
NextDev 12 memburu solo founder AI—pendaftaran hanya sampai 9 November

Telkomsel membuka pendaftaran NextDev ke-12 di Jakarta pada 8 Oktober hingga 9 November 2026 bagi technopreneur dari seluruh Indonesia. Program inkubasi bertema AI-Powered Innovations ini mencari solusi digital yang memanfaatkan atau sedang mengeksplorasi AI untuk menjawab persoalan sosial dan lingkungan. Pendaftarannya sudah dibuka; peserta terpilih baru akan ditentukan melalui kurasi dan seleksi berikutnya.
Perhatian pada pendiri tunggal menjadi bagian dari perubahan kurikulum, sementara fokus seleksi tetap mencakup kesiapan bisnis, kebutuhan pasar, dampak, dan kemampuan menjalankan solusi. Artinya, seorang pendiri yang bekerja sendiri perlu menunjukkan lebih dari gagasan penggunaan AI: masalah yang dituju dan jalan pengembangan usahanya juga harus jelas. Program ini turut membuka jalur bagi peserta daerah melalui roadshow dan Pitching Battle.
Siapa yang menjadi sasaran NextDev ke-12?
Sasaran program adalah technopreneur dengan solusi digital yang relevan terhadap masalah masyarakat atau lingkungan, memiliki potensi dampak, menawarkan inovasi yang berbeda, dan mempunyai fondasi bisnis untuk berkembang. Peserta tidak harus membangun produk yang seluruhnya berbasis AI. Penyelenggara juga memasukkan solusi yang sedang mengeksplorasi penerapan AI dalam fokus kurasinya.
Penekanan itu memberi ruang bagi usaha dari berbagai bidang, tetapi menuntut hubungan yang masuk akal antara teknologi dan kebutuhan pengguna. Jika AI hendak dipakai untuk mempercepat pekerjaan, meningkatkan ketepatan layanan, atau mengurangi biaya, manfaat tersebut perlu terkait dengan masalah yang memang dihadapi pengguna. Gagasan penerapan AI saja belum menjelaskan apakah ada pasar, apakah solusi dapat dijalankan, atau siapa yang memperoleh manfaatnya.
Dalam wawancara Liputan6 saat peluncuran, Manager CSR Education and Public Community Development Telkomsel Gumilar Henda Nugraha Ali menyebut angka 24 persen untuk fenomena solo founder di Indonesia dan berkata, “Kurikulum NextDev ke-12 pun telah kami sesuaikan untuk membekali para solo founder tersebut dengan ekosistem berbasis AI yang kuat.” Angka itu adalah pernyataan Gumilar, bukan rincian tentang proporsi pendaftar program. Penyesuaian kurikulum juga belum merinci syarat administrasi bagi orang yang mendaftar tanpa rekan pendiri.
Bagaimana kesiapan solusi dinilai?
Kurasi NextDev mempertemukan penilaian teknologi dengan kelayakan usaha. Bagi calon peserta, kriteria yang diumumkan dapat dipahami melalui empat unsur yang saling berkaitan:
- Bisnis: performa atau fondasi usaha yang menunjukkan solusi dapat diteruskan dan dikembangkan.
- Pasar: kebutuhan pengguna yang cukup jelas untuk divalidasi, bukan hanya perkiraan bahwa teknologi akan menarik perhatian.
- Dampak dan inovasi: persoalan sosial atau lingkungan yang dijawab, potensi manfaatnya, serta keunikan pendekatan yang ditawarkan.
- Pelaksana: kualitas dan kesiapan pendiri atau tim untuk menguji, memperbaiki, dan menjalankan solusi.
Keempat unsur itu menjelaskan mengapa demonstrasi AI yang tampak canggih belum tentu kuat dalam seleksi. Manfaatnya harus terhubung dengan pengguna dan masalah tertentu, sedangkan usaha di baliknya perlu sanggup melanjutkan pengembangan. Sebaliknya, persoalan yang penting belum cukup jika fungsi produk dan cara menjalankannya belum dapat diterangkan.
