Pusat data AI memburu air waduk—kebutuhan warga tak boleh kalah

|Penulis: Tim Redaksi QUASA|5 mnt baca| 3
Pusat data AI memburu air waduk—kebutuhan warga tak boleh kalah

Dalam laporan Bisnis dari Digital Infrastructure Summit 2026 di Jakarta Pusat pada 12 Oktober 2026, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengusulkan pemanfaatan bendungan dan waduk untuk mendukung kebutuhan pusat data AI. “Kita punya cukup banyak bendungan, reservoir, dan lain-lain,” katanya. AHY meminta peta jalan pasokan yang juga memperhitungkan kebutuhan rumah tangga, pertanian, peternakan, dan lingkungan.

Rencana pemanfaatan waduk itu masih berupa arah perencanaan, belum alokasi air bagi proyek tertentu. Dalam siaran pers Komdigi dari forum yang sama pada 12 Oktober 2026, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria mengaitkan perkembangan komputasi AI dengan meningkatnya kebutuhan listrik dan air: “Listrik dan air ini berada di basis paling bawah dari AI full stack.” Pertanyaan bagi calon proyek ialah berapa air yang dapat diambil tanpa mengganggu pengguna yang sudah bergantung pada sumber yang sama.

Waduk diusulkan masuk peta jalan pasokan

Usulan AHY menempatkan pusat data di antara calon pengguna infrastruktur air yang sudah melayani kebutuhan lain. Waduk adalah tampungan, sedangkan air yang benar-benar dapat dialirkan ke fasilitas baru ditentukan oleh pasokan masuk, aliran yang harus tersedia di hilir, kapasitas saluran, dan pemakaian yang telah ada. Besarnya tampungan karena itu tidak otomatis sama dengan sisa air untuk industri digital.

Peta jalan yang diminta AHY perlu menghubungkan rencana pusat data dengan pengelolaan air di lokasi yang akan dipilih. Penilaian tidak cukup berhenti pada kondisi saat air melimpah: pendinginan diperlukan selama fasilitas bekerja, sementara debit dan permintaan untuk irigasi berubah menurut musim. Lokasi titik pengambilan juga menentukan siapa yang berbagi sumber secara langsung. Sambungan dari jaringan air minum, misalnya, mempunyai konsekuensi berbeda dari pengambilan air baku sebelum pengolahan.

Pernyataan AHY belum merinci angka kebutuhan air, rancangan pendinginan, atau nama waduk yang dialokasikan untuk pusat data. Tanpa rincian proyek, dampak pada satu daerah belum dapat dihitung. Kebutuhan untuk melindungi warga sudah jelas, tetapi aturan pembagian pasokan di lokasi tertentu masih harus ditetapkan.

Air dibutuhkan untuk membuang panas

Panas perangkat pusat data AI dipindahkan melalui sistem pendingin, sementara sebagian air dapat hilang lewat penguapan.

Perangkat komputasi menghasilkan panas saat bekerja dan memerlukan pendinginan. Panduan Departemen Energi AS menjelaskan alur pusat data yang memakai menara pendingin: panas dari perangkat berpindah melalui sistem pendingin ke air, lalu dilepas ke udara lewat penguapan. Air yang menguap harus diganti; sebagian air lain dibuang dari sirkulasi agar mineral terlarut tidak menumpuk. Karena itu, fasilitas dengan menara pendingin membutuhkan pasokan air pengganti selama sistem tersebut beroperasi.

Air yang berputar kembali di dalam pipa tidak berarti seluruh kebutuhan air dari luar hilang. Rangkaian pendingin tertutup masih dapat berujung pada menara yang memakai penguapan, sedangkan pelepasan panas melalui udara memiliki pola kebutuhan air langsung yang berbeda. Pilihan teknologi, beban komputasi, dan kondisi setempat menentukan besar kebutuhan akhir, sehingga angka dari fasilitas lain tidak bisa langsung dipakai untuk calon proyek di Indonesia.

Untuk menilai dampaknya, volume yang diambil dari sumber perlu dipisahkan dari air yang menguap, air yang dibuang dari menara, dan air yang mungkin kembali ke sistem. Perbedaan itu penting karena air yang kembali belum tentu masuk pada titik, waktu, atau mutu yang sama. Rancangan pendingin juga perlu dinilai bersama kebutuhan listriknya agar penghematan air tidak dilihat terpisah dari pasokan energi fasilitas.

Persaingan pasokan ditentukan sumber dan musim

Air dari sistem waduk mengalir ke lahan pertanian dan jalur hilir yang perlu diperhitungkan dalam rencana pasokan pusat data.

Risiko bagi warga muncul ketika pengambilan baru bertemu dengan kebutuhan yang sudah ada pada sumber yang sama. Jika air diambil dari jaringan distribusi, pelanggan jaringan itu berhadapan langsung dengan tambahan permintaan. Jika air diambil dari air baku waduk, dampaknya bergantung pada kebutuhan di hilir, termasuk instalasi air minum dan irigasi. Aliran yang perlu tetap tersedia bagi sungai dan ekosistem juga masuk dalam perhitungan, bukan hanya volume yang bisa dipompa.

Waktu pemakaian sama pentingnya dengan lokasi. Pada masa ketika irigasi membutuhkan banyak air atau debit masuk berkurang, jatah industri yang terlihat kecil dalam hitungan tahunan dapat terasa berbeda pada hari dengan pasokan terbatas. Karena itu, perhitungan rata-rata tahunan perlu disertai gambaran kebutuhan puncak dan pasokan rendah yang relevan bagi sumber air setempat. Penilaian tersebut baru dapat dilakukan setelah sumber dan kebutuhan sebuah proyek diketahui.

Data yang menentukan prioritas air

Agar perlindungan kebutuhan warga dapat diterjemahkan menjadi keputusan, rencana proyek perlu memuat neraca air dan batas pengambilan yang dapat diperiksa. Empat kelompok informasi berikut menunjukkan apakah sumber yang diusulkan mampu melayani pusat data sekaligus pengguna yang sudah ada:

  • Sumber dan pengguna: Nama sumber, lokasi pengambilan, jaringan yang dilalui, serta kebutuhan rumah tangga, pertanian, peternakan, dan lingkungan yang telah dilayani.
  • Volume dan rancangan: Pengambilan pada operasi biasa dan kebutuhan tertinggi, jenis pendinginan, air yang menguap, air yang dibuang, serta air yang dikembalikan.
  • Aturan saat pasokan turun: Ambang yang membatasi pengambilan industri ketika air untuk warga, irigasi, atau aliran lingkungan berada di bawah kebutuhan yang ditetapkan.
  • Pengukuran dan mutu: Pihak yang mencatat volume masuk dan keluar, memeriksa mutu air buangan, serta mengumumkan hasilnya.

Keputusan berikutnya yang penting bagi daerah calon lokasi ialah penetapan sumber air dan syarat pengambilannya. Di tingkat itulah usulan memanfaatkan waduk akan bertemu dengan kebutuhan air yang sudah harus dipenuhi setiap hari.

Baca juga:

Bagikan:

Berlangganan buletin kami

Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.

0