
Ternak Creator mematok 5.000 views—jejaringnya masih fokus DIY

Dalam rincian UNY bertanggal 13 Oktober 2026, ketua tim Khairine Artantia mengatakan, “Dari situ, kami membuat layanan untuk memonetisasi video mereka”; Ternak Creator mematok tarif per 1.000 penonton sebesar Rp4.000 untuk Instagram dan Rp3.000 untuk TikTok, ambang pencairan 5.000 penonton per video kampanye, serta paket promosi UMKM mulai Rp200.000, sementara pengembangan jejaringnya masih berfokus di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Layanan yang dikembangkan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta itu mempertemukan UMKM dengan kreator melalui kampanye yang dapat dikerjakan beberapa kreator sekaligus. Bayaran seorang kreator dihitung dari penonton videonya, sedangkan syarat pencairan berlaku untuk tiap video kampanye. Harga paket UMKM adalah biaya layanan promosi bagi pelaku usaha, bukan bayaran tetap untuk kreator yang ikut dalam kampanye.
Tarif per video dan batas pencairan
Skema cost per mille (CPM) mengalikan tarif dengan setiap seribu penonton video pada platform yang digunakan. Sebagai simulasi, video Instagram dengan 5.000 penonton menghasilkan hitungan Rp20.000; pada jumlah penonton yang sama, video TikTok menghasilkan Rp15.000. Jumlah itu tepat berada pada ambang penonton yang disyaratkan untuk pencairan, bukan jaminan bahwa video kampanye akan mencapai ambang tersebut.
Jika penonton sebuah video mencapai 10.000, hitungan berdasarkan tarif yang dipublikasikan menjadi Rp40.000 di Instagram atau Rp30.000 di TikTok. Pada 25.000 penonton, hasil aritmetisnya Rp100.000 atau Rp75.000. Angka-angka ini menggambarkan hubungan antara tarif dan penonton; jumlah yang benar-benar dapat dicairkan tetap bergantung pada ketentuan kampanye serta penghitungan penonton oleh pengelola.
Ambang berlaku pada masing-masing video, sehingga sebuah video dengan 4.000 penonton belum memenuhi syarat pencairan meskipun perkalian CPM menghasilkan nilai sementara. Belum dijelaskan apakah nilai video yang berada di bawah ambang tetap tercatat, dapat digabung dengan video lain, atau dapat dicairkan jika penontonnya bertambah kemudian. Karena itu, hitungan CPM di bawah ambang belum bisa diperlakukan sebagai uang yang pasti diterima ataupun pasti hangus.
Paket UMKM memakai dasar yang berbeda: harganya dikaitkan dengan akumulasi penonton promosi, sementara bayaran kreator mengikuti penonton pada video masing-masing. Karena satu kampanye dapat melibatkan beberapa kreator, membagi harga paket secara rata tidak menghasilkan perkiraan upah yang sahih. Rincian tentang hubungan antara anggaran paket, jumlah kreator yang dilibatkan, dan total pembayaran kepada mereka belum dipublikasikan.
Dari pendaftaran ke kampanye
Ternak Creator sedang mengembangkan situs web tempat kreator dapat mendaftar, memilih kategori konten sesuai keahlian, dan mengakses informasi kampanye. Sebelumnya, tim mengelola kampanye melalui Discord. Perubahan sarana ini menjelaskan arah pengembangan layanan, tetapi informasi yang tersedia belum menunjukkan bahwa seluruh proses pemilihan kreator, pengukuran penonton, dan pembayaran sudah berjalan otomatis melalui situs tersebut.
Di sisi UMKM, kebutuhan promosi disusun sebagai kampanye lalu didistribusikan kepada sejumlah kreator. Kreator yang berbeda dapat membuat video tentang produk yang sama untuk audiens masing-masing. Akses ke informasi kampanye belum berarti setiap pendaftar otomatis mendapat pekerjaan: mekanisme pemilihan peserta dan ketentuan khusus yang mungkin ditetapkan UMKM belum diuraikan secara terbuka.
Ketentuan yang paling menentukan nilai pekerjaan ini mencakup cara penonton diverifikasi, waktu penutupan hitungan, dan jadwal pencairan setelah ambang tercapai. Kreator juga perlu mengetahui berapa revisi video yang termasuk dalam pekerjaan serta apakah UMKM boleh memakai ulang konten di akun atau iklannya. Rincian tersebut belum dijabarkan dalam penjelasan tarif yang tersedia, padahal masing-masing dapat memengaruhi beban kerja dan jumlah akhir yang diterima.
Jejaring kampanye tumbuh dari DIY
Fokus DIY sudah terlihat sebelum tarif kreator dirinci. Dalam laporan UNY pada 22 Agustus 2026, pengembangan Ternak Creator mencakup rekrutmen kreator, kerja sama dengan UMKM, pelaksanaan kampanye, dan pembenahan sistem operasional di DIY. Khairine juga tampil dalam lokakarya bersama Dinas Koperasi UKM DIY pada 11 Agustus untuk membahas pemasaran digital dengan pelaku usaha setempat.
Jejaring lokal itu turut diperkenalkan di luar kampus. Liputan RRI pada 21 Juli 2026 mencatat bahwa tim Ternak Creator memperkenalkan platform penghubung UMKM dan kreator kepada peserta kegiatan pendampingan di Giripurwo, Gunungkidul. Liputan tersebut menggambarkan pertemuan dengan calon pengguna lokal, tanpa menyebut berapa peserta yang kemudian mengikuti kampanye berbayar.
Dalam pengembangan saat ini, jejaring Ternak Creator terutama diarahkan ke usaha makanan dan minuman, sesuai kebutuhan pasar yang sedang digarap dan karakter kreator yang telah bergabung. Tim juga memiliki pengalaman membuat serta mendistribusikan konten promosi untuk Wirowesa Kampung Pindul sebagai penjajakan sektor pariwisata. Proyek itu menunjukkan jenis kolaborasi lain yang pernah dikerjakan, sementara pusat pengembangan jejaring tetap berada di DIY.
Perluasan layanan masih direncanakan
Tim merencanakan perluasan ke Jawa Tengah dan Jawa Barat. Aplikasi serta sistem keanggotaan kreator juga masih berupa rencana yang dipertimbangkan setelah pengguna lebih mengenal mekanisme kampanye. Belum ada jadwal peluncuran yang disebut untuk wilayah maupun layanan tersebut, sehingga calon peserta di luar DIY belum memiliki kepastian kapan jejaring kampanye akan tersedia di daerahnya.
Bagi kreator yang sudah dapat mengikuti kampanye, perkembangan berikutnya yang paling menentukan adalah aturan tertulis tentang penghitungan penonton dan pembayaran per video. Aturan revisi serta hak UMKM untuk memakai ulang video juga akan memperjelas pekerjaan yang ditanggung kreator di balik tarif CPM. Sampai rincian itu tersedia, simulasi penonton dapat menunjukkan potensi bayaran, tetapi belum menetapkan nilai akhir sebuah kampanye.
Baca juga:
Artikel terkait


Breedr meraih US$27 juta—rekam jejak sapi menjadi aset bisnis

TikTok One Pay menjanjikan pembayaran 30 hari—Indonesia belum kebagian

Instagram Live kini bisa di-boost—iklan berhenti saat siaran usai

Views YouTube melonjak, tetapi angka baru tidak otomatis menambah penghasilan

Meta memutus jalur iklan ke TikTok—kampanye Indonesia ikut terdampak
Berlangganan buletin kami
Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.