
Atlassian meluncurkan AMP—agen AI kini punya identitas dan batas kerja

Menurut SiliconANGLE, Atlassian memperkenalkan Agentic Multiplayer Protocol (AMP) di Team ’26 Europe, Amsterdam, pada 7 Oktober 2026; Jamil Valliani, Head of AI Product Atlassian, menyebut gagasannya “This is a multiplayer game,” sementara server MCP perusahaan menangani sekitar 15 juta panggilan alat per hari. AMP mengatur bagaimana agen AI dapat ikut bekerja bersama manusia dengan identitas yang terlihat, kewenangan yang dibatasi, dan tindakan yang dapat ditelusuri. Peluncuran itu menyangkut pola kolaborasi sekaligus pembaruan produk yang mendukung sebagian alurnya.
Bagi tim yang memakai Jira dan Confluence, tujuan AMP ialah membuat pekerjaan agen tampak sebagai bagian dari pekerjaan bersama: siapa agen yang bertindak, siapa yang mengarahkannya, apa yang sedang dikerjakan, dan kapan manusia perlu mengambil keputusan. Model Context Protocol (MCP) menjadi jalur bagi agen dari alat lain untuk mengakses pekerjaan di Atlassian. AMP memberi rancangan pengalaman dan tata kelola di atas alur tersebut; contoh dalam panduan desain dan fitur yang sudah diumumkan memiliki status ketersediaan yang berbeda.
AMP mengatur cara agen masuk ke pekerjaan tim
Panduan AMP Patterns membagi rancangan Atlassian ke dalam tiga pilar: kolaborasi langsung dan tidak langsung, identitas serta kehadiran bersama, lalu konteks dan tata kelola. Pilar kolaborasi mencakup pekerjaan yang berlangsung bersamaan, seperti menyunting halaman, dan pekerjaan yang diserahkan bergantian melalui tugas atau komentar. Artinya, agen dapat menerima arahan di tempat tim sudah bekerja, lalu memperlihatkan kemajuan atau meminta masukan ketika tugas membutuhkannya.
Salah satu skenario dalam rancangan itu dimulai dari video Loom yang dipakai untuk memberi arahan kepada agen. Skenario lain memanggil agen lewat penyebutan nama di halaman Confluence atau menempatkannya pada pekerjaan Jira. Saat agen diberi tugas Jira, rancangan AMP menghendaki nama dan status kegiatannya terlihat pada tugas tersebut. Anggota tim yang datang belakangan dapat mengetahui bahwa pekerjaan sedang ditangani agen dan melihat kapan diperlukan masukan, tanpa bergantung pada percakapan pribadi orang yang memulainya.
Pemisahan antara kerja langsung dan penyerahan tugas penting ketika beberapa orang serta agen menyentuh hasil yang sama. Dalam penyuntingan bersama, perubahan perlu tampak saat berlangsung agar peserta lain bisa menyesuaikan pekerjaannya. Dalam alur bertahap, status tugas perlu menunjukkan apakah agen sedang mengumpulkan konteks, mengerjakan langkahnya, atau menunggu keputusan. Itu adalah perilaku yang ditetapkan dalam panduan desain AMP, bukan janji bahwa setiap contoh tampilan sudah tersedia di seluruh produk Atlassian.
Identitas menunjukkan siapa yang bertindak dan atas arahan siapa
Pilar identitas menjawab masalah atribusi ketika agen bekerja atas nama seseorang. Panduan AMP membedakan avatar agen berbentuk segi enam dari avatar manusia berbentuk lingkaran. Pada riwayat perubahan halaman, rancangan atribusinya menampilkan agen sebagai pelaku tindakan dan mengaitkannya dengan manusia yang memanggil agen tersebut. Nama teknologi penghubung, seperti MCP, ditempatkan sebagai informasi tambahan agar riwayat tidak menyamarkan pelaku di balik nama koneksi.
Kehadiran bersama memperluas prinsip itu ke ruang kerja yang sedang aktif. Daftar kolaborator pada halaman atau papan kerja dirancang menampilkan agen di samping anggota tim; penunjuk dan penanda penyuntingan memperlihatkan bagian yang sedang mereka ubah. Riwayat tindakan dan penanda kehadiran menjawab pertanyaan yang berbeda: yang satu membantu menelusuri perubahan setelah terjadi, yang lain memberi tahu peserta lain bahwa agen sedang bekerja sekarang.
Identitas yang terlihat juga berkaitan dengan kepemilikan tugas. Jika agen menjadi penanggung jawab sebuah pekerjaan Jira, rancangan AMP menempatkan agen pada posisi itu dan tetap menunjukkan orang yang menugaskannya pada rincian pekerjaan. Dengan demikian, anggota tim dapat membedakan pelaku pekerjaan dari pemberi arahan. Pembedaan tersebut menjadi lebih penting ketika agen dari penyedia berbeda masuk ke alur yang sama dan hasilnya diteruskan dari satu peserta ke peserta lain.
