MRR atau ARR: mengalikan pendapatan bulanan belum tentu memberi angka benar

|Penulis: Tim Redaksi QUASA|5 mnt baca
MRR atau ARR: mengalikan pendapatan bulanan belum tentu memberi angka benar

MRR menyatakan nilai langganan berulang yang dinormalisasi per bulan, sedangkan ARR menyatakan nilai tahunan dari basis langganan yang sama. Panduan Stripe tentang MRR dan ARR menjelaskan bahwa MRR lebih peka terhadap perubahan pelanggan dan harga, sementara ARR berguna untuk perencanaan tahunan.

Rumus ARR = MRR × 12 benar bila MRR sudah mencakup seluruh langganan aktif, dinormalisasi menurut periode layanan, dan dihitung pada tanggal yang sama. Yang bisa keliru adalah mengalikan seluruh tagihan atau penerimaan dalam satu bulan dengan 12. Kontrak tahunan yang dibayar di muka membuat bulan penagihan tampak besar, sedangkan biaya sekali bayar tidak menjadi pendapatan berulang.

Rumus dimulai dari periode layanan

Untuk menghitung MRR, jumlahkan nilai bulanan setiap langganan aktif. Paket yang ditagih bulanan masuk sebesar nilai bulanannya; nilai kontrak tahunan dibagi 12 terlebih dahulu. Tambahkan biaya add-on yang berulang dan kurangi diskon yang berlaku pada periode tersebut. Hasilnya menggambarkan laju pendapatan berulang pada waktu pengukuran, bukan jumlah yang kebetulan ditagih atau dibayar pada bulan itu.

ARR memakai komponen yang sama dalam satuan tahun. Glosarium Chargebee tentang ARR dan ACV membedakan ARR sebagai nilai berulang tahunan dari seluruh pelanggan, sedangkan ACV berfokus pada nilai tahunan satu akun atau kontrak. Karena itu, nilai kontrak besar milik satu pelanggan belum menggambarkan ARR bisnis secara keseluruhan.

Kesetaraan ARR = MRR × 12 juga memerlukan cakupan pelanggan dan tanggal pengukuran yang sama. Jika MRR diambil sebelum pelanggan membatalkan langganan, tetapi ARR dihitung sesudahnya, kedua angka memakai basis yang berbeda. ARR yang diturunkan dari MRR merupakan laju tahunan berdasarkan langganan saat itu; nilainya mengandaikan pelanggan, harga, dan kontrak tetap sama, bukan menjamin seluruh pelanggan akan bertahan setahun.

Komponen mana yang masuk?

Biaya paket dan add-on yang terus ditagih termasuk pendapatan berulang. Diskon yang berlaku pada langganan mengurangi nilainya: harga daftar yang tidak dibayar pelanggan tidak semestinya dihitung sebagai MRR. Penjelasan Chargebee tentang komponen MRR memasukkan paket, add-on, dan diskon berulang, serta mengecualikan biaya penyiapan, tagihan insidental, dan pajak.

Aturan komponen berulang yang sama berlaku saat menyusun ARR. Biaya implementasi yang hanya ditagih ketika pelanggan bergabung tidak berubah menjadi pendapatan berulang karena tercantum pada tagihan bersama paket tahunan. Pembelian tambahan satu kali juga berbeda dari add-on yang ditagih pada setiap siklus. Memisahkan pajak menjaga ukuran langganan dari jumlah yang dipungut untuk kewajiban pajak.

Lama berlakunya diskon perlu diperhitungkan. Diskon sepanjang masa kontrak mengurangi nilai langganan selama masa tersebut. Bila potongan hanya berlaku pada beberapa tagihan awal, nilai berulang saat potongan aktif berbeda dari nilainya setelah potongan berakhir. Menggunakan harga setelah diskon berakhir untuk menghitung MRR hari ini akan mendahului perubahan yang belum terjadi.

Contoh hitung dalam rupiah

Komponen paket, add-on, dan diskon berlanjut sepanjang periode langganan, sedangkan biaya implementasi hanya muncul sekali.

Contoh berikut sepenuhnya hipotetis. Ada tiga pelanggan aktif sejak awal bulan yang sama. Semua nilai belum termasuk pajak, dan diskon pada pelanggan A serta B berlaku selama periode langganan yang disebutkan. Tagihan bulan pertama dipisahkan dari MRR agar pengaruh pembayaran di muka terlihat.

