yang menghasilkan lebih banyak unit sebelum biaya belum tentu memberi hasil bersih lebih tinggi.

Jadwal mana yang sesuai dengan dana dan toleransi risiko?

Untuk penghasilan yang datang berkala, membeli ketika dana tersedia mengikuti arus kas tanpa perlu menunggu terkumpulnya seluruh penghasilan masa depan. Untuk dana besar yang sudah ada dan ditujukan bagi horizon panjang, lump sum memberi paparan penuh sejak awal jika investor mampu menahan kemungkinan penurunan segera setelah masuk. DCA lebih sesuai ketika paparan penuh itu berisiko membuat rencana investasi dihentikan, dengan konsekuensi sebagian dana sementara tetap menjadi kas.

Pilihannya juga dapat dibagi: sebagian dana masuk di awal, sisanya dibeli menurut jadwal yang ditetapkan sebelumnya. Tanggal, nominal, dan batas akhir penempatan membuat lamanya kas menunggu terlihat jelas. Jika dana mungkin diperlukan dalam waktu dekat, kesesuaian risiko aset menjadi keputusan yang lebih mendasar daripada apakah pembeliannya dilakukan sekali atau bertahap.

Baca juga:

Bagikan:

Berlangganan buletin kami

Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.

0