Cloudflare Basin menyatukan tiga lapisan data—tanpa server khusus

|Penulis: Tim Redaksi QUASA|5 mnt baca| 1
Cloudflare Basin menyatukan tiga lapisan data—tanpa server khusus

Pada 1 Oktober 2026, Cloudflare merilis Basin untuk penggunaan umum sebagai platform serverless yang menyatukan tiga pekerjaan analitik: memasukkan data, mengelola tabel Apache Iceberg, dan menjalankan kueri SQL. Ketiganya bekerja dengan data yang disimpan di Cloudflare R2. Tim pengembang dapat menjalankan jalur itu tanpa menyiapkan klaster kueri khusus.

Dalam pengumuman Cloudflare pada 1 Oktober 2026, nama Cloudflare Pipelines, R2 Data Catalog, dan R2 SQL berubah menjadi Basin Pipelines, Basin Catalog, dan Basin SQL; perusahaan juga mengutip Dax Raad, pendiri bersama Anomaly: “We moved our entire company's data pipeline to Basin Pipelines, Catalog, and SQL.” Pengalaman Anomaly menunjukkan satu cara memakai seluruh rangkaian, sedangkan tiap komponen juga dapat dipakai sesuai arsitektur yang sudah dimiliki tim.

Alur dari peristiwa aplikasi ke jawaban SQL

Basin Pipelines menangani pintu masuk data. Peristiwa dapat dikirim melalui endpoint HTTP, integrasi Workers, atau Cloudflare Logpush. Saat data masuk, Pipelines dapat memilih dan mengubahnya dengan SQL, lalu mengirim hasilnya sebagai tabel Apache Iceberg atau sebagai berkas JSON maupun Parquet di R2. Transformasi pada tahap ini menentukan data apa yang akhirnya tersedia untuk analisis.

Basin Catalog mengelola metadata tabel Iceberg yang berkasnya tersimpan di R2. Katalog ini menyediakan cara bagi mesin kueri untuk menemukan tabel dan isinya, sekaligus menjalankan pemeliharaan seperti kompaksi berkas dan penghapusan snapshot lama menurut kebijakan retensi. Pekerjaan tersebut penting ketika peristiwa terus ditambahkan: susunan berkas dan metadata tabel ikut berubah seiring waktu.

Basin SQL membaca tabel dalam katalog dan menjalankan kueri analitik secara terdistribusi. Alur ringkasnya ialah aplikasi mengirim peristiwa ke Pipelines, Pipelines menulis data ke R2 sebagai tabel yang dikelola Catalog, lalu Basin SQL membaca tabel itu untuk menjawab kueri. R2 merupakan lapisan penyimpanan dalam alur tersebut, bukan nama baru untuk salah satu dari ketiga komponen Basin.

Arsitektur lebih ringkas, pilihan mesin tetap terbuka

Perubahan bagi tim data terletak pada pekerjaan operasional yang ditangani layanan. Pipelines menerima dan mengolah peristiwa tanpa infrastruktur streaming yang dikelola sendiri; Catalog memelihara tabel; Basin SQL menyediakan komputasi kueri tanpa klaster yang perlu disiapkan atau diskalakan pengguna. Tim masih perlu menentukan skema, transformasi, kebijakan penyimpanan, dan pertanyaan analitik yang sesuai dengan datanya.

Apache Iceberg memungkinkan tabel yang sama dibaca melalui mesin lain yang kompatibel. Tim yang telah memakai DuckDB, Trino, atau mesin analitik lain dapat mempertimbangkan Basin Catalog tanpa harus memindahkan seluruh pekerjaan kuerinya ke Basin SQL. Sebaliknya, memakai Basin SQL bersama Catalog memberi jalur kueri yang dikelola Cloudflare. Pilihan mesin eksternal tetap membawa biaya komputasi serta kebutuhan untuk mencocokkan akses katalog dan operasi Iceberg yang didukung mesin tersebut.