Bagi pendiri tunggal, unsur pelaksana mendapat arti khusus. Orang yang sama mungkin memimpin pengembangan produk sekaligus memahami pengguna, mengurus pemasaran, dan menjaga keuangan usaha. Sorotan program pada solo founder menunjukkan kebutuhan pendampingan untuk keadaan tersebut, tetapi tidak menghapus penilaian atas kesiapan menjalankan bisnis.
Jalur dari Scouting ke Academy dan Summit
Seleksi berjalan melalui Scouting sebelum berlanjut ke pendampingan Academy dan pemaparan hasil di Summit. Menurut laporan detikInet tentang tahapan NextDev, 20 technopreneur akan mengikuti validasi dan pitching, 10 peserta kemudian dipilih untuk NextDev Academy, dan perkembangan serta bukti dampaknya dijadwalkan dipresentasikan pada NextDev Summit 2027. Lolos kurasi awal dengan demikian masih menyisakan tahap pengujian sebelum masuk Academy.
Pendampingan Academy mencakup teknologi dan AI, keuangan, pemasaran, serta produktivitas. Arah kerjanya adalah memvalidasi kebutuhan pengguna, memperkuat model bisnis, meningkatkan operasional, dan menemukan nilai tambah penerapan AI. Perbedaan antara tahapan ini penting: presentasi awal memperlihatkan potensi solusi, sedangkan perjalanan setelahnya menuntut perkembangan yang dapat dijelaskan melalui kebutuhan pengguna dan dampak.
Roadshow dengan Pitching Battle direncanakan berlangsung di Jakarta, Makassar, Batam, Denpasar, Bandung, dan Yogyakarta. Peserta lokal yang lolos kurasi awal dapat mempresentasikan solusi di hadapan juri, memperoleh masukan, dan berpeluang mengikuti seleksi nasional. Kehadiran acara di beberapa kota memperluas kesempatan bertemu juri; pendaftaran program sendiri terbuka bagi technopreneur dari seluruh Indonesia.
Pendampingan dan peluang bisnis berada pada tahap berbeda
Manfaat yang langsung terkait dengan Academy adalah pendampingan untuk memperkuat teknologi, bisnis, dan dampak solusi. Peserta terbaik juga berkesempatan menjajaki kolaborasi dengan unit terkait di Telkomsel. Bentuk penjajakan itu dapat dimulai dari memahami kebutuhan unit bisnis, lalu bergerak ke pengembangan atau uji coba solusi, sebelum ada kemungkinan integrasi maupun komersialisasi.
Urutan tersebut berarti kesempatan kolaborasi bergantung pada kesiapan solusi dan kecocokannya dengan kebutuhan bisnis. Keikutsertaan dalam Academy bukan keputusan pembelian, kontrak, atau jaminan bahwa sebuah produk akan diintegrasikan ke layanan Telkomsel. Bagi peserta, batas ini membedakan hasil seleksi inkubasi dari keputusan komersial yang memerlukan penilaian tersendiri.
Setelah pendaftaran ditutup, keputusan berikutnya adalah siapa yang maju ke validasi dan pitching. Pada tahap itulah gagasan pemanfaatan AI, kebutuhan pasar, kemampuan pendiri, dan potensi dampak mulai diuji sebagai satu usaha yang dapat dikembangkan.
Baca juga:
Artikel terkait


Vokasi Batch 4 menjangkau 12.128 peserta—4,8 juta pemuda masih menganggur

ModelHub menyatukan akses AI—biaya dan kebijakan tetap menjadi pagar

HR Tech Summit Jakarta menarik 1.200 peserta—agentic AI masuk agenda HR

AI menyusun jadwal ATC—keputusan keselamatan tetap di tangan manusia

Indonesia masuk 16 proyek AI hijau APAC—dukungan berjalan tiga bulan
Berlangganan buletin kami
Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.