Izin dan persetujuan membatasi tindakan agen
Pilar tata kelola menentukan konteks yang bisa diterima agen serta tindakan yang boleh dijalankannya. Teamwork Graph menjadi lapisan yang menghubungkan pengetahuan dan riwayat pekerjaan, sedangkan pola AMP meminta kontrol akses sampai ke aplikasi, ruang kerja, konten, dan alat yang dapat digunakan agen. Panduannya juga menggambarkan pilihan untuk mengizinkan atau menolak tindakan agen dalam otomatisasi, sehingga pemberian tugas tidak otomatis berarti izin untuk melakukan setiap perubahan.
Untuk pekerjaan yang dipicu otomatis, batas itu perlu ditentukan sebelum agen mulai bertindak. Rancangan AMP memperlihatkan agen dapat menjalankan langkah dalam alur Jira dengan instruksi dan batas yang ditetapkan manusia, lalu menampilkan kemajuan serta kebutuhan akan masukan. Pada sisi administrasi, panduan tersebut mencakup inventaris identitas nonmanusia, pencatatan aktivitas, dan cara mencabut akses. Bagian ini menjelaskan pola kontrol yang dituju; halaman desainnya sendiri tidak menetapkan tanggal ketersediaan setiap kontrol bagi semua pelanggan.
Persetujuan manusia berfungsi pada titik keputusan, bukan sebagai instruksi baru untuk setiap langkah kecil. Seseorang dapat menetapkan tugas dan meninjau hasilnya, sementara agen mengerjakan rangkaian tindakan di antaranya sesuai izin yang diberikan. Jika keluaran akan diteruskan ke pihak lain atau mengubah pekerjaan bersama, tim dapat menempatkan pemeriksaan manusia di titik itu. Riwayat tindakan membantu peninjau melihat apa yang sudah dilakukan sebelum memutuskan apakah hasilnya layak diteruskan.
Pembaruan produk menunjukkan apa yang sudah dapat dipakai
Dalam pembaruan Teamwork Collection bertanggal 7 Oktober 2026, Atlassian menyatakan alat dan keterampilan MCP kini dapat membuat serta menyunting halaman Confluence dan mengambil konteks dari video Loom; Record for Agent di Loom berstatus beta terbuka. Kemampuan MCP itu memungkinkan agen menerima bahan dari Loom, menyusun hasil di Confluence, lalu menyerahkannya untuk ditinjau manusia. Status beta terbuka berlaku khusus untuk Record for Agent, yang mengubah rekaman layar dan suara menjadi arahan yang dapat ditindaklanjuti agen.
Pembaruan yang sama menjelaskan agen pihak ketiga dapat dimasukkan ke alur Jira dan Confluence bersama agen Atlassian. Alur tersebut menyimpan riwayat tentang tindakan masing-masing agen dan waktunya. Contoh yang diberikan adalah perubahan status di Salesforce yang memicu pekerjaan agen hingga menghasilkan dokumen atau tugas lanjutan. Manusia menetapkan pemicu dan titik pemeriksaan sebelum keluaran dikirim; setelah itu agen menjalankan langkah di antara kedua batas tersebut.
Di sinilah perbedaan antara AMP dan MCP menjadi nyata. MCP menyediakan sambungan agar agen dapat membaca konteks dan melakukan pekerjaan melalui alat Atlassian, sedangkan AMP mengatur bagaimana kontribusi itu hadir di hadapan tim: identitasnya, atribusinya, kemajuannya, dan batas kewenangannya. Fitur Confluence dan Loom yang disebut sudah dapat digunakan, beta Record for Agent, serta contoh kontrol dalam panduan AMP tidak berada pada tahap peluncuran yang sama. Bagi tim, konsekuensi terdekatnya ialah tugas yang berpindah melalui agen eksternal dapat memiliki riwayat kerja dan titik keputusan manusia dalam alur bersama.
Baca juga:
Artikel terkait


Jira atau Linear: migrasi cepat bisa menghilangkan aturan kerja penting

Loom atau Clipchamp: pesan cepat berhadapan dengan editor lengkap

GetResponse MCP hadir—AI bisa menyusun kampanye, tetapi tetap perlu izin

Kit meluncurkan sembilan alat, data pelanggan kini bisa menggerakkan AI

Glean membuat agen AI bekerja tanpa prompt—kontrol izin menjadi penentu
Berlangganan buletin kami
Dapatkan berita Web3, AI, dan kripto terbaru langsung di kotak masuk Anda.