Ketersediaan umum ini juga merupakan penyatuan dan penggantian nama produk yang sebelumnya sudah ada dalam Cloudflare Data Platform. Konfigurasi Cloudflare Pipelines, R2 Data Catalog, dan R2 SQL yang lama masih dapat bekerja. Karena itu, konsekuensi langsung bagi pengguna lama terutama menyangkut cara komponen tersebut diposisikan dan diakses sebagai satu rangkaian, bukan keharusan membangun ulang seluruh jalur data pada hari peluncuran.

Di mana biaya tetap muncul

Transfer data keluar dari R2 tidak dikenai biaya egress, tetapi pekerjaan di dalam jalur Basin memiliki meter pemakaian. Dalam rincian harga Basin, Cloudflare menetapkan jatah bulanan transformasi SQL Pipelines sebesar 50 GB lalu US$0,04 per GB, jatah bersama pengiriman ke tujuan sebesar 50 GB lalu US$0,03 per GB untuk JSON atau US$0,06 per GB untuk Parquet dan Iceberg, serta jatah pemindaian Basin SQL sebesar 10 GB lalu US$0,0025 per GB dengan minimum tagihan pemindaian 10 MB per kueri.

Penerimaan data ke stream Pipelines gratis tanpa batas pemakaian yang ditetapkan pada meter tersebut. Pengiriman hasil olahan ke tujuan tetap merupakan pekerjaan berbeda: datanya ditagih menurut volume tanpa kompresi yang dikirim ke setiap tujuan setelah jatah berlaku habis. Itulah sebabnya istilah pengiriman ke sink dalam pembahasan biaya Pipelines tidak boleh disamakan dengan transfer data keluar dari R2.

Catalog juga mengenakan biaya untuk operasi metadata dan, bila diaktifkan, kompaksi. Penyimpanan serta operasi baca dan tulis R2 dihitung terpisah dari harga Basin. Dengan demikian, tagihan untuk satu jalur analitik bergantung pada beberapa volume yang berbeda: data yang ditransformasi, data yang dikirim ke tujuan, aktivitas katalog, berkas yang disimpan dan diakses di R2, serta data terkompresi yang benar-benar dipindai kueri.

Bagi tim di Indonesia, pemisahan ini membuat rancangan tabel dan pola kueri sama pentingnya dengan volume peristiwa yang masuk. Penyaringan sebelum penyimpanan dapat mengubah volume pengiriman, sedangkan kueri yang membaca lebih banyak berkas akan mengubah volume pemindaian. Jika kueri dijalankan dengan mesin eksternal, biaya komputasi mesin itu masuk dalam perhitungan arsitektur meskipun transfer keluar dari R2 tidak dikenai biaya egress.

Konsekuensi bagi pilihan analitik

Basin memberi satu jalur terkelola dari peristiwa aplikasi sampai kueri, dengan R2 sebagai tempat data dan Apache Iceberg sebagai format tabelnya. Tim dapat memakai seluruh rangkaian ketika ingin menyerahkan ingestion, pemeliharaan tabel, dan komputasi SQL kepada Cloudflare, atau memilih komponen yang cocok dengan sistem yang sudah berjalan. Kedua susunan itu memakai dasar penyimpanan yang sama, tetapi membagi pekerjaan komputasi dan biaya secara berbeda.

Perbedaan tersebut baru terlihat jelas pada tabel dan kueri milik tim sendiri. Volume data yang dikirim setelah transformasi menentukan sebagian biaya Pipelines; jumlah operasi serta kebutuhan kompaksi memengaruhi Catalog; dan berkas yang dibaca menentukan pemakaian Basin SQL maupun operasi R2. Janji tanpa klaster khusus mengurangi pekerjaan mengelola infrastruktur kueri, sementara bentuk dan frekuensi pekerjaan analitik tetap menentukan tagihannya.

Baca juga:

Bagikan:

Berlangganan buletin kami

Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.

0