  • Pelanggan A membayar paket bulanan Rp2.000.000 dan add-on berulang Rp300.000, dengan diskon bulanan Rp200.000. Nilai bersih berulangnya Rp2.100.000 per bulan; MRR pelanggan A Rp2.100.000 dan nilai tahunannya Rp25.200.000.
  • Pelanggan B membayar kontrak tahunan di muka: paket Rp24.000.000, add-on tahunan berulang Rp6.000.000, dan diskon kontrak Rp3.000.000. Nilai langganan bersihnya Rp27.000.000 untuk 12 bulan. MRR pelanggan B adalah Rp27.000.000 ÷ 12 = Rp2.250.000; nilai tahunannya Rp27.000.000.
  • Pelanggan C membayar langganan bulanan Rp1.500.000 tanpa add-on atau diskon. MRR pelanggan C Rp1.500.000 dan nilai tahunannya Rp18.000.000.
  • Pada bulan pertama, bisnis juga menagih biaya implementasi Rp4.000.000 kepada pelanggan B dan pekerjaan satu kali Rp2.000.000 kepada pelanggan C. Keduanya menambah tagihan bulan pertama, tetapi tidak menambah MRR atau ARR.

MRR dari ketiga pelanggan itu adalah Rp5.850.000: Rp2.100.000 + Rp2.250.000 + Rp1.500.000. ARR-nya Rp70.200.000: Rp25.200.000 + Rp27.000.000 + Rp18.000.000. Hasil yang sama diperoleh dari Rp5.850.000 × 12. Dengan komponen dan waktu pengukuran yang konsisten, perkalian MRR dengan 12 memang menghasilkan ARR.

Mengapa tagihan bulan pertama memberi hasil berbeda?

Pada contoh yang sama, jumlah yang ditagih pada bulan pertama mencapai Rp36.600.000: Rp2.100.000 dari A, Rp27.000.000 dari B, Rp1.500.000 dari C, serta Rp6.000.000 biaya satu kali. Jika seluruh tagihan itu dikalikan 12, hasilnya Rp439.200.000. Angka tersebut bukan ARR karena pembayaran tahunan B diperlakukan seolah akan datang setiap bulan, sementara biaya implementasi dan pekerjaan satu kali dianggap terus berulang.

Andaikan tidak ada perubahan langganan, tagihan bulan berikutnya hanya Rp3.600.000 dari A dan C; B telah membayar tahun pertamanya di muka. Mengalikan Rp3.600.000 dengan 12 menghasilkan Rp43.200.000, lebih rendah daripada ARR Rp70.200.000. Jadwal penagihan membuat jumlah pada tagihan naik turun antarbulan, sedangkan MRR membagi nilai langganan berulang menurut periode layanan.

Diskon sementara menimbulkan perbedaan lain antara ARR saat ini dan perkiraan tagihan masa depan. Andaikan diskon bulanan Rp200.000 milik A dalam contoh hanya berlaku tiga bulan, MRR A saat potongan aktif tetap Rp2.100.000 dan laju ARR-nya Rp25.200.000. Namun, jika tiga bulan pertama ditagih Rp2.100.000 dan sembilan bulan berikutnya Rp2.300.000, total tagihan langganan A selama 12 bulan menjadi Rp27.000.000. Total masa depan itu memasukkan perubahan harga yang sudah diketahui; ARR pada saat diskon masih aktif mencerminkan nilai langganan saat itu.

Kapan MRR dan ARR lebih berguna?

MRR memperlihatkan perubahan terbaru pada basis langganan: pelanggan baru, pembatalan, kenaikan atau penurunan paket, serta add-on yang mulai ditagih. Karena setiap kontrak dinyatakan dalam nilai per bulan, perubahan tersebut dapat dibandingkan dengan bulan sebelumnya tanpa lonjakan semu dari tanggal pembayaran kontrak tahunan.

ARR merangkum skala basis langganan dalam satuan tahunan untuk anggaran dan perencanaan jangka lebih panjang. Nilainya tetap bertumpu pada kontrak berulang yang aktif ketika diukur. Perkiraan uang yang akan masuk selama setahun membutuhkan informasi tambahan tentang jadwal pembayaran, masa diskon, dan perubahan kontrak yang sudah diketahui.

Baca juga:

Bagikan:

Berlangganan buletin kami

Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.

0